Warga melintasi jalan Pantura yang terendam banjir di Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, Ahad (17/3/2024). | ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Nusantara

Banjir Demak Mulai Surut, Warga Tinggalkan Pengungsian

BBWS masih melakukan penguatan tanggul yang sebelumnya jebol.

DEMAK — Warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mulai pulang ke rumahnya masing-masing setelah banjir mulai surut. Banjir surut setelah tertanganinya tanggul jebol Sungai Wulan dan Sungai Bugel.

Toha, salah seorang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengaku sengaja pulang untuk membersihkan rumahnya setelah banjir mulai surut. Jalan Pantura Timur Demak-Kudus, kata dia, juga sudah bisa dilalui, meskipun baru satu ruas jalan karena ruas satunya masih tergenang cukup tinggi.

Hanya saja, kata dia, jalan menuju rumahnya masih ada genangan. Ia berharap setelah rumahnya dibersihkan dan banjir benar-benar surut, terutama akses di Dukuh Kedung Banteng juga surut, maka dirinya bersama keluarga bisa langsung menempati rumah tanpa harus bersih-bersih. 

photo
Sejumlah kendaraan bermotor menembus banjir di jalan pantura Demak-Kudus, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Ahad (18/2/2024). - ( ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Hayuk, warga Desa Wonorejo lainnya, mengaku tidak mengungsi karena rumahnya yang berlantai dua masih bisa ditempati sebagai tempat sementara selama banjir. "Saya juga sudah mempersiapkan stok bahan makanan, sehingga tanpa harus mengungsi sudah bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarga," ujarnya, Ahad (24/3/2024).

Komandan Posko Terpadu Penanganan Darurat Banjir Demak Letkol Kavaleri Maryoto membenarkan bahwa sebagian besar daerah yang terdampak banjir, genangannya mulai surut.

"Memang banyak warga yang sebelumnya mengungsi, setelah mengetahui banjir surut pulang ke rumahnya," ujarnya.

Hal itu terjadi karena penanganan tanggul jebol, baik di Sungai Wulan maupun Sungai Bugel di Godong, Kecamatan Grobogan sudah ditutup, termasuk Saluran Induk Klambu Kiri di Desa Ngemplik Wetan.

"Saat ini, BBWS masih melakukan penguatan tanggul yang sebelumnya jebol," ujarnya.

Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Pol Dedi Prasetyo memastikan korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tertangani dengan baik oleh pihak terkait, khususnya tim kemanusiaan Polri. 

"Berkat sinergi dan kolaborasi TNI, Polri, relawan dan pemda, pengungsi korban dapat tertangani sangat baik. Anak-anak, kami lakukan penyembuhan trauma (trauma healing), kebutuhan para pengungsi tercukupi, tempat untuk tinggal cukup bersih," kata Dedi.

Rombongan perwira tinggi Polri itu mendatangi lokasi pengungsi di SDN Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah. Di lokasi tersebut juga dijadikan Posko Kesehatan dan Penyembuhan Trauma (Trauma Healing).

Setibanya di lokasi pengungsian, rombongan disambut warga yang terkena dampak banjir. Polri telah mengerahkan Tim Trauma Healing dari Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Tim Dokkes Polri dan Polwan Siaga Bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial.

photo
Foto udara pekerja mengoperasikan alat berat menyelesaikan penguatan tanggul Sungai Wulan yang sempat jebol akibat tak mampu menampung debit air di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (21/2/2024). - (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Pada kesempatan itu, Dedi dan pejabat lainnya juga berinteraksi dengan anak-anak yang tengah mendapatkan terapi penyembuhan trauma dan mengajak agar anak-anak pengungsian bercanda ringan agar tidak stres karena bencana banjir yang masih terjadi.

Dedi menemui para orang tua dan berbincang santai sembari menghibur para pengungsi dengan candaan ringan. Mantan Kadiv Humas Polri itu menyempatkan diri melihat anggota polwan bertugas di dapur umum menyiapkan segala kebutuhan makanan bagi pengungsi korban banjir Demak.

Dedi juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian banjir yang sudah dua kali melanda wilayah Kabupaten Demak yakni pada Februari dan Maret ini. Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu berharap bahwa bantuan kemanusiaan kali ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat yang terkena dampak sehingga meringankan.

"Kami dari jajaran Polri rasa prihatin atas kejadian ini dan semoga bantuan yang kami bawa bisa bermanfaat bagi warga yang terkena dampak," kata Dedi.

Dedi menambahkan, bahwa misi kemanusiaan yang dilaksanakan selama empat hari sejak Jumat 22 Maret sampai Senin 2 April bisa dilanjutkan apabila diperlukan. "Posko kesehatan dan penyembuhan trauma kalau memang perlu dilanjutkan, akan kita lanjutkan," ujar Dedi.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan untuk saat ini tinggal tiga wilayah yakni Demak, Kudus dan Pati yang masih tergenang banjir. Sementara untuk wilayah lainnya sudah berangsur-angsur pulih. Lutfi juga akan mendorong percepatan pemulihan pasca bencana yakni seperti perbaikan rumah-rumah warga dan sarana dan prasarana yang rusak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kondisi banjir di Kabupaten Demak memicu enam tanggul pembatas aliran sungai jebol. Situasi itu mengakibatkan 24.436 warga terkena dampak banjir harus sebab air menggenangi tempat tinggal mereka hingga Kamis (21/3/2024).

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat