Arin Setyowati | Dokpri

Uswah

Arin Setyowati, Gencarkan Edukasi Keuangan Syariah di Desa

Arin dinobatkan menjadi dosen pendamping terbaik dalam program PHP2D.

Oleh DADANG KURNIA

Belum banyak orang memahami keuangan syariah. Ini merupakan konsep keuangan yang mengutamakan maslahat dan keadilan. Jauh dari kapitalisasi dan monopoli. Masih banyak orang lebih memilih mengakses lembaga keuangan yang dikelola seadanya, bahkan cenderung ribawi.

Hal itu mendorong akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Arin Setyowati, menggerakkan Desa Cerdas Keuangan Syariah. Hal itu dilakukannya melalui Program Pengabdian Masyarakat (PKM). Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya yang fokus dalam bidang ekonomi Islam tersebut menjelaskan, semangatnya adalah keilmuan yang dimiliki, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Desa Cerdas Keuangan Syariah memiliki serangkaian program. Mulai dari edukasi mendasar terkait dengan keuangan syariah, pengelolaan keuangan keluarga, bahaya rentenir, dan bentuk rentenir modern berupa pinjaman online (pinjol) ilegal. Desa yang menjadi percontohan berada di wilayah Dukuh Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, atau tidak jauh dari kampus tempatnya mengajar.

"Sebelumnya, kami melakukan observasi dan menganalisis persoalan rentenir dan pinjol ilegal. Setelah itu, kami berikan edukasi secara masif di masing-masing RT. Kami keliling," kata Arin kepada Republika.

Arin memerinci, secara keseluruhan ada sekitar enam RT yang menjadi sasaran program tersebut. Tiap-tiap RT terdapat 10 peserta yang diberi edukasi dengan intensitas tiga hingga empat hari dalam sepekan. Agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat, Arin beserta tim mahasiswanya tidak secara frontal menggembar-gemborkan tujuan utamanya untuk membebaskan mere dari jerat rentenir ataupun pinjol.

Mereka berangkat dari pendampingan cara membuat catatan keuangan. Masyarakat diajari melakukan pembukuan terkait keluar-masuk uang dan alokasi belanja bahan-bahan bagi mereka yang berjualan. "Mengapa kami mendekati itu? Karena, selain biar tahu pola pembelanjaan, oh ternyata ada berapa pos yang memang mereka gunakan untuk membayar rentenir," ujarnya.

 
Oh ternyata ada berapa pos yang memang mereka gunakan untuk membayar rentenir.
ARIN SETYOWATI 
 

Berdasarkan catatan keuangan tersebut, Arin menambahkan, pihaknya bisa memetakan masyarakat yang terjerat rentenir dan pinjol. Ibu satu anak itu menjelaskan, dari 60-an peserta, sekitar 50 persennya mengakses rentenir dan pinjol. Sebagian besarnya mengakses rentenir manual. Arin menjelaskan, masifnya edukasi keuangan syariah membuat masyarakat meninggalkan rentenir.

"Belum semua terbebas. Tapi, pada akhirnya dengan pendampingan itu, pencatatan keuangan harian yang dilakukan mereka bisa mengatur dan perlahan bisa keluar dari jeratan pinjol dan rentenir. Jadi, beberapa ada yang ngaku iya wes mbak aku wes ndak (pinjam ke rentenir dan pinjol)," kata Arin.

Arin bersama tim juga menggagas program celengan bulanan. Masyarakat diajak membiasakan diri menabung. Nominalnya tidak besar. Hanya sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per hari. Setiap pekan, tabungan tersebut diambil dan diserahkan ke karang taruna. Uang tersebut nantinya diperuntukkan masyarakat yang mendapat kesusahan.

"Kami juga mendesain mural untuk edukasi terkait bahaya pinjol di beberapa tempat. Agar ketika orang lewat dengan tidak sengaja teredukasi dan menjadi alarm bersama," kata perempuan kelahiran Bojonegoro tersebut.

Atas program yang digagasnya tersebut, Arin pun dinobatkan sebagai dosen pendamping terbaik dalam Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau PHP2D oleh Kemendikbud pada 2021. PHP2D adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa.

Arin menjelaskan, berbagai kesuksesan yang diraihnya saat ini tidak diraih dengan mudah. Arin hampir putus sekolah saat akan melanjutkan ke jenjang SMK karena terkendala biaya. Sang ayah yang hanya bekerja serabutan, dan ibu yang berjualan kerupuk serta rujak, merasa tidak akan sanggup membiayainya sekolah di jenjang SMK.

Namun, tekadnya untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi membuat Arin yakin bisa melanjutkan sekolah. Hingga kini dia berhasil meraih pendidikan tinggi dan menginspirasi banyak orang.

 

Profil

Pendidikan:

S-1 Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya

S-2 Ilmu Agama dan Lintas Budaya UGM

S-3 Ekonomi Islam di Universitas Airlangga (Unair)

Profesi: Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya

Prestasi: dosen pendamping terbaik dalam program PHP2D