Nasional
KIP Kuliah Teruskan Bidikmisi
Mahasiswa pendidikan tinggi vokasi mendapat tambahan Rp 800 ribu.
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memulai program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada tahun ini. Jumlah besaran bantuan biaya pendidikan yang akan didapatkan sama seperti yang sebelumnya juga diperoleh mahasiswa peserta program Bidikmisi.
“(Besaran) uang sama dengan tahun lalu uang kuliah Rp 2,4 juta per semester dan uang biaya hidup Rp 4,2 juta per semester,” kata Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwardani, di kantor Kemendikbud, Rabu (26/2).
Bagi mahasiswa yang menempuh di pendidikan tinggi vokasi, akan mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 800 ribu per semester. Paris mengatakan, uang ini khusus digunakan untuk biaya uji kompetensi agar mendapatkan sertifikat kompetensi dan tidak bisa dipakai untuk kegiatan sehari-hari.
“Kalau misalkan ingin mempunyai kompetensi bigdata maka uang ini bisa digunakan untuk membayar uji kompetensi. Pak Presiden dan Mas Menteri meminta agar seorang vokasi harus betul-betul punya kompetensi yang tersertifikasi,” kata dia.
KIP Kuliah merupakan program yang pernah dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye pemilihan presiden 2019. KIP Kuliah sebagai program perluasan bagi KIP yang telah diterapkan selama ini akan sangat besar jumlahnya.
“Ya, ini akan kita perluas dan kita perluas lagi, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera atau yang dari tidak mampu bisa kuliah, sehingga KIP itu diperluas lagi menjadi KIP Kuliah,” ujar Jokowi, saat itu.
Plt Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud, Abdul Kahar, mengatakan, pemerintah telah membiayai sekitar 418 ribu mahasiswa di program Bidikmisi. Program Bidikmisi telah dimulai sejak 2010. Tahun ini, pemerintah menambah kuota peserta KIP Kuliah sebanyak 400 ribu.
Sehingga, total secara keseluruhan ada 818 ribu mahasiswa yang biaya kuliahnya dibantu pemerintah melalui program ini. Aturan KIP Kuliah tertuang di Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020. Pada tahun ini sekitar 3,7 juta siswa SMA sederajat akan lulus. Sebanyak 1,1 juta siswa di antaranya adalah penerima program Indonesia pintar atau KIP.
Ketua Tim Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih, berharap agar peserta yang berhak mendaftarkan diri di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) segera melakukan finalisasi. Hingga Rabu (26/2) masih ada 103 ribu calon mahasiswa yang belum melakukan pendaftaran.
“Jadi, sudah cukup banyak,” kata Nasih.
Nasih menambahkan, hingga Rabu (26/2) pukul 14.00 WIB tercatat sebanyak 45.157 pendaftar SNMPTN yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sementara itu, sebanyak 143 ribu sudah mendaftar, tapi belum melakukan finalisasi.
Pendaftaran SNMPTN akan berakhir pada 27 Februari 2020 pukul 23.59 WIB. Oleh sebab itu, bagi calon mahasiswa yang belum melakukan finalisasi diharapkan segera melakukan finalisasi agar proses pendaftaran selesai. Sebab, apabila sudah mendaftar tapi belum melakukan finalisasi maka data calon mahasiswa tidak akan tercatat.
Bagi calon mahasiswa kurang mampu dan ingin mengurus KIP Kuliah, diberi kesempatan hingga 31 Maret 2020. Calon mahasiswa kurang mampu ini diharapkan paling tidak sudah mengisi program studinya agar proses pendaftaran setelah memiliki KIP Kuliah bisa berlangsung lebih mudah.
Selain itu, bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki KIP pada saat SMA sederajat juga tetap harus mengurus KIP Kuliah. Namun, Nasih mengatakan, mereka tidak perlu khawatir dan boleh mendaftar SNMTPN hingga proses finalisasi.
“KIP kuliah akan kita bantu untuk didapatkan. Semua data KIP di SMA, SMK, MA bisa kami akses sehingga yang kawan-kawan yang sudah finalisasi tidak perlu khawatir. Masalahnya, bagi yang belum mendaftar, mendaftar saja, hanya sampai pilihan prodi. Itu akan sangat memudahkan kita semuanya,” kata dia.
KIP Kuliah dikelompokkan menjadi KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi. Adapun KIP Kuliah Afirmasi mencakup dukungan bagi difabel, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik), untuk orang asli Papua di Papua dan Papua Barat, wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) serta wilayah terdampak bencana alam atau konflik sosial.
KIP Kuliah dibuat agar terintegrasi dengan kebijakan yang telah dilaksanakan, yakni KIP untuk siswa SMA ataupun SMK. Kebijakan KIP Kuliah ini sementara diperuntukkan bagi calon mahasiswa baru di kampus. n
Bidikmisi (2010-2019)
418 ribu mahasiswa
KIP Kuliah (2020)
400 ribu calon mahasiswa
Besaran (per mahasiswa)
Uang kuliah: Rp 2,4 juta per semester
Biaya hidup: Rp 4,2 juta per semester
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
