Pedagang bawang putih beraktivitas di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Rabu (27/4/2024). | Republika/Thoudy Badai

Ekonomi

Pemerintah Impor Bawang Putih 300 Ribu Ton

Harga bawang putih meningkat karena tingginya permintaan dari masyarakat.

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, ia sudah mengeluarkan izin impor bawang putih sebanyak 300 ribu ton. Impor dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas tersebut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Impor bawang putih tidak ada masalah, saya sudah mengeluarkan izin. 300 ribu ton, lebih dari cukup, 300 ribu ton sudah saya keluarkan izin impornya,” katanya ketika menghadiri Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan jelang Idul Fitri 2024 yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Gudang Bulog, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas ini, Surat Persetujuan Izin (SPI) impor bawang putih sebanyak 300 ribu ton tersebut lebih banyak dibandingkan kebutuhan masyarakat Indonesia hanya mencapai 600 ton.

photo
Pedagang bawang putih beraktivitas di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Rabu (27/4/2024). - (Republika/Thoudy Badai)

Selain itu, Zulhas juga menilai bahwa tingginya harga bawang putih saat ini di pasaran karena tingginya pula permintaan dari masyarakat.

“Tapi kita sudah keluarkan izin impor 300 ribu ton, itu lebih dari separuh kebutuhan (masyarakat Indonesia) cuma 600 ton,” ucap Zulhas.

Meski begitu, Zulhas tidak sempat menyebut negara pengimpor karena bergegas meninggalkan lokasi tersebut.

Sebelumnya, Zulhas saat memberi sambutan dalam Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan jelang Idul Fitri 2024 itu, mengatakan, sebagian besar harga pangan cenderung mulai turun khususnya di daerah Pulau Jawa dan Sumatera, menjelang Lebaran 1445 Hijriah.

“Kita syukuri hari ini sudah masuk ke-21 bulan Suci Ramadhan, alhamdulillah harga-harga (pangan) cenderung turun sebagaimana tadi disampaikan oleh Plt BPS,” kata Zulhas.

Dia mengaku bahwa dirinya hampir setiap pagi mengunjungi sejumlah pasar  di wilayah Pulau Jawa. Dia menemukan sejumlah harga mulai turun.

Dia menyebut harga beras di sejumlah pasar yang ada di Jawa dan Sumatra rata-rata turun sekitar di angka Rp 3.000 hingga Rp 1.000 per kilogram. Beras kini dijual hampir mendekati harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut Zulhas, turunnya harga beras, karena saat ini sudah memasuki panen. Dia mendapat informasi dari Kementerian Pertanian bahwa volume panen di bulan ini mencapai 3,8 juta ton. Akan melebihi dari kebutuhan bulanan secara nasional yang hanya 2,5 juta ton.

Sedangkan untuk komoditas lainnya, seperti daging ayam juga turun. Saat ini, kata Zulhas, harga daging ayam rata-rata mencapai Rp 40.000 ribu per kilogram. Sedangkan untuk harga telur ayam sudah mencapai Rp 28.000 hingga Rp 27.000 per kilogram.

“Oleh karena itu, saya terima kasih kepada Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman), Kepala Bapanas (Arief Prasetyo Adi), sudah bekerja luar biasa, mengatur SPHP itu tidak mudah 250.000 ton, bayangkan mengemasnya saja itu bingung, ini harus sampai masuk ke pasar-pasar, jadi perannya Bulog sangat luar biasa,” ujar Zulhas.

photo
Warga memilih bawang putih di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (2/6/2023). - (Antara/Asep Fathulrahman )

Selain itu, Zulhas juga mengapresiasi kerja dari Satgas Pangan Polri yang terus mengawal, sehingga penyaluran pangan berjalan lancar di masyarakat. Satgas Pangan mampu mencegah tindakan-tindakan pelanggaran pangan, seperti penimbunan dan lain sebagainya.

Kebijakan impor dilakukan karena harga bawang putih terus mengalami kenaikan. Hal ini juga telah menjadi sorotan Ombudsman RI.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan bahwa pemerintah perlu memperketat pengawasan harga eceran tertinggi (HET) bawang putih, karena harga komoditas ini di tingkat konsumen sering naik signifikan melebihi HET.

Yeka mengutip data Badan Pangan Nasional dan Kementerian Perdagangan yang menyatakan bahwa harga bawang putih naik signifikan sejak Mei-Juli 2023, dari Rp 35.220 per kg sampai Rp 39.990 per kg.

Sementara harga bawang putih per awal Maret 2024 menembus harga Rp 39.170 per kg. Harga ini naik sekitar 22,41 persen dari HET Rp 32.000 yang telah ditetapkan Kemendag sejak 2019.

“Sudah ada HET bawang putih Rp 32.000, tetapi (penerapannya) tidak ditertibkan,” ujar Yeka.

Yeka menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap HET bawang putih, karena pengawasan ini dapat membantu mendeteksi adanya tindakan koruptif dalam penjualan bawang putih di Indonesia.

Ia juga mempertanyakan alasan di balik kenaikan harga bawang putih di Indonesia yang tidak sejalan dengan tren global.

Menurutnya, perang di Ukraina tidak dapat dijadikan alasan utama kenaikan harga, mengingat impor bawang putih Indonesia saat ini didominasi oleh China.

"Apakah ongkos angkut melonjak? Tidak juga. Apakah importir dan distributor agen ramai-ramai meningkatkan keuntungan bersihnya? Tidak juga. Nah, ini ada yang salah dalam tata kelola RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) bawang putih,” ujar Yeka.

Yeka mendorong penerapan pengawasan HET bawang putih yang ketat, seperti halnya pengawasan HET beras. Menurutnya, pengawasan ketat ini akan memberikan transparansi bagi konsumen.

 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat