Menteri Sosial Juliari P. Batubara | Putra M Akbar/Antara

Wawasan

02 Mar 2020, 13:15 WIB

Perkuat Pemberdayaan Sosial

 

 

 

Posisi Menteri Sosial era Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma'ruf Amin kembali dipercayakan kepada kader partai politik. Setelah dipimpin kader Partai Golkar pada periode lalu, kini Presiden memercayakan kader PDIP Juliari Peter Batubara menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Sosok pengusaha kelahiran Jakarta ini mendapatkan kepercayaan untuk meneruskan target penurunan kemiskinan hingga 6,5 persen pada akhir kabinet pada 2024 mendatang. Target ini menjadi target yang dinilai ambisius melihat fakta angka kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2019 masih di angka 9,22 persen. Meskipun, angka itu menurun sekitar 0,19 persen jika dibandingkan pada Maret 2019 yang berada di angka 9,41 persen.

Target penurunan kemiskinan inilah yang juga dipesan secara khusus oleh Presiden Jokowi ketika meminta Juliari Batubara menjadi menteri sosial. Lalu, apa saja strategi yang disiapkan Juliari untuk menurunkan kemiskinan selama lima tahun ke depan? Wartawan Republika, Haura Hafizhah, berkesempatan berbincang dengan Juliari di kantornya pada Jumat pekan lalu. Berikut petikannya:

Apa pesan khusus Presiden Jokowi terkait posisi Menteri Sosial lima tahun ke depan?

Presiden Joko Widodo ingin saya sebagai menteri sosial yang dapat memberantas kemiskinan di Indonesia dan cepat tanggap membantu masyarakat jika ada bencana di suatu daerah. Misalnya, beberapa hari yang lalu terdapat peristiwa siswa pramuka yang hanyut ketika menjalani kegiatan susur sungai di Sleman, Yogyakarta. Saya langsung ke sana dan mengecek keadaan masyarakat dan menemui keluarga korban. Kemudian, saya pernah menjadi seorang pengusaha dan eks anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dengan pengalaman tersebut saya sudah terbiasa berinteraksi dengan masyarakat. Sehingga, saya akan terus memperhatikan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Bagaimana strategi mencapai target penurunan kemiskinan hingga 6,6 persen sampai akhir kabinet?

Saya akan memberdayakan semua program seperti Bantuan Sosial (Bansos), PKH, BNPT, Gerakan Nasional Nontunai (GNNT), dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan. Tentunya, masalah kemiskinan kan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kemensos, tetapi juga dengan kementerian lain. Sehingga, saya juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kementerian Desa (Kemendes), dan sebagainya untuk menurunkan target kemiskinan.

Target Kemiskinan menjadi 6,5-7 persen itu tidak mungkin dijalankan oleh Kemensos saja. Sebetulnya di Kementerian Sosial ada beberapa program unggulan, seperti program-program keluarga harapan, sembako, dan kemudian berubah menjadi Penerima Bantuan Nontunai kemudian juga ada program-program bantuan sosial, program pemberdayaan sosial, termasuk juga program komunitas adat terpencil.

Apa program yang menjadi prioritas Kemensos?

Berbagai program sebelumnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) masih terus berjalan. Program tersebut saya masukkan ke program reguler. Selanjutnya, saya akan lebih fokus ke pemberdayaan sosial. Yaitu pemberdayaan komunitas adat terpencil (KAT), balai rehabilitasi sosial, terutama penyandang disabilitas. Saya ingin mereka berkembang dan mandiri. Selama saya masih memiliki anggaran, pemberdayaan sosial tersebut akan terus berjalan, seperti melengkapi fasilitas yang terdapat di balai rehabilitasi dan membantu KAT.

Strategi kami tidak hanya sekadar menjalankan program, tapi saya bilang saya mau menanggulangi kemiskinan dengan cara memberdayakan. Jadi, saya mau, oke targetnya kita kurang, penerima manfaat kita kurangi, tapi anggarannya tetap. Kita realokasi ke pemberdayaan. Jadi, sekarang itu mood-nya di Kemensos itu empowerment, mood-nya bagaimana menge-link keluarga-keluarga penerima manfaat ini dari dulunya hanya menerina bantuan sosial, kini menerima KUR. Begitu dia menerima KUR dengan skala yang lebih kecil. Menerima UMi (Program Ultra Mikro) berarti dia sudah naik kelas, dari yang sudah dikasih dia melakukan wirausaha punya income jadi ekonomi yang mandiri kita berupaya.

Bagaimana sinergi Kemensos dengan kementerian lain untuk menurunkan target kemiskinan?

Saya dengan kementerian lain memiliki data. Dari data tersebut kami bekerja sama untuk mengikis habis kemiskinan. Misalnya, di daerah bagian timur, seperti Papua. Kami memastikan di daerah sana semuanya berkembang baik di bidang pariwisata dan program usaha lainnya. Pasti akan kami berikan bantuan pendamping agar masyarakat di daerah tersebut memahami usaha apa yang ingin mereka tekuni. Sehingga, saya yakin angka kemiskinan akan turun pada tahun kelima Presiden Joko Widodo.

Kemiskinan di Indonesia Timur juga menjadi prioritas?

Kemiskinan di Indonesia Timur memang tinggi. Saya sering melakukan audiensi ke daerah sana dengan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT kemiskinan 36 persen, tanahnya tidak subur dan tidak ada usaha pariwisata di sana. Sehingga saya dengan kementerian lainnya harus memberikan perhatian lebih ke daerah tersebut. Saya dengan cepat memberikan bantuan seperti untuk rumah tidak layak huni dan sebagainya agar masyarakat di sana juga memiliki hunian yang layak.

 
Kemiskinan di Indonesia Timur memang tinggi. Saya sering melakukan audiensi ke daerah sana dengan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, dan Bupati Nusa Tenggara Timur (NTT). Di NTT kemiskinan 36 persen, tanahnya tidak subur dan tidak ada usaha pariwisata di sana.
   

Bagaimana strategi Kemensos menghadapi daerah yang terkena bencana?

Saya memiliki relawan tagana yang banyak di setiap daerah. Relawan tagana sekitar 40 ribu orang merupakan aset Kemensos yang paling berharga. Mereka siap siaga untuk membantu masyarakat. Kemensos memberikan bantuan logistik terhadap daerah yang terkena bencana dan relawan tagana membantu mendirikan tenda dan mendistribusikan bantuan terhdap korban bencana. Dengan adanya mereka sangat membantu Kemensos dan mereka merupakan aset yang bernilai.

Apa mimpi besar Kemensos ke depannya selain menjalankan program yang ada?

Saya tipe pemimpin yang semiformal. Saya ingin semua staf di Kemensos bekerja sesuai porsinya dengan menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Saya juga menteri sosial yang baru. Sehingga, saat ini saya memperhatikan semua program dan nanti saya analisis apakah harus ada program baru atau mengembangkan program yang ada. Saya saat ini fokus pada balai-balai rehabilitasi jangan sampai balai tersebut tidak terawat. Sebab, di dalamnya terdapat masyarakat yang membutuhkan dukungan kami dan mereka ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Harapan saya ke depannya bisa membuat masyarakat mandiri dan dapat mengembangkan ide-ide yang mereka punya. n

 

photo
Menteri Sosial Juliari Batubara - (Putra M Akbar/Republika)
 

Waktu Istimewa untuk Keluarga

Juliari Peter Batubara menuturkan masih mengagendakan untuk menemani sang anak sebagai salah satu prioritas waktunya. Meskipun saat ini sudah menjabat sebagai menteri sosial, sosok yang akrab disapa Ari itu tetap menggunakan waktu senggangnya untuk bercengkerama dengan keluarga. Mulai dari agenda jalan-jalan, hingga menemani sang anak mengerjakan PR (pekerjaan rumah).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditunjuk Presiden Joko Widodo mengisi posisi menteri di Kabinet Indonesia Maju ini memang memiliki dua orang anak yang masih bersekolah di sekolah dasar (SD). Sehingga, selain menjalani tugasnya menjadi seorang pembantu Presiden, Ari juga harus menyempatkan menemani keluarga. Seperti bermain dan pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta.

Juliari senang menemani istri dan anaknya di waktu libur karena saat ini waktunya tersita dengan jadwal kerja yang padat. Ia menganggap keluarga adalah harta paling berharga. Hal itulah yang membuat Ari tidak pernah melewatkan waktu bersama keluarganya saat libur kerja.

"Ya, kalau hari libur saya olahraga pagi-pagi seperti jalan kaki dan lari kecil di dekat rumah. Setelah itu, saya menemani anak-anak saya nonton di bioskop. Walaupun film yang ditonton kartun saya tetap menemani," tuturnya saat ditemui Republika di kantornya, pekan lalu.

Ada cerita unik Ari saat bersama sang anak setelah menjabat menteri sosial. Sang anak heran dengan keberadaan pengawal menteri setiap Ari pergi kemanapun. Hal itu menjadi pertanyaan lugu dari sang anak yang melihat perubahan tersebut. "Anak saya pernah bilang 'kok papa sekarang kalau jalan dikawal? Kan dulu gak'. Saya tertawa saja melihat tingkah anak saya. Anak tuh jadi hiburan saya juga," ujarnya.

Waktu yang kian padat sebagai mensos memang diakui Ari sedikit menyusahkan waktunya bersama keluarga. Namun, di era sekarang, jarak sudah bukan masalah lagi untuk tetap menjalin komunikasi. Di tengah kesibukannya memimpin upaya penurunan kemiskinan di Indonesia, Ari masih sering berkomunikasi melalui telepon genggam dengan sang anak. Bahkan, tak jarang anaknya melakukan panggilan suara saat Ari sedang rapat.

Bagi sosok pria kelahiran Jakarta ini, mengikuti perkembangan anak adalah tugas wajib untuk orang tua, terutama sang ayah. Ari bahkan mengetahui kegemaran anak perempuannya yang justru lebih menyukai kegiatan yang menantang. Sang anak juga kerap diajak saat ia melakukan kunjungan kerja ke daerah. Baginya semua itu hal yang harus dipertahankan, meskipun kini ia menjadi menteri sosial. "Waktu luang saya hanya untuk keluarga. Saya sayang sekali dengan mereka. Bahkan, tren tarian Tik Tok saya ikuti untuk membahagiakan anak saya," kata dia.


×