Tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora, Mario Dandy Satriyo saat melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan di Perumahan Green Permata Residences, Pesanggrahan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

Keluarga David Menyiapkan Gugatan Ganti Rugi Pengobatan

David telah diperbolehkan pulang oleh tim dokter yang merawatnya.

JAKARTA – David Ozora (17 tahun), korban penganiayaan berat yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (19), telah diperbolehkan pulang oleh tim dokter yang merawatnya. Kini, tim hukum keluarga David berencana mengajukan gugatan ganti rugi kepada pelaku penganiayaan atas seluruh biaya pengobatan.

“Kalau yang dimaksud terkait gugatan perbuatan melawan hukum untuk meminta ganti rugi, tentu harus menunggu putusan dari seluruh pelaku ini selesai dulu,” kata kuasa hukum keluarga David, Melissa Anggraini, di Rumah Sakit (RS) Mayapada, Jakarta Selatan, kemarin.

Sejauh ini, Melissa sudah menyiapkan perincian biaya apa saja yang telah dikeluarkan korban selama proses pengobatan David di rumah sakit. Bahkan, Melissa mengaku saat ini tengah melakukan ancang-ancang melibatkan pihak pelaku untuk bertanggung jawab atas masa depan David. Meski demikian, Melissa tidak menjelaskan dengan perinci terkait hal tersebut.

Situasi rekonstruksi penganiayaan terhadap David Ozora oleh Mario Dandy Satriyo di Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023). - (Ali Mansur/Republika)

“Bahkan ke depannya terkait apa saja yang harus ditanggung David, termasuk soal masa depan David seperti dokter sampaikan belum jelas seperti apa,” kata Melissa.

Sejauh ini, Melissa memperkirakan biaya pengobatan yang harus ditanggung David lebih dari Rp 1 miliar. Hampir 80 persen dari biaya tersebut ditanggung asuransi. Sisanya, David mendapatkan bantuan dari keluarga hingga kolega untuk membayar biaya yang tidak ditanggung asuransi.

“Sejauh ini 80 persen dari asuransi, sisanya dari pihak keluarga, hingga detik ini kami tidak membuka donatur,” ujar Melissa.

Mewakili keluarga, Melisa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pengobatan David selama 53 hari menjalani perawatan di rumah sakit. David dinyatakan dokter sudah layak untuk pulang, tapi dengan pemantauan yang ketat dari pihak rumah sakit.

photo
Terdakwa AG (tengah) digiring seusai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/4/2023). AG divonis hukuman tiga tahun enam bulan penjara dalam kasus penganiayaan berencana terhadap Cristalino David Ozora. - (Republika/Putra M Akbar)

David merupakan korban penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo dan kekasihnya yang masih di bawah umur AG (15). Aksi kekerasan tersebut sempat viral di media sosial sehingga mendapat perhatian khusus Polres Metro Jakarta Selatan. Mario Dandy dan AG pun akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai terlibat langsung dalam penganiayaan tersebut.

Dokter spesialis saraf RS Mayapada Jakarta Selatan, Yeremia Tatang, menjelaskan, kondisi David Ozora mulai membaik dari cedera akibat penganiayaan setelah melalui rangkaian pengobatan dari berbagai aspek. “Berkat kerja sama tim rumah sakit melalui multi aspect treatment sehingga David bisa pulih,” kata Yeremia.

David masih harus menjalani program pemulihan secara ketat selama satu bulan setelah pulang dari rumah sakit. “Jadi, satu bulan ini akan menjadi fase recovery yang sangat penting buat David,” kata Yeremia.

Proses pemulihan tersebut harus dilakukan guna memastikan sensor motorik dan daya ingat David kembali pulih.

photo
Tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora, Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas, saat melakukan rekonstruksi kasus penganiayaan di Perumahan Green Permata Residences, Pesanggrahan, Jakarta, Jumat (10/3/2023). - (Republika/Thoudy Badai)

Yeremia menjelaskan, kondisi David mulai membaik ketika memasuki masa perawatan pada pekan keempat. Pada pekan keempat ini, motorik dan sensor (indra) sudah pulih bahkan sudah bisa berinteraksi dengan orang. “Dari awal David masuk itu memang kondisinya koma, memang ada infeksi yang cukup berat akibat cedera yang ia alami tersebut,” kata Yeremia.

Kondisi tersebut masih tidak berubah hingga akhirnya memasuki pekan ketiga masa perawatan. Pada pekan ketiga kondisi David sudah membaik akibat perawatan khusus yang diberikan pihak rumah sakit. Kondisi tersebut berangsur-angsur membaik hingga akhirnya David diperbolehkan pulang kemarin. Walau demikian, Yeremia menegaskan, kondisi David belum pulih 100 persen.

Dia mengatakan, David masih memerlukan pengobatan khusus untuk melatih sensor motorik dan dari pikiran guna meningkatkan daya kerja otak. “Jadi, ini memang masih membutuhkan pengobatan yang cukup panjang agar dia bisa pulih,” kata Yeremia.

Walau demikian, dia memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan David walaupun sudah diperbolehkan pulang.

 
Memang masih membutuhkan pengobatan yang cukup panjang agar dia bisa pulih.
YEREMIA TATANG, Dokter Spesialis Saraf RS Mayapada.
 

David harus melalui masa pemulihan dengan melakukan latihan memori dan latihan kognisi. Dokter juga akan memantau kondisi psikologis David guna memastikan dampak trauma yang dialami akibat kejadian penganiayaan yang dialaminya. Terkait kemungkinan David kembali masuk sekolah untuk belajar, Yeremia mengaku masih ada peluang tersebut.

Meski demikian, Yeremia belum bisa memastikan berapa waktu yang dibutuhkan David agar kondisi motorik serta fisiknya siap untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). "Nah, ini sekarang tinggal melihat daripada kondisi otaknya. Untungnya David ini masih muda, maka recovery-nya jauh lebih cepat dibandingkan orang yang lebih tua,” kata Yeremia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Gelombang Kritik untuk Gubernur Lampung Kian Membesar

Sikap pemprov yang terkesan antikritik dinilai berlebihan dan tidak seharusnya.

SELENGKAPNYA

Mengapa Heru Membongkar Jalur Pedestrian dan Sepeda Warisan Anies?

Jejak pembangunan era Anies Baswedan tersebut kini sudah tidak ada.

SELENGKAPNYA

AG Divonis 3,5 Tahun Penjara!

SELENGKAPNYA