Warga menonton layar tancap pada acara Sinema Rakyat Vol. 1 Layar Tancap Prabu Siliwangi 1988 di Kebun Seni, Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Acara yang digelar oleh Nonton Film di Kebun bersama Forum Film Jawa Barat tersebut sebagai upaya untuk mengenalkan sejarah perfilman Indonesia, serta membangkitkan nostalgia era 70an dan cerita masa lalu kepada masyarakat. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Bioskop layar tancap merupakan salah satu khazanah budaya perfilman di Tanah Air. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Uniknya hingga kini bioskop layar tancap ini masih digemari. Kebanyakan berada di daerah pinggiran kota. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga menonton layar tancap pada acara Sinema Rakyat Vol. 1 Layar Tancap Prabu Siliwangi 1988 di Kebun Seni, Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). Acara yang digelar oleh Nonton Film di Kebun bersama Forum Film Jawa Barat tersebut sebaga | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas memeriksa pita seluloid pada acara Sinema Rakyat Vol. 1 Layar Tancap Prabu Siliwangi 1988 di Kebun Seni, Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/5/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sinema Rakyat Vol. 1 di Kebun Seni ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan memperkaya warisan budaya film Indonesia. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Peristiwa

Nonton Film Layar Tancap di Sinema Rakyat Vol 1

BANDUNG -- Bioskop layar tancap merupakan salah satu khazanah budaya perfilman di Tanah Air. Memutar film menggunakan projektor film yang diarahkan ke layar lebar berwarna putih. Keberadaan layar tancap ini memuaskan dahaga warga yang jauh dari wahana hiburan seperti bioskop atau TV kelurahan sekalipun.

Seiring dengan perjalanana waktu. Akses hiburan warga terus bertambah luas dan murah. Bermula dari akses listrik, siaran TV semakin mudah diperoleh. Belakangan terpaan bioskop permanen menjamur di berbagai kota.  

Uniknya, hingga kini bioskop layar tancap ini masih digemari. Kebanyakan berada di daerah pinggiran kota. Namun, tidak menutup kemungkinan di daerah perkotaan. Penonton perkotaan ini tidak lagi semata-mata mencari hiburan. Bagi beberapa, sensasi mengenang masa lalu di masa keemasan bioskop mobile ini. 

Baru-baru ini warga di Kota Bandung, Jawa Barat, menikmati suasana bioskop mobile ini pada acara Sinema Rakyat Vol. 1 Layar Tancap Prabu Siliwangi 1988 di Kebun Seni, Tamansari. Acara tersebut diselenggarakan oleh Nonton Film di Kebun bekerja sama dengan Forum Film Jawa Barat dengan tujuan mengenalkan sejarah perfilman Indonesia dan menghidupkan kembali kenangan era 70-an serta cerita masa lalu kepada masyarakat.

Para penonton terhibur dengan menonton layar tancap yang menampilkan film Prabu Siliwangi tahun 1988. Melalui acara ini, masyarakat diajak untuk mengenang dan mengapresiasi warisan sinema Indonesia yang telah memainkan peran penting dalam sejarah budaya dan hiburan Indonesia.

Sinema Rakyat Vol. 1 di Kebun Seni ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan memperkaya warisan budaya film Indonesia. Melalui kesempatan ini, masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus mengingat kembali masa-masa keemasan perfilman Indonesia.

Acara semacam ini memberikan ruang bagi penonton untuk mengenal lebih jauh tentang sinema Indonesia dan mengapresiasi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
  ';