Buah Belimbing Depok. Sebagai Ikon Kota Depok, Buah Belimbing ikut dipamerkan di Pameran Tanaman Hias di Depok Town Square (Detos), Rabu (4/5). | Rusdy Nurdiansyah/Republika

X-Kisah

11 Mar 2020, 02:00 WIB

Belimbing Dewa Menjadi Andalan Depok

Kota Depok, Jawa Barat, selama ini mendapat julukan sebagai Kota Belimbing. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok berkomitmen untuk melestarikan keberadaan belimbing yang telah menjadi ikon di wilayahnya tersebut.

DKP3 Kota Pun mengadakan Festival Belimbing Depok sekaligus promosi hasil tanaman pangan dan hortikultura 2020 di halaman Balai Kota Depok, Selasa (10/3). Dalam acara tersebut, dibagikan buah belimbing sebanyak 1,5 ton secara gratis kepada pengunjung yang datang. 

"Kami akan terus melestarikan produk pertanian, khususnya di Kota Depok, salah satunya adalah belimbing dewa yang menjadi andalan dan ikon Kota Depok," ujar Kepala DKP3 Kota Depok, Diah Sadiah, saat ditemui di lokasi.

Festival ini, menurut Diah, dimeriahkan dengan lomba pameran belimbing dewa yang diikuti 40 peserta. Dia menjelaskan, belimbing dewa khas Kota Depok memiliki keunggulan istimewa dari segi ukuran dan rasa. "Untuk itu, kami adakan lomba dan bagi-bagi buah belimbing gratis yang tujuannya tetap sama untuk mengenalkan buah tersebut kepada masyarakat," kata Diah. 

Dia menjamin, semua pengunjung yang menghadiri festival ini bakal bisa membawa pulang belimbing. Kalaupun tidak, mereka bisa langsung makan buah di lokasi untuk merasakan manisnya belimbing dewa.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, produk yang disajikan di Festival Belimbing Depok merupakan hasil produksi petani yang berkualitas. Karena itu, buah yang dihadirkan di acara festival sudah melalui hasil seleksi ketat. "Jadi, insya Allah, kita berkomitmen untuk terus melestarikan produk-produk pertanian di Kota Depok dengan berbagai cara. Salah satu produk unggulan pertanian, yakni belimbing dewa," katanya.

Idris menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya menjadikan belimbing dewa sebagai produk unggulan, meskipun terkendala keterbatasan lahan pertanian. Sebagai solusinya, pihaknya berupaya menetapkan lokasi wilayah lahan pertanian yang tidak dapat diganggu gugat atau dialihfungsikan untuk permukiman atau pusat perbelanjaan. Pasalnya, kalau hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan jumlah petani belimbing bakal terus berkurang karena lahannya dijual ke pengembang.

"Asalnya menjadi pusat pertanian belimbing, seperti di wilayah Kelapa Dua, Cimanggis. Namun, ada juga beberapa petani yang sudah mengubah lahannya dengan disewakan ke pihak lain," ujar Idris.

Produk unggulan

Menurut Idris, dengan diadakannya Festival Belimbing Depok, bisa menjadi salah satu cara agar pembudi daya buah khas Kota Depok tersebut tetap memiliki semangat dan harapan memproduksi belimbing. Sehingga, buah yang menjadi ikon di pintu masuk Kota Depok tidak hilang dan bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, yang terpenting produk belimbing mampu memberikan dampak perbaikan ekonomi bagi petani dan pelaku usaha pertanian.

"Dengan festival ini, produk unggulan belimbing dewa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pertanian belimbing dewa ini sekarang hampir tersebar di seluruh kecamatan di Kota Depok," ujarnya.

Menurut Idris, saat ini terdapat sebanyak 20 kelompok tani (poktan) belimbing dewa di Kota Depok. Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Pancoran Mas, Sawangan, Limo, Cimanggis, dan Tapos. Dia menyebut, peran poktan sangat penting dalam menjaga eksistensi buah lokal ini. Pasalnya belimbing dewa sudah menjadi produk unggulan dan andalan Kota Depok sejak dahulu. Karena itu, ia mendorong para petani bisa makin giat memproduksi belimbing karena ternyata sangat digemari masyarakat luas.

"Saya berharap dapat memajukan pertanian di Kota Depok, khususnya komoditas Belimbing, sehingga tidak hanya menjadi produk yang dapat mengharumkan nama Kota Depok, tapi juga bisa meningkatkan ekonomi petaninya," kata Idris. n


×