Suasana lokasi ledakan tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Desa salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, Jumat (9/12/2022). | ANTARA FOTO/Derky Azmadi

Kisah Dalam Negeri

Kisah Zulharial yang Selamat karena Terlambat

Dua orang lainnya selamat karena belum sempat masuk ke dalam lubang tambang.

OLEH FEBRIAN FACHRI

Nasib baik dialami Zulharial, pekerja tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, yang meledak pada Jumat (9/12), sekitar pukul 08.30 WIB. Zulharial yang baru berusia 21 tahun selamat dari maut karena terlambat masuk lubang tambang.

“Begitu saya mau masuk lubang, teman-teman menyebut ada ledakan. Saya lihat keluar asap saja. Ledakannya tidak terdengar. Saya harusnya kerja shift pagi tadi itu. Tapi, saat kejadian, saya belum sempat masuk,” kata Zulharial, di Sawahlunto, Jumat (9/12).

Ledakan tersebut terjadi pada lubang SD C2 atau lori 2 yang berada Kecamatan Talawi. Akibat ledakan itu, 10 orang dinyatakan meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Dua orang lainnya selamat karena belum sempat masuk ke dalam lubang tambang.

Zul mengaku baru bekerja di tambang PT NAL itu sejak satu setengah tahun lalu. Sebelum di PT NAL, ia sudah terbiasa bekerja di tambang batu bara. Ia mengakui, selama ini, berbagai kendala yang terjadi di lubang tambang merupakan hal biasa, seperti kenaikan suhu dan bau menyengat yang dapat mengganggu pernapasan.

photo
Tim penyelamat mengevakuasi korban ledakan tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Desa salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, Jumat (9/12/2022).  - (AP Photo/Devanya Zianisa)

Menurut Zul, lubang tambang yang meledak pada Jumat pagi sudah berada pada kedalaman sekitar 200 meter. Sementara itu, Zul ditugaskan untuk menambang batu bara di lubang-lubang ranting.

Adapun kronologi kejadian, sekitar pukul 09.00 WIB saat pekerja memulai aktivitas penambangan tambang dalam diketahui oleh PT NAL atas nama Dian Firdaus. Pada saat pekerja sudah berada di dalam lubang tambang, lubang mengeluarkan kepulan asap dan diiringi letupan kecil dari dalam lubang.

Kabid Dokkes Polda Sumatra Barat Kombes Lisda Cancer mengatakan, semua korban kejadian ledakan lubang tambang di Kota Sawahlunto sudah berhasil ditemukan. “Sudah ada 10 jenazah yang teridentifikasi. Setelah itu, kita terbitkan surat keterangan kematian dan dikembalikan kepada keluarga,” kata Lisda.

Lisda menyebutkan, tidak ada korban yang dirujuk ke rumah sakit lain. Semua korban luka maupun meninggal dunia diidentifikasi di RSUD Sawahlunto.

photo
Tim penyelamat mengevakuasi korban ledakan tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Desa salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, Jumat (9/12/2022). - (AP Photo/Devanya Zianisa)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memastikan kasus meledaknya tambang batu bara di Sawahlunto akan diusut. Menurut Dedi, tim penyidik dari polres dan Polda Sumbar melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan tambang batu bara di PT NAL tersebut.

“(Penyebab) masih didalami oleh Polres dan Polda Sumbar turun untuk mem-back-up proses penyelidikan,” kata Dedi.

Kapolda Sumatra Barat, Suharyono, mengatakan, gas metana diduga menjadi penyebab ledakan di lubang tambang milik PT NAL. “Laporan yang saya terima sejauh ini memang diduga kuat akibat adanya gas metana yang memicu terjadinya ledakan. Namun, kita akan turunkan tim khusus dari Polda Sumbar untuk melakukan penyelidikan,” kata kapolda seusai meninjau lokasi kejadian.

Ia mengatakan, polisi akan melakukan pengecekan ulang dan mengkaji prosedur operasi tambang yang pada kedalaman tertentu memang terdapat gas metana. Menurut dia, seharusnya pengelola memiliki standar keselamatan untuk mengantisipasi letupan karena gas metana.

photo
Suasana lokasi ledakan tambang batu bara yang dikelola PT Nusa Alam Lestari (PT NAL) di Desa salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, Jumat (9/12/2022). - (AP Photo/Devanya Zianisa)

“Ada korban yang selamat, tapi mengalami luka bakar hingga 30 persen. Kita akan pastikan lagi untuk penyebabnya dan akan turunkan tim untuk mengungkap hal ini. Kami akan melakukan penyelidikan,” katanya.

Suharyono mengatakan, tambang batu bara itu sudah beroperasi sejak 2006 dan baru kali ini terjadi ledakan. Tambang itu memiliki 22 lubang, sedangkan lokasi yang meledak ada di salah satu lubang tambang tersebut. PT NAL selaku pengelola juga disebut memiliki izin lengkap untuk melakukan usaha tambang batu bara dengan ratusan pekerja yang menggantungkan hidupnya di perusahaan itu.

“Kita tidak ingin prematur dalam menyikapi kasus ini dan saat ini tambang kita tutup sementara untuk dilakukan penyelidikan guna mencari penyebab pasti terjadinya ledakan,” kata kapolda.

Koordinator Pos Basarnas Lima Puluh Kota, Robi, mengatakan, total ada 14 korban akibat ledakan tersebut. Sepuluh orang di antaranya meninggal dunia, dua orang luka-luka, dan dua lainnya selamat. “Prakiraan awal, ledakan disebabkan oleh tingginya kadar gas metana (CH4),” kata Robi.

Robi memerinci, identitas 10 orang korban meninggal dunia tersebut yakni Budiaman (40 tahun), alamat Lumindai; Kaspion (50), alamat Batu Pipik; Nori Indra (35), alamat Bukit Bual; Asmidi (43), alamat Sijantang; Guntur (37), alamat Sijantang; Samidi, alamat Sijantang; Robi Zaldi, alamat Bukit Bual; Eri Mario, alamat Sijantang; M Aljina (52), alamat Bukit Bual; dan Budiman (43), alamat Bukit Bual. Data korban selamat adalah Aris Munandar (19) dari Bukit Bual, Baasyir (50), Prono (50), dan Turisman (43).

Robi menjelaskan, kedalaman tambang PT Nusa Alam Lestari (NAL) Parambahan 281 meter dan panjang blower 150 meter. Sejak Jumat (9/12) malam, pencarian sudah selesai dilakukan. Semua korban meninggal dunia dan korban luka sudah ditangani dan diidentifikasi di RSUD Kota Sawahlunto.

Luis Enrique Bakal Tinggalkan Tim Matador

Spanyol tidak tampil menjanjikan saat Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung.

SELENGKAPNYA

Kroasia tak Gentar

Kroasia siap menghadapi permainan menyerang tim Samba.

SELENGKAPNYA

Ombudsman: Impor Beras Harus Sesuai Aturan

Pemerintah perlu memperhatikan penetapan waktu impor agar tak merugikan petani.  

SELENGKAPNYA