Sejumlah wisatawan berjalan di halaman Candi Borobudur di Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (13/2/2020). | Anis Efizuddin/Antara
10 Mar 2020, 02:31 WIB

Merawat Peninggalan Wangsa Syailendra: Candi Borobudur

Mulai 13 Februari 2020 Badan Konservasi Borobudur (BKB) membatasi kunjungan wisatawan hanya sampai lantai 8.

Kunjungan wisata ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menembus angka 4 juta pengunjung per tahun. Bahkan, saat musim liburan, pengunjung mencapai 58 ribu orang per hari dan kisaran 4 ribu hingga 7 ribu orang per jam menaiki struktur Candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Hal ini selain membawa dampak positif, juga membawa dampak negatif. Terutama bagi kelestarian bangunan candi peninggalan Wangsa Syailendra itu sendiri. Mulai 13 Februari 2020 Badan Konservasi Borobudur (BKB) memberlakukan pembatasan kunjungan wisatawan hanya sampai lantai 8.

Sedangkan, lantai 9 dan 10 ditutup untuk umum sampai batas waktu yang tidak ditentukan. ?Untuk sementara, di lantai 9 dan 10 dilakukan monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui kerusakan di lantai tersebut,? kata Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono.

Kerusakan Candi Borobudur

photo
Sejumlah seniman mengikuti kirab Ruwat Rawat Borobudur di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Ahad (9/2/2020). - (ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO)

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, di lantai 9 dan 10 mengalami kerusakan hampir 30 persen dan di tangga naik mengalami kerusakan hampir 40 persen. "Kerusakannya bermacam-macam, keausannya ada yang hanya satu milimeter, ada yang 2 sentimeter, bahkan ada yang 4 sentimeter," katanya.

Menurut Tri, keputusan untuk monitoring ini tujuannya agar bagian paling suci, terutama di stupa induk dan Arupadatu tersebut bisa lebih terawat. ?Kalau kerusakan dibiarkan terus-menerus kita akan kehilangan satu warisan budaya yang berarti bagi bangsa Indonesia. Kita berharap warisan ini bisa tersambungkan ke generasi yang akan datang,? katanya.

 

Jutaan pengunjung

photo
Wisatawan menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2020 di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (1/1/2020). - (ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO)

BKB melakukan pengamatan di lantai 9 dan 10, di lantai tersebut ditutup untuk umum, kecuali untuk kegiatan yang berhubungan dengan ritual keagamaan termasuk jika ada tamu negara yang datang. Berdasarkan penelitian tahun 2008-2009, katanya, dengan dua juta pengunjung per tahun kira-kira batu tangga aus sekitar 0,2 sentimeter, berarti kalau 10 tahun sudah 2 sentimeter, padahal pengunjung kini sampai 4 juta per tahun sehingga keausan batu akan lebih cepat lagi.

Dalam upaya pelestarian tersebut, BKB juga akan melapisi tangga naik candi dengan papan kayu untuk melindungi batuan candi. "Jenis kayu jati nanti akan digunakan untuk melapisi tangga Candi Borobudur," katanya. Dalam uji coba beberapa waktu lalu ada yang menggunakan pelapisan dari kayu dan karet dan ternyata dengan pelapisan dari bahan kayu lebih baik.

Anggaran untuk pelapisan tangga candi tersebut masih dalam penghitungan. "Perbandingannya kayu jati lebih bagus, lebih lentur, sedangkan bahan dari karet kalau terkena panas jadi mengeras," katanya. Menurut dia, rencananya keempat sisi tangga dilapisi kayu semua, kemudian juga lapisan melingkar di lantai tujuh.

Tri menuturkan, rencananya pengunjung naik Candi Borobudur hanya dibatasi sampai lantai tujuh karena jika dilihat di lantai delapan dan sembilan mengalami keausan yang cukup parah.

"Keausan batu lantai paling parah di lantai delapan dan sembilan karena biasanya pengunjung berkeliling di situ," katanya. Ia menyampaikan, untuk keausan tangga paling parah pada tangga di sisi timur karena digunakan untuk naik.

 

Situs kawasan

photo
Wisatawan menyaksikan matahari terbit pertama tahun 2020 di candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (1/1/2020). - (ANIS EFIZUDIN/ANTARA FOTO)

BKB juga merencanakan pengembangan situs-situs di kawasan Borobudur sebagai upaya pemecah atau penyebaran pengunjung Candi Borobudur. Kepala Seksi Konservasi BKB Yudi Suhartono mengatakan, pelindungan situs-situs di kawasan cagar budaya Borobudur selain Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon, BKB juga memfokuskan untuk penyelamatan dan pengamanan situs Dipan, Brongsongan, Samberan, Bowongan, dan Plandi.

Pada akhir 2019, BKB telah melaksanakan ekskavasi penyelamatan di kelima situs tersebut yang bertujuan untuk mendata bentuk dan material dari tiap-tiap situs. Pemagaran telah dilaksanakan di situs Dipan, Brongsongan, Samberan, dan Plandi sebagai langkah awal pengamanan dan penataan situs-situs tersebut.

Pemantauan situs-situs di sekitar Candi Borobudur merupakan bagian dari monitoring kawasan Cagar Budaya Borobudur yang bertujuan untuk mengamati dan memantau aktivitas berkaitan dengan kondisi keterawatan situs, perubahan lahan, dan bentang pandang, serta perubahan fasad bangunan tradisional.

Yudi menuturkan, monitoring ini berupa catatan dan rekomendasi yang akan diberikan kepada pihak yang berwenang terutama kepada pihak yang terkait dengan penataan kawasan di lingkungan Kawasan Cagar Budaya Borobudur. Sebab, pengelolaan dan wewenang di wilayah zona 3 Candi Borobudur dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Magelang.

Ia menyampaikan, kerentanan terhadap dampak negatif tingkat kunjungan wisatawan dapat diminimalkan dengan manajemen pengunjung yang efektif, yakni mengatur dan memecah pengunjung agar tidak hanya terkonsentrasi di area Candi Borobudur, tapi dapat disebarkan ke kawasan Borobudur.


×