Gunung berapi Fagradalsfjall meletus di semenanjung Reykjanes di Islandia barat daya, dekat ibu kota Reykjavik. | AP Photo/Marco Di Marco
Gunung api aktif ini mengeluarkan lava pijar cair disertai gas ke udara. Hal ini menimbulkan pemandangan unik bagi warga sekitar. | AP Photo/Marco Di Marco
Semenanjung Reykjanes adalah titik panas vulkanik dan seismik di barat daya ibu kota Reykjavik. | AP Photo/Marco Di Marco
Kondisi ini mendorong ribuan orang Islandia dan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut. | AP Photo/Marco Di Marco
Tidak ada bahaya langsung yang mengancam warga di wilayah tersebut. Lalu lintas di bandara internasional Keflavik di Reykjavik tidak terganggu. | AP Photo/Marco Di Marco
Pada Agustus 2022, letusan selama tiga pekan terjadi di area yang sama. | AP Photo/Marco Di Marco

Peristiwa

Letusan Gunung Berapi di Islandia Menjadi Objek Wisata Menarik

Pada Maret 2021, air mancur lava pijar meletus secara spektakuler dari celah sepanjang 500-750m.

OSLO - - Sebuah gunung berapi telah meletus di semenanjung Reykjanes di Islandia barat daya, dekat ibu kota Reykjavik. Kantor Meteorologi (IMO) Islandia menyatakan pada Senin (10/7/2023), letusan ini menyusul aktivitas gempa yang hebat di daerah tersebut.

"Saat ini, letusannya sangat kecil," kata Matthew Roberts dari divisi layanan dan penelitian di IMO.

Roberts menyatakan, tidak ada bahaya langsung yang mengancam orang-orang di wilayah tersebut. Lalu lintas di bandara internasional Keflavik di Reykjavik tidak terganggu.

Gambar dan streaming langsung oleh kantor berita lokal MBL dan RUV menunjukkan lahar dan asap keluar dari celah di tanah di sisi gunung Fagradalsfjall.

Semenanjung Reykjanes adalah daerah aktif vulkanik dan seismik di barat daya ibu kota Reykjavik. Pada Maret 2021, air mancur lava pijar meletus secara spektakuler dari celah sepanjang 500-750 meter di tanah dalam sistem vulkanik Fagradalsfjall.

Aktivitas vulkanik di daerah tersebut berlanjut selama enam bulan pada tahun itu. Kondisi ini mendorong ribuan orang Islandia dan wisatawan untuk mengunjungi tempat tersebut. Pada Agustus 2022, letusan selama tiga pekan terjadi di area yang sama.

  ';