vp,,rm
Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Lima Keburukan

Ada lima keburukan menjadi penghalang seseorang gagal menjadi saleh.

 

OLEH AHMAD AGUS FITRIAWAN

Di antara sahabat Nabi SAW yang perkataannya kerap menjadi pegangan dalam berkehidupan adalah Ali bin Abi Thalib. Dan di antara pesan yang diingatkan adalah bahwa ada lima keburukan menjadi penghalang seseorang gagal menjadi saleh.

Sayyidina Ali berkata, "Andaikan tidak ada lima keburukan di dunia ini, tentunya manusia menjadi orang saleh semua. Kelima keburukan itu adalah merasa senang dengan kebodohan, tamak dengan dunia, bakhil dengan kelebihan harta, riya dalam beramal, dan membanggakan diri".

Pertama, merasa senang dengan kebodohan. Adalah merasa puas dengan pengetahuan yang didapatnya saat ini. Tidak ada dalam dirinya keinginan belajar dengan sungguh-sungguh dalam masalah agama dan urusan akhirat. Padahal sebenarnya tidak memiliki ilmu, belajar apa itu Islam, dan bagaimana seharusnya menjadi Muslim yang baik.

Maka dari itu, sebagai mukmin yang taat harus selalu mencari ilmu dengan mengikuti kajian-kajian yang dilakukan oleh para ulama.

Kedua, tamak dengan dunia. Adalah loba, terlampau besar keinginannya untuk memperoleh harta banyak, dan merasa kurang dengan kepemilikannya. Ia menyangka bahwa harta adalah eksistensi diri bahkan melanggengkan kehidupannya (QS al-Humazah [104]: 1-9).

Padahal, ada di antara mereka yang minta kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia dengan tujuan ingin bersedekah, sedangkan hal itu tidak mungkin terjadi (QS al-Munafiqun [63]: 10).

Ketiga, bakhil dengan harta. Adalah menahan harta yang seharusnya dikeluarkan. Ketika orang memiliki uang, makanan, dan minuman yang mestinya bisa diberikan kepada yang membutuhkan, kemudian enggan untuk memberikannya, maka ia adalah bakhil.

Sifat bakhil dapat disebabkan karena hartanya merasa milik sendiri dan karena takut hartanya berkurang. Padahal keduanya merupakan tipu daya setan. (QS al-Baqarah [2]: 268).

Keempat, riya dalam beramal. Adalah perbuatan yang dilakukan bukan karena mengharap ridha Allah, tetapi hanya mencari pujian, sanjungan, dan popularitas semata, mengharapkan nilai dunia dengan pekerjaan akhirat. Riya tidak hanya membuat kita terjerumus ke neraka, tapi riya juga dianggap syirik kecil, sehingga dapat menghapus amal pahala dan dianggap lebih kejam dari fitnah dajjal.

Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah) al-Masih ad-Dajjal?" Para sahabat berkata, "Tentu saja."

Beliau bersabda, "Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya."

 
Seseorang yang gemar membangga-banggakan dirinya tentu akan merasa dirinya lebih hebat.
 
 

Kelima, membanggakan diri (ujub). Adalah sifat mengagumi dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. Seseorang yang gemar membangga-banggakan dirinya tentu akan merasa dirinya lebih hebat dibandingkan orang lain. Hal ini bisa menjerumuskan orang tersebut dalam perbuatan sombong (takabur).

Kemudian, sifat ujub membuat kita merugi di akhirat. "Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras." (HR Nasa’i).

Demikianlah lima keburukan yang menurut Sayyidina Ali RA dapat menjadi jalan kenistaan dan kehinaan yang menghalangi seseorang menjadi orang yang saleh.

Semoga Allah SWT menjaga hati dan perbuatan kita terhindar dari kelima keburukan di atas.

Wallahu a'lam.

Makan Dulu (Tanpa Tahu Harga), Baru Bayar

Ada beberapa rumah makan yang membolehkan makan dulu baru bayar. Apakah sah?

SELENGKAPNYA

Indahnya Shalat Malam

Nabi SAW pernah melaksanakan shalat malam sampai bengkak kakinya, sebagai bukti syukur kepada-Nya.

SELENGKAPNYA

Membuka Keajaiban Bismillah

Inilah keajaiban bismillah jika kita semua mampu mengamalkannya secara istiqamah.

SELENGKAPNYA