Gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies pada Ahad (13/11/2023) menunjukkan kerusakan di sekitar Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza. | AFP/Maxar Technologies

Internasional

Hamas Tuding AS Restui Israel Bantai Rumah Sakit di Gaza

Gedung Putih menuduh Hamas memiliki pusat komando dan kendali di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza.

Oleh RIZKY JARAMAYA

GAZA — Aksi barbar pasukan penjajah Israel yang merangsek masuk ke Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza, Palestina, dinilai tidak lepas dari restu Amerika Serikat. Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyatakan, hal tersebut tidak lepas dari pernyataan Gedung Putih pada Selasa (14/11/2023) yang menuding Hamas memiliki pusat komando di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza.

“Pernyataan ini memberikan lampu hijau kepada pendudukan Israel untuk melakukan pembantaian brutal lebih lanjut yang menargetkan rumah sakit, dengan tujuan menghancurkan sistem layanan kesehatan Gaza dan menggusur warga Palestina,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dalam bahasa Inggris, dilansir Alarabiya, Rabu (15/11/2023).

 
Pernyataan (AS) ini memberikan lampu hijau kepada pendudukan Israel untuk melakukan pembantaian brutal lebih lanjut yang menargetkan rumah sakit.
HAMAS
 

Hamas mengatakan, Israel dan Presiden AS Joe Biden bertanggung jawab penuh atas serangan tentara pendudukan terhadap kompleks medis al-Shifa. Hamas mengatakan, pernyataan intelijen AS pada Selasa mendukung kesimpulan Israel untuk melakukan operasi di RS al-Shifa.

“Penerapan narasi palsu (Israel) oleh Gedung Putih dan Pentagon, yang mengeklaim bahwa perlawanan menggunakan kompleks medis al-Shifa untuk tujuan militer adalah lampu hijau bagi pendudukan untuk melakukan lebih banyak pembantaian terhadap warga sipil. Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas terjadinya perang genosida Israel di Gaza,” demikian pernyataan Hamas.

photo
Brigade Al-Qassam - (Lebanon Israel Palestinians)

Sebelumnya, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat John Kirby menuduh Hamas memiliki pusat komando dan kendali di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza. “Mereka telah menyimpan senjata di sana dan mereka siap untuk menanggapi operasi militer Israel terhadap fasilitas itu,” katanya kepada wartawan.

Pasukan Israel mengatakan, mereka melakukan operasi militer di rumah sakit terbesar di Gaza dengan menargetkan pusat komando Hamas yang terletak di bawah ribuan warga sipil yang sakit dan berlindung. Pasukan Israel mengatakan, pada Rabu dini hari mereka telah memasuki kompleks di Kota Gaza.

“Berdasarkan informasi intelijen dan kebutuhan operasional, pasukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melakukan operasi yang tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit Shifa,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.

photo
Posiis rumah sakit-rumahs akit di Gaza. - (OCHA/PBB)

PBB memperkirakan setidaknya 2.300 pasien, staf, dan warga sipil yang menjadi pengungsi terjebak di dalam fasilitas kesehatan tersebut. Para saksi menggambarkan kondisi di dalam rumah sakit yang sangat mengerikan. Dokter melakukan prosedur medis yang dilakukan tanpa obat bius. Sementara keluarga yang kekurangan makanan dan air tinggal di koridor serta bau busuk dari mayat yang membusuk telah memenuhi udara. “Ada jenazah bergelimpangan di kompleks rumah sakit dan tidak ada lagi listrik di kamar mayat. Kami terpaksa menguburkan mereka di kuburan massal," kata Direktur RS al-Shifa, Mohammad Abu Salmiya.

Abu Salmiya memperkirakan, sebanyak 179 jenazah telah dikuburkan, termasuk tujuh bayi baru lahir yang meninggal ketika inkubator tidak berfungsi. Sebelumnya, Presiden Biden mendesak Israel untuk tidak mengganggu rumah sakit. “Rumah sakit harus dilindungi,” kata Biden.

Namun, Israel telah berulang kali mengeklaim bahwa rumah sakit tersebut digunakan sebagai markas militer Hamas sehingga membahayakan status perlindungannya berdasarkan hukum internasional. Klaim Israel yang tidak berdasar dibantah oleh banyak pengacara hak asasi manusia internasional.

Tentara Israel mengatakan, mereka telah memberikan pemberitahuan 12 jam kepada pihak berwenang di Gaza bahwa operasi militer di dalam rumah sakit harus dihentikan. Militer Israel juga menekankan bahwa tim daratnya yang terdiri atas petugas medis dan penutur bahasa Arab telah menjalani pelatihan khusus untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan rumah sakit yang kompleks dan sensitif. “Tujuannya adalah agar tidak ada kerugian yang ditimbulkan terhadap warga sipil yang digunakan oleh Hamas sebagai tameng manusia,” ujar militer Israel.

photo
Genosida di Gaza - (Republika)

Hamas membantah klaim tak berdasar yang diungkapkan Israel. Hamas membantah telah menempatkan aset dan personel paramiliter di bawah rumah sakit, sekolah, dan bangunan sipil lainnya.

Gumpalan asap besar terlihat di cakrawala Gaza pada Rabu (15/11/2023) pagi ketika Israel melakukan pengeboman di wilayah tersebut. Berbagai ledakan dan kobaran api terlihat dalam semalam dari Israel selatan hingga Jalur Gaza.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza Dr Munir al-Bursh mengatakan kepada televisi Aljazirah bahwa pasukan Israel telah menggerebek sisi barat kompleks RS al-Shifa. Dia mengatakan, ada ledakan besar dan debu memenuhi ruangan rumah sakit. “Ada ledakan besar dan debu masuk ke area tempat kami berada. Kami yakin ledakan terjadi di dalam rumah sakit,” kata Bursh.

Beberapa jam kemudian, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qidra mengatakan, tentara pendudukan sekarang berada di ruang bawah tanah dan menggeledah ruang bawah tanah. "Mereka berada di dalam kompleks, menembak dan melakukan pengeboman," ujarnya.

 
Mereka berada di dalam kompleks, menembak dan melakukan pengeboman.
ASHRAF AL-QIDRA Jubir Kementerian Kesehatan Gaza
 

Direktur RS al-Shifa Mohammed Zaqout mengatakan, pasukan Israel pertama kali menggerebek bagian bedah dan gawat darurat. Seruan global untuk gencatan senjata kemanusiaan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan nasib RS al-Shifa telah menjadi fokus kekhawatiran internasional karena kondisi yang memburuk. Ribuan pasien, staf medis, dan pengungsi terjebak selama serangan Israel.

Israel mengeklaim Hamas memiliki pusat komando dengan membangun terowongan di bawah RS al-Shifa untuk menyembunyikan operasi militer dan menyandera. Namun, Hamas dengan tegas membantah tuduhan tak berdasar itu.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Hizbullah Serang Situs Militer Israel, Houthi Targetkan Kapal Zionis

Pejuang Hizbullah menargetkan titik pengelompokan Israel di situs al-Marj di utara Hounin.

SELENGKAPNYA

Presiden Brasil: Israel Setara Teroris

Lula membuat pernyataan tersebut saat tank-tank Israel mengepung RS Al-Shifa di Gaza

SELENGKAPNYA

Diserang Serentak Pejuang Palestina: Prajurit IDF Tewas

Sembilan tentara pasukan IDF tewas dalam serangan jarak dekat.

SELENGKAPNYA