Menteri Keuangan Sri Mulyani. | ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Ekonomi

Penerimaan Pajak Tembus Target

APBN harus menunjukkan kemampuan belanja yang lebih baik pada 2023 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

JAKARTA -- Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak hingga 14 Desember 2022 telah mencapai Rp 1.635,36 triliun. Realisasi itu tumbuh 41,93 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.151,5 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja penerimaan pajak pada tahun ini menunjukkan kinerja positif sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional. 

“Penerimaan pajak sudah menembus 110,06 persen dari target Perpres 98/2022 yang senilai Rp 1.485 triliun dan naik 41,93 persen dibanding penerimaan tahun lalu. Ini kenaikan sangat tinggi,” ujar Sri dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (20/12).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati)

Penerimaan pajak didorong realisasi PPh nonmigas dan PPh migas yang telah mencapai target. Tercatat, penerimaan PPh nonmigas sebesar Rp 900 triliun atau 120,2 persen dari target, sedangkan PPh migas sebesar Rp 75,4 triliun atau 116,6 persen dari target.

Kemudian, penerimaan PPN dan PPnBM sebesar Rp 629,8 triliun atau 98,6 persen dari target, serta PBB dan pajak lainnya sebesar Rp 29,2 triliun atau 90,4 persen dari target. 

“Kenaikan yang sangat tinggi ini akan menjadi modal kita untuk menjaga agar APBN menjadi semakin sehat sehingga APBN bisa melindungi masyarakat ekonomi dan mendorong pembangunan Indonesia,” ucapnya. 

Meski begitu, per November 2022, Sri mencatat penerimaan pajak mengalami kontraksi 6,3 persen (yoy). Itu terjadi karena basis penerimaan yang tinggi pada November 2021. 

Menurut Sri, pemerintah perlu waspada karena pertumbuhan pajak tidak akan terus-menerus tinggi. Sebab, pertumbuhan penerimaan pajak sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas global. 

 
 
Kenaikan yang sangat tinggi ini akan menjadi modal kita untuk menjaga agar APBN menjadi semakin sehat sehingga APBN bisa melindungi masyarakat ekonomi dan mendorong pembangunan Indonesia.
 
 

Pada APBN 2023, penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp 1.781 triliun atau tumbuh 6,8 persen dari outlook penerimaan pajak 2022 senilai Rp 1.608,1 triliun. “Target tersebut tergolong modest dengan mempertimbangkan berbagai risiko pada tahun depan,” ucapnya. 

Dengan adanya dukungan dari sisi pendapatan negara, neraca APBN 2022 mengalami defisit senilai Rp 237,7 triliun per 14 Desember 2022. Realisasi itu setara 1,22 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Sri mengatakan, defisit terjadi karena realisasi pendapatan negara sebesar Rp 2.479 triliun dan belanja negara Rp 2.717,6 triliun. Menurut dia, defisit juga menandakan pengelolaan APBN telah optimal sebagai peredam guncangan atau shock absorber

"Defisit ini jauh lebih kecil dari yang diindikasikan atau direncanakan dalam Perpres 98/2022 sebesar Rp 840,2 triliun atau 4,5 persen PDB. Defisit menggambarkan APBN menjadi sehat kembali,” ujarnya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by #UangKita (@kemenkeuri)

Ekonom dari Universitas Paramadina, Handi Risza, menyebut APBN harus menunjukkan kemampuan belanja yang lebih baik pada 2023 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. "APBN yang kita miliki pada 2023 ini benar-benar bisa mencerminkan transformasi ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah. APBN sebagai pengungkit dan mencerminkan spending better," ujarnya. 

Untuk merespons ketidakpastian global, ujarnya, APBN harus bisa menjaga momentum pemulihan. Caranya antara lain dengan memastikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, termasuk mengendalikan laju inflasi dengan menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat.

KNEKS Matangkan Strategi Penguatan Industri Halal

Waktu yang ditargetkan untuk menjadi produsen produk halal nomor satu di dunia pada 2024 dianggap terlalu singkat.

SELENGKAPNYA

Paripurna Lionel Messi!

Messi mengungguli rekor legenda Jerman Lothar Matthaus sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

Tekad Persija Kembali ke Jalur Kemenangan

Tak ada yang perlu diwaspadai khusus dari Persija.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya