Pekerja melakukan bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (13/2/2024). | Republika/Thoudy Badai

Ekonomi

Beras Hingga Telur Kerek Inflasi

Mundurnya masa tanam yang diikuti masa panen berdampak pada pola pembentukan harga beras.

JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52 persen secara bulanan (mtm). Komoditas beras hingga telur menjadi penyebab meningkatnya inflasi.

Sementara secara tahunan (yoy), inflasi Maret tercatat sebesar 3,05 persen dan secara tahun kalender atau year to date terjadi inflasi sebesar 0,93 persen.

"Tingkat inflasi bulanan Maret 2024 relatif lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada tahun lalu," kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (1/4/2024).

photo
Tingkat inflasi Maret 2024 - (BPS)

Amalia menjelaskan, inflasi bulanan pada Maret 2023 terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 105,58 pada Februari 2024 menjadi 106,13 pada Maret 2024. Sementara inflasi secara tahunan pada Maret 2023 terjadi peningkatan IHK dari 102,99 pada Maret 2023 menjadi 106,13 pada Maret 2024.

Amalia menjelaskan, penyumbang utama inflasi Maret 2024 secara bulanan merupakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,41 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut yakni telur, ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.

Sementera itu, penyumbang utama inflasi Maret 2024 secara tahunan yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 2,09 persen. "Komoditas openyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras, daging ayam ras, cabai merah, sigaret kretek mesin (SKM), dan telur ayam ras," jelas Amalia.

Amalia menambahkan, sebaran inflasi bulanan menurut wilayah sebanyak 34 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Sedangkan empat lainnya mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi sebesar 1,07 persen di Provinsi Sulawesi Utara. Deflasi terdalam terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,46 persen," ucap Amalia.

photo
Pedagang menata telur ayam di kiosnya di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/12/2023).- (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

BPS juga mencatat, komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan andil inflasi yang hanya 0,01 persen. Amalia menyebut, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga diatur pemerintah adalah sigaret kretek mesin.

Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,16 persen. Komponen tersebut memberikan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,36 persen.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah," tutur Amalia.

Pada Maret 2024, BPS mencatat beras masih mengalami inflasi secara bulanan sebesar 2,06 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Meskipun begitu, BPS mengungkapkan inflasi beras mulai melemah pada Maret 2024.

"Pada Maret 2024, tekanan inflasi beras mulai melemah seiring dengan kegiatan panen raya," kata Amalia.

b

photo
Petugas menata beras premium di Gudang RPC PT Food Station, Cipinang, Jakarta, Rabu (21/2/2024). - (Republika/Putra M. Akbar)

Dia menjelaskan, mundurnya masa tanam yang diikuti masa panen berdampak pada pola pembentukan harga beras. Jika melihat periode sebelumnya yaitu pada periode awal 2023, Amalia menyebut harga beras tiga kali mengalami inflasi secara bulanan yang cukup tinggi pada Januari, Februari, dan Maret.

Lalu selama periode April 2023 hingga Maret 2024, BPS mencatat inflasi beras sempat naik tinggi pada September 2023 saat terjadi El Nino dan juga pembatasan ekspor beras di pasar global oleh beberapa negara lain. "Ini juga menyebabkan tekanan harga di tingkat global," tutur Amalia.

Lalu secara bertahap, terlihat inflasi beras mulai mereda dan kembali naik cukup tinggi pada Februari 2024 sebelum terjadinya panen raya. Pada Maret 2024, tekanan inflasi beras terlihat mulai melemah seiring dengan mulainya panen raya.

"Ini artinya terjadi peningkatan produksi beras di domestik," ucap Amalia.

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat