Saat yang tepat untuk meminta maaf (ilustrasi) | Unsplash/Nick Fewings

Gaya Hidup

Tak Selamanya Minta Maaf Itu Perlu dan Bermakna

Ada situasi yang sejatinya tak mengharuskan kita untuk minta maaf.

Meminta maaf sudah menjadi salah satu 'kata sakti' yang dituntut dalam suatu situasi dan kondisi tertentu. Tidak meminta maaf ketika ada situasi yang mengharuskannya, misalnya, saat Anda melakukan sesuatu yang menghina atau merugikan, dapat menghalangi penyembuhan dan rekonsiliasi.

“Tentu saja, ketika kita telah menyakiti atau melukai seseorang sangatlah tepat untuk meminta maaf. Kesulitan muncul ketika ‘Saya minta maaf’ menjadi pernyataan bawaan,” kata Jodi RR Smith, pendiri Mannersmith Etiquette Consulting, dilansir dari Best Life, Rabu (6/9/2023). 

Dia menambahkan, para ahli bahasa sering mencatat bahwa perempuan lebih cenderung menggunakan kalimat ‘Saya minta maaf’ bahkan ketika mereka tidak bersalah sama sekali. Ini menunjukkan bahwa kecenderungan kita untuk meminta maaf mungkin lebih berkaitan dengan siapa diri kita daripada apa yang telah kita lakukan 

Mengganti permintaan maaf dengan frasa yang lebih sesuai dengan situasi dapat membantu Anda memahami inti permasalahan, tanpa menjadikan Anda sebagai penjahat. Menurut pakar etika, ada situasi dimana kita harus berhenti meminta maaf, di antaranya:

1. Saat Anda mengutarakan pikiran Anda

Pendiri Etiquette Consulting Jules Hirst mengatakan, banyak orang akan meminta maaf karena berbeda pendapat. Menurut Hirst, Anda berhak atas pendapat Anda sendiri, Anda tidak perlu meminta maaf untuk itu. “Daripada meminta maaf, Anda bisa mengatakan, ‘Anda mempunyai sudut pandang yang menarik. Inilah yang saya pikirkan,” ujar Hirst. 

2. Saat Anda menolak undangan

Jika sebelumnya Ada menyetujui rencana yang sekarang harus Anda batalkan, sebaiknya Anda meminta maaf. Namun, jika Anda menerima undangan tanpa mendiskusikan ketersediaan Anda sebelumnya, Anda tidak melakukan kesalahan apa pun. 

“Daripada meminta maaf karena tidak bisa menghadiri sebuah acara, Anda harus berterima kasih kepada mereka karena memikirkan Anda dan kemudian memberi tahu mereka bahwa Anda tidak bisa hadir,” kata Hirst. 

“Mengatakan, ‘Terima kasih atas undangannya, tapi saya punya janji sebelumnya pada hari itu’ adalah hal yang jauh lebih baik daripada ‘Maaf, saya tidak bisa hadir,’” ujarnya. 

photo
Kapan harus minta maaf (ilustrasi) - (Unsplash/Brett Jordan)

3. Ketika Anda meminta bantuan

Hirst meyampaikan, semua orang membutuhkan bantuan dan kebanyakan orang dengan senang hati akan membantu jika memungkinkan. “Orang tidak perlu meminta maaf karena meminta bantuan. Daripada mengatakan ‘Maaf mengganggu Anda, tetapi bisakah Anda membantu saya’, Anda bisa mengatakan ‘Bisakah Anda meluangkan waktu sebentar untuk membantu saya?” Kata Hirst. 

4. Ketika seseorang memperbaiki kesalahan kecil di tempat kerja

Anda meminta maaf, tetapi banyak di antaranya yang tidak diperlukan. Misalnya, jika Anda membuat kesalahan kecil pada suatu proyek dan orang lain memperbaikinya, Anda dapat menumbuhkan semangat tim yang lebih baik dengan mengatakan, “Terima kasih sudah memahaminya!” daripada yang Anda lakukan dengan permintaan maaf. 

Demikian pula, Laura Windsor, pendiri Laura Windsor Etiquette & Protocol Academy, mengatakan tidak perlu meminta maaf ketika Anda membutuhkan waktu lama untuk membalas surel. Ini hanya akan menarik perhatian pada kesalahan kecil Anda. Windsor menyarankan daripada meminta maaf, cobalah membuka dengan “Terima kasih atas kesabaran Anda.”

5. Saat Anda menulis surat pengunduran diri

Windsor mengatakan, Anda harus sangat berhati-hati terhadap permintaan maaf yang tidak perlu di tempat kerja jika dilakukan secara tertulis. Dia mencontohkan penulisan surat pengunduran diri yang bisa diarsipkan. 

“Jangan meminta maaf di atas kertas karena surat tersebut merupakan catatan permanen baik bagi perusahaan maupun orang yang akan keluar,” ujar Windsor. 

photo
Perlukah minta maaf (ilustrasi) - (Unsplash/Mark Tulin )

6. Saat Anda sedang menegosiasikan kenaikan gaji 

Negosiasi dapat menimbulkan perasaan bersalah atau malu bagi siapa pun yang tidak terbiasa membela diri secara terang-terangan. Namun, Windsor mengatakan penting untuk tidak meminta maaf atas permintaan Anda selama proses tersebut. 

Hal ini karena meminta maaf hanya akan memperdalam perpecahan antara kedua belah pihak dan melemahkan sikap negosiasi Anda dibandingkan menciptakan lingkungan yang saling berkolaborasi dan berkepentingan. 

"Sama pentingnya untuk tidak meminta maaf setelah memenangkan negosiasi," ujar Windsor. Karena hal ini dapat melemahkan legitimasi kemenangan Anda dan “memperdalam luka” bagi pihak lain. Sebaliknya, fokuslah pada rasa syukur Anda dengan sikap bergerak maju tentang kelanjutan hubungan kerja. 

7. Ketika Anda merasa canggung pada pertemuan kelompok

Pesta dan pertemuan kelompok dapat memicu kecemasan sosial kita karena ada begitu banyak peluang untuk melakukan kesalahan. Namun, sering kali kekhawatiran kita tidak mendasar. 

Windsor menyebutkan, Anda tidak merasa perlu meminta maaf karena mendekati seseorang atau kelompok di acara yang mengundang Anda. Anda juga tidak perlu meminta maaf atas penampilan rumah Anda atau apa yang Anda sajikan untuk makan malam. “Anda tidak harus membuat orang lain terkesan dengan apa yang Anda miliki, jadi jangan pernah meminta maaf atas apa yang tidak Anda miliki,” kata Windsor kepada Best Life

8. Ketika seseorang marah tapi Anda tidak bisa disalahkan

Beberapa orang sangat peka terhadap emosi orang lain dan merasa perlu meminta maaf saat pertama kali marah, bahkan saat mereka tidak bisa disalahkan. Ini dapat dimengerti karena permintaan maaf dapat membantu menenangkan situasi atau memuluskan pembicaraan, tetapi hal ini juga dapat menempatkan Anda pada posisi yang tidak semestinya. 

Menurut Smith ada cara-cara untuk terlibat tanpa menyalahkan. Yaitu, mendengarkan secara aktif untuk lebih memahami masalahnya, mengulangi pemahaman Anda tentang masalah tersebut kembali kepada orang tersebut, dan menanyakan apakah mereka punya ide tentang cara menyelesaikan masalah. 

 

 

 
Orang tidak perlu meminta maaf karena meminta bantuan. 
 
JULES HIRST, Pendiri Etiquette Consulting. 
 
 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Jangan Asal, Mengirim Pesan Singkat ke Orang Lain Juga Ada Etikanya

Jangan merespon dengan kata singkat.

SELENGKAPNYA

Belajar Etika yang Baik Ketika Asyik Ngopi-ngopi Cantik

Biasakan untuk membaca dan memilih menu sebelum berdiri di depan kasir.

SELENGKAPNYA

 Etika Buruk yang Menyebalkan di Pesawat

Penumpang tidak boleh egois dan mengganggu kenyamanan penumpang lain.

SELENGKAPNYA