Petugas melakukan oleh TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). | Edi Yusuf/Republika

Nasional

Keluarga Sempat Tolak Jenazah Pelaku Bom

Keluarga sempat menolak jenazah Agus Sujatno pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar.

BANDUNG — Keluarga sempat menolak jenazah Agus Sujatno pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar. Keluarga menolak karena Agus merupakan pelaku tindak terorisme.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pihak rumah sakit telah menjalin komunikasi dengan keluarga pelaku bahwa akan menyerahkan jenazah. Namun, mereka sempat menolak karena jenazah merupakan pelaku terorisme.

"Pihak keluarga sempat menolak karena dianggap teroris. Jadi, tidak mau menerima," ujarnya, Jumat (9/12).

Ia menuturkan, petugas akhirnya membujuk keluarga dan memberikan pemahaman. Keluarga akhirnya bersedia menerima jenazah Agus Sujatno.

Namun, kepolisian belum tahu kapan dan di mana pelaku bom Astanaanyar akan dimakamkan. Pasalnya, hingga kemarin, jenazah Agus masih berada di Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung. Jenazah baru akan diserahkan kepada keluarga pelaku setelah istri dan anaknya tiba dari Solo.

Kabid Humas Polda Jabar memperkirakan jenazah diserahkan kepada keluarga pada Sabtu (10/12). "Kemungkinan besok," katanya, kemarin.

Upaya pemulihan trauma bagi masyarakat di sekitar Polsek Astanaanyar pascaledakan bom juga dilakukan Polda Jawa Barat. Tim pemulihan trauma terdiri atas polisi wanita (polwan). Selain memulihkan trauma, menurut dia, anggota polwan itu pun menghimpun warga dan mengajak berkomunikasi untuk memperdalam suasana kebatinan warga.

photo
Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). - (Edi Yusuf/Republika)

Menurut dia, ada kondisi-kondisi tertentu yang dialami masyarakat di sekitar polsek setelah kejadian itu, terlebih peristiwa itu menimbulkan dua korban meninggal, yakni pelaku dan seorang anggota polisi. Untuk sementara waktu, kata dia, pelayanan kepolisian di Polsek Astanaanyar dinonaktifkan, kemudian pelayanan polisi untuk masyarakat Kecamatan Astanaanyar dialihkan sementara ke Polrestabes Bandung.

Panglima TNI terpilih Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan, peristiwa ledakan bom di Polsek Astanaanyar harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat berjalannya program deradikalisasi pada masa depan.

“Peristiwa kemarin (ledakan di Astanaanyar) tentunya akan menjadi (evaluasi dari) program (deradikalisasi) kita ke depan,” katanya, Jumat.

Menjawab pendapat masyarakat terkait kurang berhasilnya program deradikalisasi yang pemerintah lakukan untuk menetralkan paham radikal, Yudo menilai program tersebut harus diperkuat dan diterapkan, mulai dari seluruh anggota TNI beserta pembina personel.

Misalnya, pada TNI-AL, program deradikalisasi dapat dimulai melalui pembinaan potensi maritim dan perluasan pemahaman deradikalisasi yang akan ditambahkan pada para personel, khususnya di wilayah pesisir hingga pulau terpencil dan terluar Indonesia.

“Saya belum bisa berandai-andai, tapi nanti tentunya ini akan menjadi masukan (program) yang bagus dan akan menjadi pelajaran yang bagus untuk kita terapkan. Tapi, nanti setelah saya dilantik,” kata Yudo Margono.

KCIC Ingin Konsensi Kereta Cepat Jakarta-Bandung 80 Tahun

Alasan pengajuan penambahan masa konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung dianggap tak masuk akal.

SELENGKAPNYA

Picu Kontroversi, Ronaldo Dibela

Belum diketahui alasan Ronaldo tidak bergabung dengan pemain cadangan.

SELENGKAPNYA

Ombudsman: Impor Beras Harus Sesuai Aturan

Pemerintah perlu memperhatikan penetapan waktu impor agar tak merugikan petani.  

SELENGKAPNYA