Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Ferdy Sambo bersiap menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Majelis hakim dijadwalkan membacakan vonis Sambo dan Putri Candrawathi. Sebelumn | Republika/Thoudy Badai

Peristiwa

Sidang Vonis Ferdy Sambo di PN Jakarta Selatan

Karangan bunga berisi dukungan kepada majelis hakim berjejer di depan gedung.

JAKARTA -- Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo, hadir  menjalani persidangan di PN Jaksel sekitar pukul 10.00, Senin (13/2/2022). Sambo tiba di pengadilan  mengenakan kemeja putih, rompi tahanan dan masker berwarna hitam.

photo
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Ferdy Sambo tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Hakim dijadwalkan membacakan vonis Sambo dan Putri Candrawathi. Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup, sementara Putri penjara delapan tahun. - (Republika/Putra M. Akbar)

 

Pengamanan sidang putusan ini cukup ketat, sterilisasi ruang sidang dilakukan sehari sebelum sidang oleh tim Gegana Polri. Sidang ini pun menarik perhatian publik. Ruang sidang pun tidak hanya dipenuhi awak media. Simpatisan keluarga korban dan terdakwa Bharada E ikut hadir. Pemeriksaan dilakukan terhadap barang bawaan mereka.

photo
Petugas Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap massa pengunjung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023), yang hadir untuk menyaksikan sidang vonis Ferdy Sambo atas pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J). Hari ini hakim dijadwalkan membacakan vonis Sambo dan Putri Candrawathi. Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup, sementara Putri penjara delapan tahun. - (Republika/Thoudy Badai)

 

Ibunda Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak turut hadir dengan membawa foto anaknya ke ruang sidang vonis atau pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (13/2/2023) pagi. Pada foto tersebut terlihat penampilan Brigadir J yang memakai seragam Polri.

 

photo
Ibunda Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Rosti Simanjuntak membawa foto mendiang anaknya saat menghadiri sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Majelis hakim dijadwalkan membacakan vonis terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Sebelumnya Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup, sementara Putri penjara delapan tahun. - (Republika/Putra M. Akbar)

Rosti Simanjuntak, mengatakan, keluarganya meminta kepada majelis hakim agar terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mendapatkan hukuman semaksimal mungkin.

 

photo
Warga berjalan di dekat poster yang terpajang saat sidang pembacaan vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Karangan bunga tersebut berisi kata-kata unik untuk mendukung hakim agar memberikan hukuman seadil-adilnya bagi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. - (Republika/Putra M. Akbar)

Di luar gedung ruang sidang pengadilan pun tidak kalah menarik. Berbagai karangan bunga dengan kata-kata unik menghiasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Kebanyakan menyuarakan dukungan bagi majelis hakim untuk memutuskan sidang dengan adil.

 

photo
Berbagai karangan bunga dengan kata-kata unik menghiasi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) jelang sidang pembacaan vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Senin (13/2/2023). Sambo dan Putri adalah terdakwa kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Alkhaledi Kurnialam - (Republika/Alkha)


"Tuhan Maha Tahu orang yang tidak punya malu, penipu, zolim dan kejam," tulis salah satu karangan bunga yang menyebutkan pengirimnya sebagai Emak-emak Jakarta. Karangan bunga berjejer di depan PN Jaksel yang berlokasi di Jalan Ampera Raya, Kecamatan Cilandak.

Ikuti Berita Republika Lainnya