Pekerja menambal jalan berlubang di jalur alternatif mudik Ungaran-Temanggung-Wonosobo Desa Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. | ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Nasional

Pemerintah Siapkan Rp 32 Triliun Percantik Jalan Daerah

Jalan menuju kawasan industri menjadi fokus perbaikan.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo akan menerbitkan instruksi presiden (inpres) untuk mempercepat pembangunan jalan daerah. Anggaran sebesar Rp 32 triliun juga disiapkan guna membantu perbaikan jalan daerah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan, sejak April 2022 lalu, pemerintah telah menyiapkan inpres yang di dalamnya terdapat perincian prioritas jalan daerah. Menurut Basuki, jalan daerah yang diprioritaskan adalah jalan yang terhubung dengan kawasan-kawasan industri.

“Kita putuskan waktu itu inpresnya supaya kita tahu persis jalan-jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten/kota ini yang prioritasnya yang menuju ke kawasan-kawasan industri,” kata Basuki seusai mengikuti rapat terkait percepatan pembangunan jalan daerah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/1).

Melalui inpres tersebut, Presiden ingin agar pemerintah pusat membantu percepatan perbaikan jalan-jalan daerah. Jokowi tidak ingin perbaikan jalan daerah yang menjadi prioritas terhambat karena anggaran yang terbatas.

Menurut Basuki, Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk mempersiapkan anggaran percepatan perbaikan jalan daerah sebesar Rp 32,7 triliun. Anggaran tersebut telah melalui proses evaluasi agar tidak tumpang-tindih dengan dana alokasi khusus (DAK) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah dialokasikan.

Basuki mengatakan, jalan rusak di daerah selama ini belum ditangani dengan maksimal karena anggaran yang dimiliki pemerintah daerah terbatas.
"Tidak ditangani dengan baik karena anggaran, bukan karena enggak ada prioritas. Tapi, memang anggarannya mahal, kabupaten/kota anggarannya terbatas," kata Basuki.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, pemerintah telah memutuskan akan membantu perbaikan jalan-jalan di daerah yang mengalami kerusakan. "Kami melakukan rapat internal yang langsung dipimpin oleh Bapak Presiden terkait dengan percepatan pembangunan, tepatnya mungkin perawatan jalan-jalan existing di daerah," ujar Suharso.,

Ia menjelaskan, dari sekitar 480 ribu kilometer jalan kabupaten/kota di seluruh daerah, hanya 42 persen di antaranya yang dalam kondisi baik. Sedangkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan 65 persen jalan daerah dalam kondisi baik hingga 2024.

"Keadaan yang mantap itu hanya 42 persen dan dalam RPJMN. Minimal kita ingin mencapai 65 persen dan 65 persen itu tentu tidak hanya menjadi beban daerah, tetapi juga menjadi beban kita bersama," kata Suharso.

photo
Pengendara mobil dan motor melintas di Jombang, Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. - (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Menurut Suharso, dalam rapat juga telah diputuskan bahwa Presiden Jokowi akan menerbitkan instruksi presiden (Inpres) untuk perbaikan jalan daerah. Nantinya ruas jalan yang akan diperbaiki akan diputuskan bersama Kementerian PUPR.

Suharso mengatakan, percepatan perbaikan jalan daerah akan dilakukan secara bertahap. "Kita akan memulai dengan membantu sekitar hampir 9.000 km jalan dari yang diusulkan sebanyak 32 ribu km," kata dia.

photo
Pekerja berjalan melewati konstruksi jembatan pengganti jembatan Antilope di Curug, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/7/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Selain memperbaiki jalan daerah, pemerintah pada tahun ini akan membangun 444 km jalan baru dan pembangunan 8.255 meter jembatan. Pembangunan jalan baru dan jembatan diakukan pelelangan sejak Oktober 2022 dari total 3.942 paket kontraktual dengan nilai Rp 89,11 triliun.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Iqbal mengaku mendukung program Presiden Joko Widodo untuk memperbanyak pembangunan jalan dan jembatan di tahun 2023.

"Pada prinsipnya program dari Presiden Jokowi itu bagus untuk menambah akses jalan tol dan pembangunan infrastruktur lainnya. Hanya, dilihat lagi sampai di mana kemampuan keuangan negara," kata dia.

Dia mengakui, arah pembangunan yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi sangat membantu roda perekonomian masyarakat, dari kota hingga ke pelosok desa.

"Dengan dibukanya akses jalan tol tentu harapan kita bisa mempercepat logistik angkutan terus secara otomatis itu juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Cari Kehidupan Baru, Peluru yang Didapat

Lebih dari satu penembakan massal terjadi per hari di AS.

SELENGKAPNYA

Gubernur DIY Persoalkan Cara BPS Hitung Kemiskinan

Pola konsumsi masyarakat DIY cenderung unik.

SELENGKAPNYA

Berkata Baik atau Diam

Sebelum berbicara hendaknya kita memikirkan dulu, apakah yang akan kita katakan baik atau tidak.

SELENGKAPNYA