Penjual sayuran menunggu pembeli di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (7/12/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Publik

Daerah Gencarkan Operasi Pasar

Bahan pokok yang dijual melalui pasar murah menggunakan skema subsidi dari pemkot.

BANDAR LAMPUNG – Sejumlah pemerintah daerah menyatakan stok bahan pokok dalam kondisi aman, tapi harga mengalami kenaikan. Untuk menyiasatinya, pemerintah daerah menggencarkan operasi pasar untuk menstabilkan harga.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung menyatakan, daerah-daerah penyangga Kota Bandar Lampung masih menyuplai bahan pokok atau pangan ke pasar-pasar tradisional Kota Bandar Lampung. “Stok pangan di Bandar Lampung aman dan cukup,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung, Kadek Sumartha, Kamis (8/12).

Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir karena kekurangan stok pangan di pasar. Dia menegaskan, pasokan dari daerah penyangga, seperti Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Lampung Timur, dan Lampung Selatan terus berdatangan.

Dia mengatakan, daerah penyangga  tersebut merupakan pemasok utama bahan pokok, pangan, dan ternak ke pasar-pasar tradisional Kota Bandar Lampung, seperti Pasar Pasir Gintu, Pasar Induk Tamin, Pasar Kangkung, dan Pasar Cimeng.

photo
Warga bertransaksi jual beli kebutuhan pokok pada gelaran pasar murah di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (18/10/2022). - (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

Kendati demikian, harga bahan pokok terpantau berada dalam tren meningkat menjelang libur Natal dan tahun baru. Menurut Kadek, bahan pokok yang harganya naik signifikan adalah beras dan telur ayam. Hal tersebut biasanya menjelang akhir tahun karena tingginya permintaan masyarakat.

"Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung akan menggelar pasar murah. Pasar murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pokok yang menjadi langganan naik menjelang akhir tahun," kata dia.

Berdasarkan keterangan pedagang di Pasir Gintung dan Pasar Tamin, Kamis (8/12), bahan pokok yang harganya naik drastis adalah beras dan telur ayam. Kenaikan harga beras kualitas medium dan premium berkisar Rp 1.500 sampai Rp 3.000 per kg. Sedangkan harga telur ayam telah menembus Rp 30 ribu per kg, padahal harga normal berkisar Rp 21 ribu hingga Rp 24 ribu per kg.

Pemprov Lampung dan Pemkot Bandar Lampung akan menggelar pasar murah dalam menghadapi naiknya bahan bahan pokok menjelang Nataru. “Pasar murah ini untuk memengaruhi, menstabilkan, dan mencegah adanya permainan harga di pasaran," kata Kepala Disperindag Lampung Elvira Umihanni.

photo
Pedagang melayani pembeli di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12/2022). Harga bahan pokok dari sejumlah komoditas seperti cabai, bawang, daging, ayam beras dan telur, mulai mengalami kenaikan di awal bulan Desember menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. - (Republika/Putra M. Akbar)

Ia mengatakan, pasar murah akan digelar di pasar tradisional, agar pergerakan harga bahan pokok dapat terkendali, sehingga dapat menekan jumlah inflasi karena naiknya harga.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan, pasar murah akan digelar di 126 kelurahan secara terjadwal sampai akhir 2022. Bahan pokok yang digelontorkan melalui pasar murah menggunakan skema subsidi dari pemkot.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan ketersediaan stok 11 komoditas pangan strategis di 27 kabupaten/kota mencukupi.  

Berdasarkan dari data neraca pangan strategis yang dilaporkan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ada 11 komoditas yang dinyatakan ketersediaannya aman secara umum di 27 kabupaten/kota. Menurut Kepala DKPP Jabar Moh Arifin Soedjayana, 11 komoditas tersebut adalah beras, jagung, bawang merah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, cabai besar dan cabai rawit, minyak goreng, dan bawang putih.

photo
Pedagang menata telur ayam di lapaknya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (7/11/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

“Sampai akhir November 2022, berdasarkan data aplikasi neraca yang diinput oleh kabupaten/kota, secara rata-rata 11 komoditas pangan strategis mengalami surplus,” ujar Moh Arifin, Kamis (8/12).

Moh Arifin mencatat, ketersediaan beras di Jawa Barat mencapai 199,620 ton. Sementara kebutuhan mencapai 84,901 ton, artinya ada surplus sebanyak 114,119 ton. Harga beras di pasaran berada di kisaran Rp 10.830 per kilogram.

“Ada beberapa daerah yang mengalami defisit beras, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Kota Cimahi, sisanya surplus,” katanya.

Menurut dia, komoditas bawang merah juga mengalami surplus. Ketersediaan mencapai 5,258 ton, sementara kebutuhan 4,392 ton atau terdapat surplus sebanyak 866 ton dengan harga jual Rp 30.321 per kilogram.

Arifin memastikan DKPP Jabar juga terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan keamanan produk hewan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bersama organisasi perangkat daerah dan instansi terkait di daerah.  Berdasarkan hasil pemantauan, menurut dia, ketersediaan produk hewan aman dan fluktuasi harga relatif wajar. “Kami terus memantau dan memastikan ketersediaan dan keamanan pangan menjelang Natal dan tahun baru terjamin,” katanya.

Pihaknya juga sudah menggelar program Gelar Pangan Murah (GMP) di sejumlah kabupaten/kota. Menurut dia, kegiatan ini menjadi salah satu indikator kecukupan pangan masyarakat, dan merupakan salah satu elemen penting dalam perekonomian, serta berkontribusi terhadap inflasi.

"Awal Desember ini kami gelar di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Tasikmalaya, di GPM kami menyediakan mulai dari bawang, gula, minyak goreng, hingga daging,” katanya. 

Ombudsman: Impor Beras Harus Sesuai Aturan

Pemerintah perlu memperhatikan penetapan waktu impor agar tak merugikan petani.  

SELENGKAPNYA

Tak Sekadar Ajang Pembalasan Dendam

Aroma balas dendam sudah terasa saat Belanda dipastikan bakal menghadapi Argentina.

SELENGKAPNYA

Mahar Sederhana Kaesang untuk Erina

Mahar senilai itu juga melambangkan bahwa calon mempelai wanita adalah sosok yang sederhana.

SELENGKAPNYA