Pengunjung membandingkan replika kaki dari Homo Floresiensis menggunakan telapak tangan saat berkunjung ke kawasan Sains RP Soejono, BRIN, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023). | Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengamati replika Homo Floresiensis saat berkunjung ke kawasan Sains RP Soejono, BRIN, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023). | Republika/Thoudy Badai
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingati 20 tahun penemuan fosil manusia purba atau Homo Floresiensis. | Republika/Thoudy Badai
Pameran tersebut bertajuk The Commemoration of the 20th Anniversary of Homo Floresiensis Discovery. | Republika/Thoudy Badai
Pengunjung mengambil gambar artefak Homo Floresiensis saat berkunjung ke kawasan Sains RP Soejono, BRIN, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023). | Republika/Thoudy Badai
The Hobit Flores atau manusia purba kerdil asal Flores tersebut memiliki keunikan karena bentuk tengkoraknya yang lebih kecil dari tengkorak manusia modern. | Republika/Thoudy Badai
Manusia Flores ini pun dan juga memiliki tinggi badan 106 centimeter dengan bobot tubuh 27,5 kilogram. | Republika/Thoudy Badai

Peristiwa

Pameran Kerangka Manusia Flores di Balai Purbakala Pasar Minggu

(BRIN) memperingati 20 tahun penemuan fosil manusia purba atau Homo Floresiensis.

JAKARTA -- Pengunjung membandingkan replika kaki dari Homo Floresiensis menggunakan telapak tangan saat berkunjung ke kawasan Sains RP Soejono, BRIN, Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2023).

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingati 20 tahun penemuan fosil manusia purba atau Homo Floresiensis. Pameran tersebut bertajuk The Commemoration of the 20th Anniversary of Homo Floresiensis Discovery.

BRIN memamerkan fosil serta diksusi ilmiah bersama arkeolog nasional dan luar negeri terkait penemuan fosil Homo Floresiensis.

The Hobit Flores atau manusia purba kerdil asal Flores tersebut memiliki keunikan karena bentuk tengkoraknya yang lebih kecil dari tengkorak manusia modern.

Manusia Flores ini pun dan juga memiliki tinggi badan 106 centimeter dengan bobot tubuh 27,5 kilogram.

Homo Floresiensis ditemukan di situs Liang Boa yang merupakan gua di perbukitan karst Kabupaten Manggarai, Flores pada tahun 2003. Meski demikian proses penelitaian tersebut sudah berlangsung dari tahun 1965.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, fosil Homo Floresiensis berusia sekitar tiga puluhan ribu tahun yang lalu. ';