Petugas dinkes kabupaten Tangerang memeriksa suhu tubuh. | Republika

Nasional

18 Mar 2020, 23:42 WIB

Pemerintah dan Swasta Berkreasi Mengantisipasi Covid-19

Meski Covid-19 mewabah, DPR meminta jangan terburu-buru menunda pilkada serentak.

 

 

SURABAYA — Instansi negara dan swasta di seluruh Indonesia berlomba-lomba untuk mengantisipasi wabah korona (Covid-19). Pemerintah Kota Surabaya Jawa Timur misalkan, menyiapkan 140 wastafel portable di sejumlah fasilitas umum. Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Kota Surabaya, Iman Krestian fasilitas itu sudah terpasang sejak awal bulan.

"Ada di sekolah, gedung pemerintahan, taman, sentra wisata kuliner, pasar serta di berbagai fasilitas umum lainnya," katanya pada Selasa (17/3).

Wastafel ini akan terus ditambah setiap harinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terutama di sekolahan, lanjut dia, setiap sekolah harus memiliki lebih dari satu wastafel. “Supaya mereka menggunakannya tidak antre," katanya.

Dalam sehari, petugas dari DPRKP-CKTR bisa memasang lebih dari 10 unit wastafel. "Proses pengerjaannya cepat karena portable. Hanya memasang selang dan pipa saja kemudian diarahkan ke saluran air terdekat," ujar dia.

Program ini dimaksudkan agar masyarakat semakin terbiasa dengan pola hidup bersih, salah satunya adalah cuci tangan sesering mungkin, di mana pun, dan kapan pun. 

 

Melarang fitting

Sementara itu, produsen dan distributor helm lokal asal Bandung RSV Helmet, tidak mengizinkan calon konsumen mencoba fitting ukuran helm secara langsung. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah Covid-19. Executive Director RSV Helmet Richard Ryan mengungkapkan, kebijakan ini diterapkannya sampai 16 hari ke depan. Setelah itu akan ada evaluasi untuk memastikan apakah langkah ini masih harus diteruskan atau sebaliknya. 

Sebagai alternatif, pihak RSV akan memberikan alat ukur. "Menggunakan meteran untuk mencari ukuran kepala yang pas," ungkap Richard.

Kebijakan ini berdampak pada kepuasan konsumen. Sebagian mengaku kecewa, karena tidak dapat mencoba memakai helm. Bahkan ada yang membatalkan pembelian.

“Namun setelah dijelaskan, semua memahami dan mengerti maksud dan tujuan menerapkan pembatasan ini," jelas dia.

RSV Helmet juga mengalami penurunan transaksi setelah kebijakan itu dijalankan  sampai 40 persen. Pihaknya juga menyediakan cairan pembersih tangan di setiap gerainya.

 

Ibu hamil dan balita rentan terserang Covid-19

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Jakarta Raya (POGI Jaya) menyerukan keamanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi serta anak-anak dari paparan Covid-19. "Mereka ini harus dimasukkan ke dalam populasi berisiko utama," ujar Sekjen POGI Jaya, Ulul Albab.

Berdasarkan beberapa contoh kasus pada penanganan virus Korona sebelumnya (SARS-CoV dan MERS-CoV) dan beberapa kasus Covid-19, ibu hamil dan menyusui sangat rentan terserang Covid-19. Mereka harus lebih waspada dengan lebih meningkatkan imunitas tubuh.

Penyebabnya adalah perubahan hormonal, sehingga daya tahan tubuh mereka lebih rendah. Ibu hamil dan menyusui yang mengalami gejala Covid-19 segera memeriksakan diri. ke dokter kandungan. Mereka harus meminta pemeriksaan Covid-19. Apabila diketahui lebih awal, maka dokter dapat merekomendasikan perawatan terbaik bagi pasien untuk mencegah pemaparan virus tersebut lebih jauh.

Selain itu, POGI Jaya juga meminta rumah sakit memperhatikan keselamatan para tenaga medis yang sedang hamil saat bertugas. Prioritas alat peralatan keselamatan harus diutamakan bagi para tenaga medis yang sedang hamil tersebut.

 

photo
ata Global Covid 19 di Sejumlah Negara per 16 Maret 2020 - (Republika)

Pilkada 2020

Meski Covid-19 mewabah, DPR meminta pemerintah jangan terburu-buru menunda pilkada serentak 23 September 2020. Segala tahapan menuju proses pemilihan umum itu harus tetap berjalan. Namun, aktivitas yang melibatkan kumpulan banyak orang harus dibatasi.

KPU dan Bawaslu harus memiliki SOP menyikapi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini, sehingga memiliki acuan untuk menyukseskan agenda pemilihan kepala daerah yang waktu pelaksanaannya sudah semakin dekat.

"Kita semua berharap agar penanganan pandemi COVID-19 itu dapat terkendali dan semua aktivitas masyarakat, termasuk pilkada tidak terganggu," kata Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arif Wibowo tidak menyetujui penundaan Pilkada Serentak 2020 di semua daerah. Pemerintah harus memetakan daerah mana saja yang bisa terhambat pilkadanya, tidak berlangsung secara sukses. Kemudian harus ada antisipasi kegiatan tahapan pilkada itu sendiri.

Menurut dia, kalau pilkada serentak ditunda, harus ada alasan strategis. Pemetaan indeks kerawanan pilkada juga harus dilakukan di setiap kabupaten/kota.  Misalnya, kalau tetap dilaksanakan maka akan terjadi anarkhisme dan konflik yang tidak bisa dihentikan, sehingga harus ada kebijakan pilkada susulan.

Isu penundaan pilkada bermunculan seiring merebaknya wabah Covid-19 dan munculnya kebijakan pemerintah yang membatasi keramaian.

 

Meracik cairan pembersih tangan

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Makasssar, Sulawesi Selatan meracik sendiri hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Hal ini dilakukan karena pihak rutan kesulitan mendapatkan barang tersebut yang semakin langka di pasar dan permintaannya terus melonjak.

"Untuk hari pertama kami mampunya membuat 15 liter cairan Sanitizer, mengingat beberapa bahan seperti etanol ikut langka di pasaran," sebut Apoteker Klinik DR Saharjo, Rutan Kelas I Makassar, Ahmad Rifai.

Peracikan dilakukan dengan berpedoman pada resep dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)."Hasilnya sudah dikemas dalam wadah tertentu kemudian dipasangkan pada beberapa titik untuk dipergunakan pengunjung maupun pegawai," katanya.

Sementara Kepala Rutan Kelas I Makassar, Sulistyadi, mengapresiasi langkah yang diambil apoteker klinik Rutan setempat di tengah sulitnya mendapatkan cairan antiseptik. “Kami berharap dapat memutus atau setidaknya mengurangi mata rantai penyebaran virus tersebut," papar dia.

Di samping memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat yang berkunjung rentannya penularan virus itu, sosialisasi pencegahan juga disampaikan kepada pembesuk maupun pegawai rutan.


×