Sesi diskusi panel IPv6 Summit 2023 bertema | Dok ASIOTI

Inovasi

Janji Mewujudkan Efisiensi Operasional Melalui Adaptasi IPv6

Saat ini Indonesia sedang mempercepat upayanya dalam pembangunan infrastruktur ekonomi digital terkait IPv6.

Keberadaan internet kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dinamika perkembangan teknologi pun terus berkembang.


Indonesia sebelumnya lebih banyak menggunakan Protokol Internet versi 4 (Internet Protocol version 4/IPv4) untuk melakukan berbagai aktivitas di dunia maya. Sejak 6 Juni 2012, Internet Protocol version 6 atau IPv6 diluncurkan ke seluruh dunia. Dengan pertumbuhan internet yang sangat pesat dan dengan masuknya era 5G dan internet of things (IoT) telah mendorong kebutuhan alamat IP yang sangat besar sehingga IPv6 sangat dibutuhkan.


Efisiensi yang diperoleh dari penerapan IPv6 dan biaya migrasi yang lebih rendah menjadi daya tarik utama untuk meningkatkan adopsi IPv6 di Indonesia. Meskipun sumber daya IPv4 yang tersisa di seluruh dunia semakin terbatas.

Demikian kesimpulan sesi diskusi panel IPv6 Summit 2023 bertema 'Embracing IPv6 Innovation Toward Intelligent Indonesia Digital Vision 2030 & 2045' yang diselenggarakan oleh Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) bersama Direktorat Pos dan Informatika. Pengendalian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta Dewan IPv6 Asia Pasifik, Senin (11/12/2023)

photo
Sesi diskusi panel IPv6 Summit 2023 bertema Embracing IPv6 Innovation Toward Intelligent Indonesia Digital Vision 2030 & 2045 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Internet of Things Indonesia (Asioti) bersama Direktorat Pos dan Informatika. Pengendalian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Dewan IPv6 Asia Pasifik, Senin (11/12/2023). - (Dok ASIOTI )

Direktur Jenderal Pos dan Informatika Kominfo Wayan Toni Supriyanto mengatakan, dibutuhkan teknologi internet protokol (IP) dengan jumlah alamat IP yang tidak terbatas untuk mendukung perkembangan teknologi digital. Ruang alamat Protokol Internet versi 4 (IPv4) harus ditingkatkan untuk menjamin konektivitas setiap perangkat. 


“Dunia sudah memulai proses migrasi ini beberapa tahun lalu, begitu pula di Indonesia. Saat ini proses adopsi IPv6 diharapkan bisa lebih cepat karena dalam use case, manfaat dari proses migrasi bisa dirasakan langsung oleh pengguna,” ujarnya. 

Senada, Ketua Asioti, Teguh Prasetya, menjelaskan, IPv6 tidak hanya menawarkan jumlah yang lebih banyak. Tetapi, dia melanjutkan, juga manfaat mulai dari keamanan end-to-end, fitur yang ditingkatkan, koneksi yang lebih baik, interferensi yang minimal dan penundaan yang minimal dibandingkan dengan IPv4, serta seluruh perangkat telekomunikasi yang ada saat ini sudah mendukung IPv6. 

photo
Kapal pelayaran perintis KM Sabuk Nusantara 83 yang membawa penumpang dari Pulau Sedanau berlabuh di Dermaga Pelabuhan Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (7/11/2020). Kementerian Perhubungan berharap dengan adanya layanan kapal perintis tersebut meningkatkan konektivitas antarwilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) melalui penyelenggaraan tol laut. - (ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO)


Teguh menambahkan, IPv6 saat ini merupakan sumber daya yang sangat besar dan dibutuhkan untuk mengimplementasikan teknologi seperti mobil otonom yang akan masif pada masa depan.

