Petugas keamanan berbicara dengan sopir saat memantau aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7/2023). | Antara/Indrianto Eko Suwarso

Ekonomi

IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Global

Negara-negara harus memprioritaskan pengendalian inflasi.

WASHINGTON -- Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (16/4/2024) menaikkan perkiraan pertumbuhan global pada tahun 2024 menjadi 3,2 persen atau 0,1 poin persentase lebih tinggi dari proyeksi pada bulan Januari. Hal tersebut dirilis dalam laporan World Economic Outlook (WEO).

Kondisi geopolitik yang tak menentu ternyata menjadikan perekonomian global tetap tangguh. Kepala Ekonom IMF dan Direktur Departemen Riset Pierre Olivier Gourinchas mengatakan, pertumbuhan yang stabil dan inflasi yang melambat hampir secepat kenaikannya.

“Sebagian besar indikator terus menunjukkan soft landing," ungkapnya, dikutip Rabu (17/4/2024).

Meskipun dampak buruk ekonomi akibat krisis yang terjadi dalam empat tahun terakhir berkurang, IMF memperkirakan akan ada lebih banyak dampak buruk yang akan dialami negara-negara berkembang berpendapatan rendah. Sementara, untuk negara-negara maju, IMF memperkirakan akan tumbuh 1,7 persen pada tahun 2024, naik 0,2 poin persentase dari perkiraan bulan Januari. 

Dalam laporan tersebut disebut bahwa perekonomian AS akan tumbuh sebesar 2,7 persen pada tahun 2024 dan melambat menjadi 1,9 persen pada tahun 2025. Sementara perekonomian di Eropa akan tumbuh sebesar 0,8 persen pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 1,5 persen pada tahun 2025.

“Kinerja Amerika Serikat (AS) yang kuat baru-baru ini mencerminkan pertumbuhan produktivitas dan lapangan kerja yang kuat, tapi juga permintaan yang kuat dalam perekonomian yang masih terlalu panas. Hal ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dan bertahap terhadap pelonggaran yang dilakukan oleh Federal Reserve,” kata Gourinchas.

Lebih lanjut Gourinchas mengatakan, masih banyak tantangan yang dihadapi dan memerlukan tindakan tegas. Hal tersebut tertulis dalam laporan WEO yang menunjukkan bahwa perkiraan terbaru pertumbuhan global lima tahun dari sekarang  sebesar 3,1 persen berada pada titik terendah dalam beberapa dekade.

Sebagai informasi, IMF memperkirakan bahwa inflasi global diperkirakan turun dari rata-rata tahunan sebesar 6,8 persen pada tahun 2023 menjadi 5,9 persen pada tahun 2024 dan 4,5 persen pada tahun 2025. Dengan negara-negara maju kembali ke target inflasi mereka lebih cepat dibandingkan negara-negara emerging market dan berkembang.

“Meskipun tren inflasi menggembirakan, kita belum mencapainya. Yang agak mengkhawatirkan, kemajuan menuju target inflasi agak terhenti sejak awal tahun,” kata Gourinchas.

Kepala ekonom IMF ini menekankan bahwa harga minyak telah meningkat akhir-akhir ini, sebagian disebabkan oleh ketegangan geopolitik dan inflasi jasa yang masih sangat tinggi. Dalam laporan disebutkan bahwa perbedaan kecepatan disinflasi di antara negara-negara besar juga dapat menyebabkan pergerakan mata uang yang memberikan tekanan pada sektor keuangan. 

"Suku bunga yang tinggi dapat memberikan efek pendinginan yang lebih besar daripada yang dibayangkan ketika hipotek dengan suku bunga tetap diatur ulang dan rumah tangga menghadapi utang yang tinggi, sehingga menyebabkan tekanan keuangan," tambahnya.

Di bidang kebijakan, IMF mengatakan para pembuat kebijakan harus memprioritaskan langkah-langkah yang membantu menjaga atau bahkan meningkatkan ketahanan perekonomian global. Gourinchas mengatakan, prioritas pertama adalah membangun kembali penyangga fiskal.

Ia mengatakan, prospek pertumbuhan jangka menengah dirugikan oleh meningkatnya fragmentasi geoekonomi dan meningkatnya pembatasan perdagangan dan kebijakan industri.

"Transisi hijau juga memerlukan investasi besar. Saat ini, investasi ramah lingkungan telah berkembang dengan pesat di negara-negara maju dan Cina. Upaya terbesar kini harus dilakukan oleh negara-negara emerging market dan berkembang lainnya," ujarnya. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat