Pelaku usaha menunjukkan produk keripik daun kunyit di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. | ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha.

Iqtishodia

Kreativitas dan Inovasi UMKM Perempuan

Sebagian besar UMKM perempuan bergerak di bidang kuliner.

OLEH Burhanuddin (Ketua dan Pengajar Departemen Agribisnis FEM IPB)                                                                   Risma Khoerunnisa (Alumni Departemen Agribisnis FEM IPB)

 

UMKM Perempuan memiliki tren positif dalam berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. UMKM Perempuan di Kota Tangerang Selatan, misalnya, memiliki kemampuan bertahan dan justru berkembang di masa guncangan pandemi Covid-19. Wawancara terhadap 73 UMKM perempuan tersebut menjelaskan bahwa kreativitas dan inovasi yang menjadi faktor pendorongnya.

Amanah Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang UMKM menyatakan bahwa UMKM merupakan sektor yang menggerakan perekonomian kerakyatan. UMKM memiliki kontribusi dalam penciptaan tenaga kerja, mendorong perekonomian, dan penyerapan tenaga kerja.

Perempuan menekankan pada kekuatan untuk mengendalikan nasib, membangun hubungan dengan kolega dan membuat sesuatu yang berharga (Elenurm dan Vaino 2011). Perempuan dapat mengembangkan bisnis mereka sendiri dengan menggunakan kemampuan hubungan sosial yang dimiliki (Brush 1992).

photo
Penjual menunjukan produk halal pada makanan kucing saat mengikuti acara Halal Fair di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta, Jumat (8/9/2023). - (Republika/Thoudy Badai)

Kementerian Koperasi dan UMKM melaporkan pada tahun 2022 sebanyak 64 juta UMKM berkontribusi terhadap PDB nasional dan 64% persennya merupakan UMKM Perempuan. Dengan demikian, perempuan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi tidak hanya membantu mengelola keuangan keluarga dan masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi dampak fluktuasi ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan menjamin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Faraz 2013).

UMKM perempuan sangat cocok dengan ekonomi kreatif (sebagian besar fashion dan kuliner) karena memiliki kemampuan daya inovasi yang baik (Coughlin dan Thomas 2002). UMKM perempuan memperkaya argumen dan keterlibatan aktif yang menghasilkan keputusan yang lebih kreatif dan mengarah pada inovasi (Torchia et al. 2018).

Laporan Forum Ekonomi Dunia memprediksi kreativitas dan inovasi sebagai keterampilan penting bagi tenaga kerja yang kompetitif pada masa depan (Whiting 2020). Ini berarti bahwa UMKM perempuan dan kreativitas inovasi seperti dua sisi mata uang dalam membentuk keunggulan komparatif dan kompetitif pada era tantangan global.

Kreativitas memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis.

 

 

Menurut Kalil dan Aenurohman (2020), konsumen merasa jenuh dengan produk yang sudah ada dan hanya ditawarkan produk-produk tersebut. Sehingga, kreativitas memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis yang krusial dalam menjaga keberlanjutan bisnis, sedangkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan ide-ide baru menjadi faktor kunci dalam proses inovasi (Manalu 2022).

UMKM perempuan berinovasi untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru, menangkap peluang dan dapat bertahan bahkan berkembang. Dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian, perusahaan yang inovatif selalu mengalahkan perusahaan yang tidak inovatif dalam lingkungan bisnis yang dinamis (Garg et al. 2003).

Kemampuan UMKM dalam merespon perubahan tersebut bergantung pada ketahanan UMKM untuk melanjutkan ide-ide kreatif dan inovatif (Thukral 2021). Harini et al. (2020) menyatakan bahwa agar kinerja bisnis meningkat, industri kreatif fashion harus meningkatkan kemampuan inovasinya melalui peningkatan kreativitas. Alif (2015) juga menyatakan bahwa kreativitas dan inovasi berpengaruh positif terhadap kinerja usaha UMKM sepatu di Cibaduyut.

Karakteristik UMKM perempuan

Studi UMKM perempuan di Kota Tangerang menunjukkan bahwa UMKM perempuan didominasi oleh perempuan usia produktif (75,34 persen) dengan tingkat pendidikan SMA dan PT (63.30 persen) yang secara psikologis memiliki keunggulan bereksperimen dengan hal-hal baru, mampu menguasai teknologi dengan cepat, mampu menyimpan banyak informasi dan memiliki sikap cepat mengadopsi inovasi (Padmowihardjo 1994).

Bidang usaha UMKM perempuan didominasi oleh kuliner (73,94 persen) dan sisanya merupakan usaha fashion, kerajinan, aksesoris, sembako, jasa foto, kacamata, dompet dan tas. Rataan lama berusaha tiga tahun, pendidikannya sebagian besar lulus SMA (semi terampil) dan PT (terampil), dan rataan mengikuti pelatihan pengembangan usaha empat kali.

Pengembangan keahlian melalui pelatihan memberikan bimbingan dan dalam mencoba hal baru dan lebih sadar akan alternatif peluang yang berbeda (Shalley & Gilson (2004).

photo
Karakteristik UMKM perempuan di Kota Tangerang - (IPB)

Kreativitas, inovasi, dan kinerja usaha UMKM perempuan

Amabile (1988) menyebutkan bahwa seseorang dengan tingkat kompetensi yang lebih tinggi lebih berpeluang menghasilkan ide-ide baru, mengidentifikasi peluang dan berpikir kreatif. UMKM perempuan menurut Lerner et al. (1997), bergantung pada keterampilan dan kompetensi pemiliknya.

Mengacu pada studi kasus UMKM perempuan di Kota Tangerang Selatan, kompetensi diri UMKM perempuan berpengaruh signifikan terhadap kreativitas, semakin tinggi kompetensi diri, semakin meningkatkan kreativitasnya. Hasil ini sejalan dengan penelitian Shalley dan Gilson (2004) yang menyatakan bahwa kompetensi diri mempengaruhi kreativitas.

Kompetensi diri menjadi fondasi bagi UMKM perempuan dalam menghimpun pengetahuan, sudut pandang, dan keterampilan yang menghasilkan perspektif dalam pemecahan masalah yang dibentuk oleh pengalaman. Reis (2002) menyatakan bahwa melalui pengalaman, seorang perempuan dihadapkan dengan paparan terhadap tantangan, kegagalan, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi yang menjadi peran penting dalam pengembangan kreativitas.

photo
Kreativitas UMKM - (IPB)

UMKM perempuan sadar atas dinamika yang terjadi pada lingkungan eksternal, seperti preferensi konsumen, tren pasar, peran dan regulasi pemerintah serta dinamika mendiferensiasi dari pesaing, beradaptasi terhadap perubahan dan mengelola sumber daya yang dimiliki (Petrov et al. 2019). Kurniati (2014) menyatakan bahwa lingkungan eksternal seperti perubahan persaingan pasar, kemajuan teknologi, persaingan yang agresif dan perubahan ekonomi mendorong peningkatan inovasi UMKM.

Kreativitas UMKM perempuan menurut Farooq et al. (2019) dipengaruhi oleh gaya kepemimpinannya. Perempuan cenderung lebih mampu untuk berkolaborasi dan mendukung partisipasi aktif yang dapat merangsang terciptanya ide-ide baru.

Manalu (2010) mengidentifikasi adanya hubungan kreativitas terhadap peningkatan inovasi di UMKM kuliner. Perempuan, menurut Indiworo (2016), memiliki karakteristik yang lebih mampu bertahanan dibawah keterbatasan sumber daya, lebih fleksibel dan kreatif dalam dalam mengkombinasikan ide yang menghasilkan inovasi.

Pada era persaingan bisnis global, UMKM Perempuan membutuhkan inovasi untuk dapat berkembang (Morris et al. 2008). Inovasi signifikan berpengaruh positif terhadap kinerja usaha. Inovasi UMKM Perempuan, seperti ide dan cara baru, membuat produk baru atau memodifikasi produk yang sudah ada, meningkatkan daya saing dan mengubah kemampuan internal UMKM menjadi lebih adaptif terhadap perubahan (Neely dan Hii 1998).

UMKM perempuan berinovasi dalam rangka memitigasi risiko yang mungkin akan terjadi. Rosli dan Sidek (2013) menyimpulkan bahwa di Malaysia, UMKM manufaktur, inovasi produk paling berdampak terhadap kinerja usaha. Produk baru yang dihasilkan memberikan nilai dan menjawab kebutuhan konsumen. Sedangkan pada UMKM Perempuan, inovasi pasar menjadi kontributor terbesar dalam menjelaskan inovasi UMKM kuliner

Aktivitas inovasi pasar pada UMKM perempuan menggunakan media sosial dalam menjangkau konsumen dan melakukan promosi. Mereka memanfaatkan grup Whatsapp komunitas, lingkungan sekitar dan jejaring lainnya untuk meningkatkan promosi. Selain itu, penggunaan media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan Tiktok pada akun pribadi dan akun bisnis menambah jangkauan konsumen untuk memperkenalkan produknya.

Ada juga UMKM yang sudah mengandalkan iklan melalui media sosial dalam pemasarannya. Selain dengan digitalisasi pemasaran, UMKM perempuan kerap mengikuti bazar dan festival UMKM yang diadakan oleh komunitas maupun pihak lain. Sedangkan inovasi proses berupa penggunaan metode pembayaran, seperti Qriss, transfer, dan lain-lain yang memudahkan dalam proses transaksi.

Kesimpulannya, UMKM perempuan sebagian besar bergerak di bidang kuliner dan memiliki daya tahan dan daya adaptasi terhadap goncangan atau perubahan eksternal. Mereka memiliki semangat dan kesediaan untuk terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan yang mendorong terciptanya lingkungan kondusif untuk menghasilkan ide kreatif dan penciptaan inovasi.

UMKM perempuan perlu dilatih cara membaca tren pasar.

 

 

UMKM perempuan yang menumbuhkan kreativitas akan cenderung menghasilkan penciptaan inovasi-inovasi yang menjawab kebutuhan konsumen pada masa depan yang serba tidak pasti. Melalui penerapan inovasi, UMKM perempuan dapat mencapai tingkat kinerja bisnis yang lebih tinggi.

Kedepannya, UMKM perempuan perlu dilatih cara membaca tren pasar dengan bantuan tools yang ada di internet, seperti Google Trend dan media sosial untuk dapat memperbarui dan menjadi masukan terkait inovasi yang akan dihasilkan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat