Tentara Polandia mengendarai tank Leopard 2 buatan Jerman dalam latihan militer di Biedrusko, Polandia Barat, beberapa waktu lalu. | EPA-EFE/JAKUB KACZMARCZYK

Internasional

Jerman Terus Didesak Kirim Tank ke Ukraina

Korban meninggal perang Rusia-Ukraina mencapai ratusan ribu.

BRUSSELS -- Tekanan bagi Jerman untuk mengirimkan tank Leopard ke Ukraina kian kencang. Terlebih selepas Uni Eropa (UE) menyepakati alokasi tambahan 500 juta euro untuk bantuan militer bagi Ukraina pada Senin (23/1). 

Kesepakatan pada tahap bantuan ketujuh datang ketika 27 menteri luar negeri UE bertemu di Brussel. Hasil ini muncul setelah negara-negara Barat pekan lalu gagal menyepakati pengiriman tank tempur tetapi menjanjikan dukungan bernilai miliaran.

Pejabat Swedia dan Ceko menyatakan, para menteri luar negeri menyetujui paket 500 juta euro bersama dengan 45 juta euro lebih lanjut untuk peralatan tidak mematikan dalam misi pelatihan militer UE untuk Ukraina. "Kami tetap teguh dalam dukungan kami untuk Angkatan Bersenjata Ukraina," ujar Swedia yang memegang jabatan presiden bergilir UE.

Sementara itu, beberapa menteri mengatakan saat mereka tiba di pertemuan tersebut di pagi hari, bahwa penting bagi Jerman untuk mengizinkan pengiriman tank Leopard ke Ukraina. Tank Leopard secara luas dianggap paling cocok untuk Ukraina, tetapi negara itu harus mengesahkan penjualannya dan belum melakukannya.

photo
Tank Leopard 2 milik Polandia bermanuver dalam latihan di Nowa Deba di tenggara Polandia pada November 2022. - (EPA-EFE/Darek Delmanowicz )

Polandia mengatakan pada Senin, akan meminta izin Jerman untuk mengirim tank Leopard ke Ukraina. "Pada titik ini tidak ada argumen yang baik mengapa tank tempur tidak dapat disediakan," kata Menteri Luar Negeri Polandia Latvia Edgars Rinkevics saat tiba di pertemuan Brussel. Untuk diketahui, pengiriman tank Leopard dari negara-negara di Eropa untuk bantuan militer harus melalui izin Jerman sebagai negara produsen.

Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis mengatakan, tank tidak boleh ditahan bahkan satu hari pun. Sementara Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu mengatakan Jerman sebagai "mesin Eropa" memiliki tanggung jawab khusus untuk membantu Ukraina.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn mengatakan, Rusia dapat memenangkan perang jika Eropa tidak membantu Ukraina dengan armada yang dibutuhkan sekarang. Desakan dari berbagai negara ini, menurut seorang diplomat UE, diikuti dengan diskusi di antara para menteri tentang tank tersebut.

"Jerman tidak suka didorong, mereka memperingatkan itu bisa menjadi kontraproduktif," kata diplomat itu.

Dukungan Senjata untuk Ukraina - (Republika)  ​

Ketika diplomat itu tiba di pertemuan Brussel, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menolak untuk menguraikan komentar yang disampaikan pada akhir pekan. Dia sebelumnya mengatakan, bahwa Berlin tidak akan menghalangi Polandia untuk menerjunkan tank Leopard. Dia hanya menegaskan penting untuk melakukan semua kemampuan untuk mempertahankan Ukraina.

Partai Demokrat Sosial kiri-moderat Kanselir Olaf Scholz berpendapat, bahwa Barat harus menghindari gerakan tiba-tiba yang dapat meningkatkan perang. Namun beberapa sekutu UE menolak posisi itu, dengan mengatakan Rusia sudah berkomitmen penuh dalam serangannya yang berusia 11 bulan di Ukraina. 

Pemerintah Rusia mengatakan, rakyat Ukraina akan menderita jika Barat mengirim bantuan tank ke negara tersebut. Menurut Moskow, pengiriman tank untuk Kiev akan semakin memperpanjang pertempuran.

“Tapi tentu saja semua negara yang mengambil bagian, secara langsung atau tidak langsung, dalam memompa senjata ke Ukraina dan meningkatkan tingkat teknologinya memikul tanggung jawab (untuk melanjutkan konflik di Ukraina. Hal utama adalah rakyat Ukraina yang akan membayar harga untuk semua dukungan semu ini,” ucap Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam konferensi pers, Senin (23/1).

Jumlah korban

Rusia mulai menyerang bagian timur Ukraina pada Februari 2022. Mereka melakukan infasi dengan alasan menghilangkan ancaman keamanan akibat rencana Ukaina bergabung dengan NATO. 

photo
Prajurit Jerman dari Air Defense Missile Group 24 mulai memindahkan skuadron rudal pertahanan udara Patriot dari Jerman ke Polandia di Gnoien, Jerman, Senin (23/1/2023). Alutsista itu akan ditempatkan di kota Zamosc di tenggara Polandia yang berbatasan dengan Ukraina. - (AP Photo/Bernd Wüstneck)

Hampir setahun serangan Rusia ke Ukraina, jumlah pasti soal jumlah korban jiwa dan para korban terluka tak kunjung dilansir kedua negara. Angka-angka yang muncul belakangan menunjukkan jumlah yang tak sedikit.

Panglima Angkatan Bersenjata Norwegia Jenderal Eirik Kristoffersen mengatakan, hampir 180 ribu tentara Rusia telah tewas atau terluka dalam pertempuran di Ukraina. 

“Kehilangan Rusia mulai mendekati hampir 180 ribu tentara yang tewas atau terluka,” kata Kristoffersen dalam sebuah wawancara dengan TV2, Ahad (22/1). Dia tak mengungkap bagaimana estimasi jumlah korban itu diperoleh.

photo
Petugas medis mengevakuasi prajurit yang terluka dalam pertempuran melawan Rusia di Luhansk, Ukraina, Jumat (13/1/2023). - (AP Photo/LIBKOS)

Dalam wawancara itu dia pun menyampaikan jumlah korban dari Ukraina. Kristoffersen mengatakan, sejauh ini lebih dari 100 ribu tentara Ukraina tewas atau terluka. Sementara warga sipil Ukraina yang meninggal mencapai sekitar 30 ribu jiwa.

Kendati sudah kehilangan cukup banyak prajuritnya, Kristoffersen berpendapat, Rusia belum akan menghentikan pertempuran. “Rusia dapat melanjutkan (perang) untuk waktu yang cukup lama. Yang paling mengkhawatirkan adalah apakah Ukraina akan mampu menjaga angkatan udara Rusia tetap di luar peperangan,” ucapnya.

Menurut Kristoffersen, sejauh ini Ukraina telah mampu melakukan hal tersebut berkat pertahanan anti-pesawatnya. Sebagian besar serangan Rusia dalam beberapa bulan terakhir dilakukan dengan rudal jarak jauh. Kristoffersen pun menyerukan agar sekutu segera mengirimkan tank tempur ke Ukraina. “Jika mereka akan menyerang di musim dingin, mereka (Ukraina) membutuhkannya (tank) segera,” ujarnya.

photo
Petugas membawa seorang wanita yang terluka setelah roket Rusia menghantam gedung bertingkat di Dnipro, Ukraina, Ahad, (15/1/2023). - (AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Norwegia adalah negara yang berbatasan langsung dengan Rusia. Ia telah menjadi anggota Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sejak badan pertahanan multilateral itu dibentuk pada 1949. 

Sedangkan Der Spiegel melansir, Dinas Intelijen Luar Negeri Jerman (BND) mengungkapkan bahwa korban di pihak Ukraina, utamanya di wilayah Bakhmut sangat mengkhawatirkan. 

Selama berbulan-bulan, kota Bakhmut di Ukraina timur telah menjadi medan konflik sengit. Pertempuran meningkat baru-baru ini, tetapi Ukraina mengklaim pasukannya bertahan melawan Rusia.  Sementara Rusia mengeklaim bahwa mereka telah menguasai kota tambang garam Soledar di dekatnya.

photo
Petugas membersihkan puing-puing setelah roket Rusia menghantam gedung bertingkat di kota Dnipro, Ukraina, Ahad, (15/1/2023). - (AP Photo/Evgeniy Maloletka)

Dalam pertemuan tertutup pekan ini, BND memberitahu anggota parlemen Jerman (Bundestag) bahwa tentara Ukraina saat ini kehilangan tentara dalam jumlah "tiga digit" setiap harinya dalam pertempuran melawan Rusia.

“Ukraina saat ini menderita kerugian besar di dekat Bakhmut. Pengarahan BND menginformasikan tentang "jumlah korban tiga digit per hari," tulis laporan itu.

Menurut penilaian intelijen Jerman, seluruh lini pertahanan Ukraina akan terpengaruh jika Bakhmut runtuh. Laporan lebih lanjut mengklaim bahwa Rusia saat ini mengirimkan tentara secara serampangan karena tidak peduli dengan kerugiannya di sana.

photo
Pindaian satelit atas gedung-gedung yang dibombardir Rusia di perempatan jalan utama di Bakhmut, Ukraina pada 4 Januari 2023 lalu. - (MAXAR TECHNOLOGIES)

Intelijen Inggris mengindikasikan bahwa salah satu dari dua jalur pasokan utama Ukraina ke Bakhmut telah terkena pengeboman artileri berat. Pada 18 Januari, Kementerian Pertahanan Inggris merilis citra satelit yang menunjukkan bahwa selatan dan timur Bakhmut telah menjadi sasaran pengeboman artileri yang signifikan sejak awal Januari 2023.

 

Jerman Indikasikan Lampu Hijau Leopard untuk Ukraina

Rusia mengancam balasan lebih hebat bila Barat mengirim tank ke Ukraina.

SELENGKAPNYA

Tank Jerman Terus Dinantikan Ukraina

Negara Barat belum menyepakati pengiriman tank ke Ukraina.

SELENGKAPNYA

Bantuan Senjata untuk Ukraina Mengalir

Belum ada kesepakatan soal tank yang akan dikirim ke Ukraina.

SELENGKAPNYA