Pengunjung mendatangi stan dalam pameran Manufacturing Indonesia 2022 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (1/12/2022). | Tahta Aidilla/Republika

Ekonomi

Indonesia Masih Jadi Tujuan Investasi Manufaktur

Pada 2023 terlihat lonjakan tajam pada nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas.

JAKARTA -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama bagi para investor skala global guna perluasan usaha di sektor industri. Adanya peningkatan realisasi investasi juga didukung oleh berbagai kebijakan strategis pemerintah yang pro bisnis melalui pemberian kemudahan izin dan fasilitas insentif.

Selama periode 2014-2023, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas cenderung fluktuatif dengan tren peningkatan. "Artinya, para investor masih melihat Indonesia sebagai lokasi yang sangat menarik dan menguntungkan untuk bisnisnya,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (14/2/2024).

Dibandingkan kondisi 2014, kata dia, pada 2023 terlihat lonjakan tajam pada nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas, yaitu dari Rp 186,79 triliun menjadi Rp 565,25 triliun. Secara kumulatif, lanjutnya, realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas selama 10 tahun atau periode 2014-2023 sebesar Rp 3.031,85 triliun.

photo
Pekerja mengecek rangka mobil Toyota Yaris Cross yang akan dirakit di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Senin (7/8/2023). - (Republika/Putra M. Akbar)

Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, para investor masih memiliki kepercayaan tinggi untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Terbukti, pada 2019 sampai 2023, nilai investasi di sektor industri manufaktur juga mengalami peningkatan signifikan.

“Investasi di sektor industri pada 2019 sebesar Rp 213,44 triliun, naik menjadi Rp 259,28 triliun di 2020, lalu naik lagi sebesar Rp 307,58 triliun di 2022 dan melonjak hingga Rp 457,60 triliun pada 2022,” tutur Agus.

Dari sisi pertumbuhannya, selama periode 2014-2023, yang mengalami kenaikan secara meroket dari 2021 ke 2023 mencapai 48,77 persen. Kemudian, disusul pada 2015-2016, yang tumbuh hingga 39,18 persen, dan 2014-2015 melesat sebesar 24,22 persen.

Agus optimistis, peningkatan investasi di sektor industri manufaktur memiliki korelasi dengan kebijakan pemerintah dalam memacu hilirisasi sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan.

“Artinya, pemerintah sangat konsisten sekali bahwa realisasi investasi tidak hanya didorong oleh sektor jasa, tetapi juga karena prospek membangun industri hilirnya sehingga dapat memperdalam struktur manufaktur kita agar bisa lebih berdaya saing,” tutur dia.

Menperin menekankan, pemerintah bertekad terus mendorong hilirisasi industri yang akan berkontribusi signifikan terhadap pemasukan negara melalui pajak ekspor, royalti, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen. Presiden Joko Widodo, sambung dia, sering menyampaikan, hilirisasi industri menjadi prioritas nomor satu.

“Sebagai gambaran, saat masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, kontribusi komoditas nikel nilainya sekitar Rp 15 triliun dalam setahun. Setelah masuk ke industrialisasi, nilainya melompat tajam menjadi 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp 360 triliun,” jelasnya.

Agus menambahkan, peningkatan realisasi investasi di sektor industri memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, termasuk dalam penambahan jumlah tenaga kerja. Pada periode 2014-2023, capaian jumlah tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

photo
Pekerja menyelesaikan perakitan mobil Toyota di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, Senin (7/8/2023). - (Republika/Putra M. Akbar)

Pada 2014, jumlah tenaga kerja di sektor industri manufaktur sebanyak 15,62 juta orang, dan naik menjadi 19,29 juta orang pada Agustus 2023. “Kecuali pada 2020, karena terjadi pandemi Covid-19, jumlah tenaga kerja terdampak mengalami penurunan. Namun, setelah pandemi berakhir, kinerja industri kembali berhasil bangkit dan terus tumbuh setiap tahunnya, sehingga jumlah penyerapan tenaga kerja juga ikut naik,” tutur dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat