Obesitas dan body shaming | Republika

Gaya Hidup

Kerap Jadi Sasaran Body Shaming? Begini Cara Menghadapinya

Anda disarankan untuk keluar dari lingkungan toxic yang mengejek berat badan Anda.

Obesitas telah menjadi sebuah masalah umum di Indonesia. Namun, melakukan body shaming dengan mengejek atau mengomentari tipe tubuh tertentu hanya akan memperburuk keadaan.

Mari buat dunia lebih berempati dengan mempelajari cara-cara untuk menghadapi body shaming. Setidaknya pada era sekarang ini, media sosial telah membentuk paradigma bias tentang keidealan dan kesempurnaan tubuh seseorang.

Bahkan, seorang selebritas seperti Selena Gomez saja bisa menjadi sasaran body shaming, setelah berat badannya bertambah karena kondisi medis Lupus yang dideritanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Selena Gomez (@selenagomez)

Psikolog klinis dari India, Dr Kamna Chhibber, telah mengungkap bagaimana cara mengatasi body shaming. Simak penjelasannya berikut ini seperti dilansir dari Health Shots, Kamis (16/3/2023).

1. Fokus pada diri secara utuh

Pahami bahwa Anda adalah satu kesatuan yang utuh, kombinasi dari kekuatan, kelemahan, kesempurnaan, dan ketidaksempurnaan. Memiliki tipe tubuh tertentu hanyalah salah satu bagian dari diri dan bukan keseluruhan diri Anda. Ketika mulai timbul perasaan tidak percaya diri, alihkan perhatian pada kekuatan dan kelebihan yang Anda miliki.

“Cobalah untuk membangun rasa positif terhadap diri sendiri yang mengintegrasikan pemahaman terhadap atribut dan keterampilan yang Anda miliki," kata Chhibber.

2. Tingkatkan kebugaran dan kesehatan

photo
Nyaman memilih pakaian dalam, termasuk untuk berolahraga (ilustrasi) - (Unsplash/Andrew Tanglao)

Alih-alih mengeluh tentang tipe tubuh, ubahlah perspektif untuk melihat di mana saja area yang masih bisa ditingkatkan dalam hal kesehatan. Jika Anda merasa ingin tampil maksimal, pertimbangkan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan fisik dengan menjaga pola makan sehat atau berolahraga. Lihatlah ini sebagai kesempatan untuk tumbuh dan menjadi lebih sehat.

3. Ekspresikan emosi kepada para pelaku body shaming

Sering kali orang yang bertubuh langsing mempermalukan orang lain yang bertubuh gemuk dengan keyakinan bahwa hal ini dapat memotivasi mereka untuk makan lebih sedikit, melakukan lebih banyak latihan, dan menurunkan berat badan. Namun, hal ini lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Sebagai korban dari komentar-komentar shaming seperti itu, ahli menyarankan untuk meluapkan emosi dan pikiran saat seseorang mengomentari ukuran atau bentuk tubuh Anda. Umpan balik dapat membuat orang sadar akan dampak dari tindakan mereka.

4. Pilih lingkungan yang memberi dukungan

photo
Persahabatan (ilustrasi) - (Unsplash/Andrew Moca )

Anda disarankan untuk keluar dari lingkungan toxic yang mengejek berat badan Anda. Setelah keluar dari lingkungan toxic itu, Anda bisa mengikuti komunitas yang bisa memberikan semangat dan berempati pada masalah serta memotivasi Anda untuk menjadi lebih baik.

5. Cobalah berbicara dengan diri sendiri secara positif

Cobalah menghabiskan sebagian besar waktu dengan diri sendiri dan cara Anda berbicara kepada diri sendiri dapat sangat memengaruhi kualitas hidup. Ciptakan lebih banyak self-talk positif yang memperkuat kebaikan dari apa yang Anda lakukan.

 

 
Cobalah untuk membangun rasa positif terhadap diri sendiri.
DR KAMNA CHIBBER, Psikolog klinis dari India. 
 
 

Virus Negara Pancasila

Banyak perilaku anak bangsa yang sejatinya mengandung virus menggerogoti eksistensi negara Pancasila.

SELENGKAPNYA

Menjadi Konten Kreator

Tuntunan syariah seputar profesi seorang atau perusahaan konten kreator

SELENGKAPNYA

Ramadhan, Puasa, dan Takwa

Seorang hamba tidak akan pernah mancapai derajat takwa sampai ia berhasil mengambil jarak dari yang halal.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya