Seorang warga merapihkan barang-barang saat banjir di kawasan Perumahan Tirta Mandala, Depok, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2020). | ANTARA FOTO
13 Mar 2020, 02:00 WIB

Depok Fokus Kurangi Titik Banjir

 

DEPOK -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok sudah merancang program penanggulangan banjir untuk diterapkan pada 2020. Kepala Dinas PUPR Kota Depok Dadan Rustandi mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan jajarannya, setidaknya terdapat 136 titik bencana longsor dan banjir yang terpetakan untuk segera ditangani.

"Untuk menekan angka itu, kami telah memiliki beberapa program. Salah satunya rehabilitasi, normalisasi, dan penurapan saluran irigasi di 33 lokasi di Kota Depok," ujar Dadan di Balai Kota Depok, Kamis (12/3).

Dia mengatakan, Dinas PUPR Kota Depok juga akan membangun dan merehabilitasi bangunan irigasi di enam lokasi, yaitu di Bendung Saluran Cabang Barat (BCB) Kelurahan Grogol, BCB Kelurahan Krukut, dan lokasi lainnya. "Kami juga menormalisasi drainase dengan melibatkan masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Menata sistem drainase utama Kota Depok serta penataan daerah aliran sungai (DAS)," kata Dadan.

Dadan menuturkan, program konservasi dan pemanfaatan situ sebagai resapan air juga masuk dalam daftar penanggulangan banjir. Nantinya pengerjaannya dilakukan di 14 lokasi, meliputi penurapan kali inlet Situ Cilodong, penurapan dan normalisasi saluran inlet Situ Tipar, serta penurapan Situ Cinere. Dinas PUPR memang ingin memaksimalkan keberadaan situ untuk menjadi lokasi penampung air hujan agar tidak ada lagi banjir di permukiman warga. "Semua kegiatan ini sebagai upaya untuk mengurangi titik banjir dan longsor di Kota Depok," ujarnya.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana mengevaluasi program penanganan banjir di wilayahnya. Dia mencatat, Kota Depok sempat dikepung banjir di 87 titik akibat cuaca ekstrem pada beberapa waktu lalu. Dia tidak memungkiri, salah satu penyebab banjir karena pelanggaran dalam tata ruang dan bangunan di Kota Depok.

Padahal, menurut Pradi, Kota Depok berada di kawasan dataran tinggi. Sehingga hal itu sangat menguntungkan bagi tata letak pembangunan, ketika debit Sungai Ciliwung meluap, banjir dapat cepat surut. Karena itu, pihaknya bakal memfokuskan penataan 23 situ yang ada di Kota Depok guna mengendalikan banjir. Tidak hanya berfungsi sebagai daerah resapan air, pihaknya merancang agar keberadaan situ juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sehingga mereka bisa ikut merawat keberadaan situ. "Puluhan situ ini sangat luas, ada yang lima hektare bahkan mencapai puluhan meter. Tentunya sangat berpotensi, terutama untuk peningkatan ekonomi," kata Pradi.

Digelar sebulan

Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 tahun 2020 tingkat Kodam Jaya resmi dibuka oleh Asisten Teritorial (Aster) Kasdam Jaya, Kolonel (Inf) Jacky Ariestanto yang berlangsung di Balai Kota Depok, Kamis, dengan mengangkat tema "TMMD Pengabdian untuk Negeri". "Pelaksanaan TMMD selama satu bulan ini diharapkan kemanunggalan TNI-masyarakat dapat terwujud dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat Kota Depok," ujar Jacky.

Menurut Jacky, pada tahun ini, program TMMD dilaksanakan sebanyak tiga kali agar kegiatan tersebut diketahui khalayak luas. Nantinya seluruh program TMMD untuk peningkatan kualitas infrastruktur, termasuk pencegahan banjir.

Komandan Kodim 0508/Depok selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj menjelaskan, rencana pelaksanaan TMMD Ke-107 di Kota Depok dimulai pada 16 Maret dan berakhir pada 14 April 2020. Untuk lokasi kegiatan, sambung dia, dipusatkan di Kelurahan Kalibaru dan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. "Personel satgas yang dilibatkan pada kegiatan TMMD ke-107 ini, sebanyak 150 orang personel," katanya. n


×