Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Timnas U-23 berfoto bersama seusai laga penyisihan Piala Asia melawan Turkmenistan di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/9/2023). | Dok PSSI

Sepak Bola

Erick Thohir Ingin Timnas U-23 Kembali Ukir Sejarah

Timnas U-23 mengincar tiket Olimpiade Paris.


JAKARTA -- Ketua Umum PSSI Erick Thohir memotivasi para pemain timnas Indonesia U-23 untuk mengukir sejarah dengan lolos ke Olimpiade Paris. Saat ini, Garuda Muda memasuki fase persiapan menuju Piala Asia U-23 2024.

Menurut Erick, apa pun bisa dicapai, meski bukan sesuatu yang mudah. "Ada kesempatan sejarah yang bisa kita lakukan sama-sama. Untuk pertama kalinya, bukan tidak mungkin, kalau kita fight untuk tembus Olimpiade," kata tokoh yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu dalam video yang diunggah di instagramnya, dikutip pada Senin (1/4/2024).

Erick mencoba melakukan komunikasi dua arah. Sesekali ada dialog. Ia menanyakan siapa di antara para pemain tersebut yang menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-23 peraih emas SEA Games 2023 di Kamboja.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

Itu catatan penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Setelah tiga dekade berlalu, akhirnya medali bergengsi di level Asia tenggara itu berhasil didapatkan. Tentu saja tidak berhenti hanya di situ. "Mau buat sejarah lagi?" tanya Erick kepada para pemain

Semua pemain serentak menginginkan hal serupa. Ketum PSSI menegaskan, para pemain harus memiliki mimpi yang lebih besar. Untuk mewujudkannya perlu kerja keras dalam pelatihan, dan semangat juang tinggi di pertandingan.

"Kalau saya, ofisial yang ada di sini, coach Sin (Tae yong), PSSI dan saya yakin kalian juga sama, tidak puas sejarah hanya masuk ke kejuraan U-23 saja, ada mimpi yang lebih besar lagi.  Tidak mudah, lawannya, Australia, Qatar, dan Yordania yang kemarin final, saya pernah bilang ke kalian sewaktu sebelum bermain SEA Games. Kalau mata kalian bisa melihat mereka di lapangan, seperti waktu itu kita ngelihat Thailand dan Vietnam, sama kalian lihat mereka. Saya yakin, kita tidak kalah sama mereka," tutur Erick.

Dengan menembus Piala Asia U-23, itu sudah menjadi sejarah baru lainnya. Lagi-lagi Erick melihat gambaran ke depan. Jika berprestasi di turnamen tersebut, awak Merah Putih akan mentas di ajang Olimpiade.

Berdasarkan aturan, tim peringkat satu, dua, dan tiga di Piala Asia U-23, otomatis meraih tiket Olimpiade 2024. Lalu tim yang finis di urutan keempat, akan menjalani playoff melawan wakil Afrika untuk lolos ke Paris. Namun saat ini, Indonesia hanya perlu fokus ke agenda di depan mata.

Piala Asia U-23 2024 berlangsung sejak 15 April-3 Mei 2024. Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Australia, dan Yordania.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Timnas Indonesia (@timnas.indonesia)

Komposisi tim
Pelatih timnas Indonesia menambah komposisi pemain timnas U-23 menjadi 28 pemain. Sebelumnya, di akun resmi Instagram Timnas Indonesia, PSSI atau dalam hal ini pelatih Shin Tae-yong memanggil 27 permain.

Perubahan data terbaru, menunjukkan pemain naturalisasi Nathan Tjoe-A-On masuk dalam daftar tim Piala Asia U-23.

Dengan target besar di Piala Asia U-23, STY perlu lebih jeli memanfaatkan amunisi yang ada. Ia akan melakukan seleksi. Dari 28 pemain, lima orang bakal dicoret.

Hanya 23 nama yang diboyong ke Qatar. Dari daftar sementara, terdepat beberapa sosok yang sudah malang melintang di Timnas Indonesia senior seperti Witan Sulaeman, Marselino Ferdinan, dan Ernando Ari. Adapun jumlah pemain keturunan kini menjadi empat orang, yakni Rafael Struick Justin Hubner, Ivar Jenner, serta Nathan Tjoe-A-On. 

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengapresiasi sikap tegas PSSI yang menunda gelaran Liga 1 Indonesia musim ini untuk mendukung langkah timnas Indonesia menuju Olimpiade 2024 Paris, Prancis.

Penundaan yang diputuskan melalui Rapat Executive Committee (Exco) yang digelar Sabtu (30/3) itu dilakukan supaya klub-klub peserta Liga 1 dapat meminjamkan pemainnya untuk tampil bersama timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong di Piala Asia U-23 2024 Qatar.

Penundaan ini diberlakukan pada pekan ke-31 yang dimulai pada 1 April sampai selesainya pergelaran Piala Asia U-23 pada 3 Mei mendatang.

"Kami mengapresiasi sikap tegas PSSI yang memprioritaskan Olimpiade dari pada liga. Langkah yang diambil ini sudah sangat tepat karena kepentingan Nasional atau Merah Putih lebih besar dari kepentingan pribadi maupun kelompok," ujar Okto.

Penampilan timnas Indonesia U-23 di Piala Asia nanti sangatlah penting, mengingat event tersebut menjadi ajang kualifikasi menuju Olimpiade Paris.

"Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mendukung perjuangan Timnas Indonesia supaya bisa lolos ke Olimpiade. Jika terjadi, ini bisa menjadi sejarah baru buat sepak bola Indonesia dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola kita ke depan," ungkap Okto.

Sepanjang sejarah, cabang olahraga sepak bola baru sekali tampil di Olimpiade, tepatnya pada Olimpiade 1956 Melbourne, Australia. Kala itu, langkah Merah Putih yang dilatih Tony Pogacknik terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Uni Soviet 0-4 pada laga yang digelar di Olympic Park Stadium, Melbourne.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat