Kepala negara BRICS Luiz Inacio Lula da Silva (Brasil), Xi Jinping (RRC), Cyril Ramaphosa (Afsel), Narendra Modi (India) dan menlu Rusia Sergei Lavrov berfoto pada KTT BRICS. | Pool AFP
Negara-negara anggota BRICS memiliki pengaruh besar dalam berbagai kerja sama, mulai dari ekonomi, militer, hingga geopolitik. | Pool AFP
Secara akumulasi, penduduk negara-negara BRICS mencakup 43 persen populasi dunia dan nilai perdagangannya mencapai 16 persen perdagangan global. | Pool Reuters
Presiden Rusian Vladimir Putin menyampaikan pidato pada KTT BRICS melalu video link di Johannesburg, Afsel, Rabu (23/8/2023) | Pool Reuters
Afsel adalah salah satu negara yang menandatangani Statuta Roma sehingga Afrika Selatan wajib bekerja sama dalam penyerahan dan penangkapan individu yang telah didakwa ICC. | Pool Sputnik Kremlin

Peristiwa

Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2023 Dimulai Hari Ini

Presiden Jokowi ikut menghadiri KTT BRICS Johannesburg sebagai tamu.

JOHANNESBURG -- Afrika Selatan menjadi tuan rumah KTT ke-15 BRICS pada 22-24 Agustus di Johannesburg. KTT itu dihadiri oleh Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa, dan PM India Narendra Modi.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyusul surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Putin.

Lebih dari 20 negara secara resmi telah mendaftar untuk bergabung dengan BRICS, sebuah aliansi ekonomi baru yang mencakup Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Secara akumulasi, penduduk negara-negara BRICS mencakup 43 persen populasi dunia dan nilai perdagangannya mencapai 16 persen perdagangan global. Seiring besarnya skala tiap-tiap negara serta situasi politik dan ekonomi global yang dinamis, BRICS terus mengonsolidasikan diri sebagai kekuatan geopolitik dan geoekonomi baru untuk mengimbangi hegemoni negara-negara Barat.

Lebih dari 40 negara dikabarkan ingin bergabung dengan BRICS, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Iran, Mesir, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, dan Argentina. Indonesia juga disebut-sebut tertarik untuk bergabung dengan aliansi yang telah berdiri sejak 2006 itu.

Sementara itu Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden Bey Machmudin menjelaskan bahwa kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT BRICS di Afrika Selatan hanya berstatus sebagai tamu undangan.

“Bapak Presiden hadir di forum ini untuk memenuhi undangan sebagai tamu, yakni dalam kapasitas Indonesia yang sedang memegang keketuaan ASEAN,” kata Bey dalam pesan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dengan demikian, Bey melanjutkan kehadiran Presiden Jokowi dalam KTT yang berlangsung di Johannesburg pada 22-24 Agustus 2023 tersebut tidak berkaitan dengan keanggotaan Indonesia di BRICS. ';