Dusta | Daan Yahya/Republika

Sastra

Dusta

Puisi Novita Sari Gunawan

Oleh NOVITA SARI GUNAWAN

Selesai

Sudah kuhitung ternyata ini senja ke-seribu
Kemarin tak usang kutengadahkan penantian
Angin meliuk-liuk, aku kini bungkam
Alam mematung, senja tampak kesepian

Kuhitung seribu kali luka ini kubasuh
Dalamnya kau torehkan di kalbu yang sendu
Mematung menolak hari yang kian temaram
Matahari tenggelam bergeser malam

Aksaraku telah tercekat
Nada-nada dalam hatiku membeku
Bersembunyi tak lagi hendak menyapa
Tentang semua rasa
Ku telah hanyutkan di lautan yang dalam

Entahlah, cukup sudah tak ingin bertahan
Kau bilang bayangmu takkan pernah hilang
Sudahlah, cukup dengan tampak punggungmu
Ku telah ambil keputusan

Aku ingin menutup senja yang ke-seribu
Harapanku telah pudar penantian telah sia-sia
Hitam malam tanpa cahaya bulan
Tak lagi kuucapkan selamat malam
Sudah selesai

2023

***

Hasrat

Angin berembus kencang menerbangkan dedaunan
Jerih payah dedaunan itu terbang menggapai-Mu
Namun rupanya, sang angin enggan menari lagi
Tak jua dedaunan sampai, sudah jatuh berderai

Inikah nasib para pencari-Mu?
Jika Kau bertanya apa yang dedaunan itu mau?
Jawabnya hanya satu, Engkau saja
Kuatkanlah mereka untuk sampai pada puncak dari segala asa
Hanya satu, Engkau saja

Jangan bisikkan seuntai asa
Pada kafilah-kafilah angin
Sebelum kau yakin
Ia akan menerbangkan hasratmu
Pada cinta-Nya

2023

***

Dusta

Tuhan
Engkau anugerahi aku dengan keterampilan
Huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf
Maka aku pun bicara dengan lisanku
Atau menuang kata dengan tulisanku

Tuhan
Yang memberi aku lisan untuk bersuara
Harusnya ku selalu sebut nama-Mu
Tetapi, kadang sungguh terlalu

Tuhan
Kusebut nama-Mu dengan lisanku
Tapi dalam hatiku, di mana Engkau?
Seringkali tak ku ingat Engkau
Aku bersujud menyembahmu
Terkadang yang terbayang
Engkau masih di awang-awang
Anganku, tak selalu lekat dengan nikmat dari-Mu

Tuhan
Aku berzikir menyapa Engkau
Namun syaitan kembali menggoda lemahkan iman
Untuk berpaling dan takjub kembali dengan setetes air dari lautan
Dunia kembali menjadi tumpuan
Oh akhiratku, malang nian

Lisanku, tugasmu bersuara tentang-Nya
Tapi mengapa lidahku berdusta
Aku lihat racun tapi kadang aku bilang itu obat
Saat dengar lantunan ayat, terkadang aku memilih sesat

Tuhan
Tuntun aku menuju-Mu tanpa berbelok-belok
Menjadikan diri-Mu tetap pokok
Agar di akhir kelak aku tak terseok-seok
2023

Novita Sari Gunawan adalah penulis buku biografi seorang tokoh nasional, aktif menulis rubrik opini di media nasional, dan aktif menulis cerpen dan puisi.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Menjelajah Negeri Wali

Jangan lewatkan Masjid Menara Kudus yang menggambarkan toleransi masyarakatnya.

SELENGKAPNYA

Omah Pencu Yang Melangka

Orang Kudus menjadikan omah pencu sebagai warisan bagi keturunannya.

SELENGKAPNYA

Sepeda Tua yang Melintas di Depan Rumah

Cerpen Pandu WS

SELENGKAPNYA