Lahirkan Efisiensi 

I Gede Damaryusa, Chief Technology Officer (CTO) PT XL Axiata, Tbk menilai, adopsi IPv6 bermanfaat dari sisi operasional karena berbagai fitur yang disediakan, salah satunya adalah pemeliharaan BTS (base transceiver station) tanpa awak. Sehingga mengurangi perbedaan. beban biaya.

“Dengan IPv6 sebagai landasannya, kini aplikasi kami beragam sehingga biaya yang terbatas dapat digunakan untuk berbagai ekspansi guna membangun bisnis atau portofolio baru,” ujarnya. Gede menambahkan, keuntungan nyata bagi XL Axiata melalui penerapan IPv6, menurutnya, adalah bagaimana XL berhasil meningkatkan efisiensi dari segi operasional dimana sekarang sebagai CTO, tugas utamanya adalah bertanggung jawab atas biaya untuk menghasilkan pendapatan.

photo
Pekerja mencoba jaringan 5G di XL Center Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/9/2021). PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memperkenalkan sekaligus sosialisasi ketersediaan jaringan 5G di Medan sebagai salah satu tahapan persiapan untuk menggelar 5G secara komersial dan masif nantinya. - (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/rwa.)

PT XL Axiata Tbk merupakan salah satu penerima Apresiasi Adopsi IPv6 tertinggi di Indonesia bersama dengan PT Telkom Indonesia, PT Cyberindo Aditama, PT Supra Primatama Nusantara, Universitas Islam Indonesia, PT PLN (Persero), dan Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia ( APJII), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI) merupakan penggagas adopsi IPv6.

Sementara itu, Ryan Qiu, Wakil CEO Huawei Data Communication, mengatakan, digitalisasi semakin memberikan pengaruh yang lebih dalam terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Di masa depan, kata dia, internet of things (IoT) dalam bentuk perangkat pintar, kota pintar, dan rumah pintar akan terlibat dalam hal ini.

Kemajuan teknologi ini memerlukan dukungan layanan internet IPv6 untuk menciptakan manfaat yang optimal bagi penggunanya. Pada masa depan, pengenalan IPv6 meningkatkan kemampuan berkualitas tinggi dan kemampuan ultra-broadband 400 GE akan mampu memberikan landasan yang kuat untuk transformasi digital. "Dengan pengalaman dan keunggulan teknologi yang dimiliki, Huawei dapat membantu ekosistem digital menciptakan terobosan untuk mewujudkan transformasi digital di Indonesia," kata Qiu.

photo
Teknologi BTS milik Huawei Indonesia - (Dok Huawei Indonesia)

Apalagi, saat ini Indonesia sedang mempercepat upayanya dalam pembangunan infrastruktur ekonomi digital terkait IPv6. Indonesia pun kini sedang mengejar ketertinggalan dalam pengembangan IPv6 dan sudah menjadi yang terdepan di dunia dalam penerapan teknologi IPv6 yang berwawasan ke depan.

Ambil contoh XL, yang telah menyelesaikan penerapan komersial jaringan IPv6 yang ditingkatkan. Teknologi utama seperti SRv6, 400GE dan teknologi peta digital sangat terdepan di Indonesia, bahkan di seluruh ASEAN. Hal ini tentunya akan menciptakan landasan infrastruktur yang kokoh bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

 

 
Adopsi IPv6 bermanfaat dari sisi operasional karena berbagai fitur yang disediakan. 
 
I GEDE DARMAYUSA, Chief Technology Officer (CTO) PT XL Axiata, Tbk. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Mengenal Beragam Teknologi Mewujudkan Konektivitas Internet

Starlink dan LTE sama-sama dapat menyediakan konektivitas internet broadband ke lokasi pedesaan.

SELENGKAPNYA

Tak ada Internet, Gaza Mohon Doa Umat Islam Lewat Toa Masjid

Israel butakan warga dunia atas genosida di Gaza.

SELENGKAPNYA

Jelang Serangan Darat, Israel Padamkan Internet Gaza

Serangan hebat dan pemadaman internet disebut persiapan serangan darat.

SELENGKAPNYA