Petugas PAM Jaya memeriksa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervat di Daan Mogot, Jakarta, Senin (22/8/2022). IPA Mookervat tersebut menggunakan dua teknologi pengolahaan air yakni Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan media PVA GEL sebagai media untu | ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.

Jakarta

Karyawan Aetra dan Palyja Gabung PAM Jaya

PAM Jaya menargetkan layanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2030.

JAAKRTA – Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dipastikan merekrut ribuan karyawan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra) yang baru saja mengakhiri kerja sama.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kebijakan merekrut pegawai mitra operator sebagai langkah menyelamatkan negara dari resesi ekonomi. Salah satunya dengan menyediakan lapangan pekerjaan.

“Dengan kegiatan ini, PAM Jaya ingin berkontribusi dalam upaya mitigasi risiko atas proyeksi resesi ekonomi yang akan terjadi pada tahun 2023. Jadi, kami pastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK),” ucap Arief di Pegasus Hall Jakarta International Equastrian Park, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (7/12).

Komitmen manajemen PAM Jaya untuk merekrut ribuan karyawan direalisasikan dengan acara penandatanganan offering letter dan pembukaan rekening Bank DKI, serta penerimaan kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan pada Jumat (2/12).

Arief mengatakan, kegiatan pertemuan dengan pegawai Palyja dan Aetra yang berlangsung hingga Jumat (9/12), merupakan komitmen PAM Jaya untuk memastikan pelayanan air minum kepada masyarakat berjalan seperti biasanya.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Perumda Air Minum Jaya (@pamjaya_id)

 

Hal itu menyikapi perjanjian kerja sama antara PAM Jaya dengan Palyja dan Aetra berakhir pada 31 Januari 2023. Setelah itu, pengelolaan layanan air di Ibu Kota akan dikelola sendiri oleh PAM Jaya.

"Kami juga ingin memastikan pelayanan air minum perpipaan bisa berjalan normal," kata Arief.

Dia mengatakan, selama tiga hari, sebanyak 1.097 karyawan Palyja dan Aetra mendapatkan surat penawaran kerja, pengukuran seragam, pembuatan foto kartu identitas perusahaan, hingga pembukaan rekening Bank DKI. Setelah proses itu selesai, menurut Arief, tepat mulai 20 Desember 2022, ribuan orang yang hadir juga menerima surat keputusan dan perjanjian kerja.

 
Tanggal 2 hingga 6 Januari 2023 mereka akan dibagikan seragam dan kartu identitas perusahaan
ARIEF NASRUDIN Direktur Utama Perumda PAM Jaya 
 

 

 


"Kemudian, tanggal 2 hingga 6 Januari 2023 mereka akan dibagikan seragam dan kartu identitas perusahaan," ujar Arief. Dia menyebutkan, pada 1 Februari 2023, seluruh karyawan Palyja dan Aetra sudah tercatat sebagai pegawai PAM Jaya. 

Dia melanjutkan, PAM Jaya bakal membangun tandon air bersih di sembilan titik di Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) yang belum terjangkau pipa air. Adapun sembilan titik yang dibangun tandon air atau reservoir communal itu, di antaranya Marunda Kepu, Duri Kosambi, Semanan, Kalideres, Taman Sari, Tambora.

Untuk tahap pertama, kata dia, pembangunan tandon air akan diresmikan di Marunda Kepu, Jakut. Arief mengungkapkan, untuk satu tandon di Kalideres, Jakbar, misalnya, mampu melayani sekitar 1.700 kepala keluarga (KK). "Alhamdulillah, dapat sumber air baru dari Tangerang makanya saya sampaikan ke Pak Gubernur mungkin akan ada G to G (kerja sama antar pemerintah) dengan Kota Tangerang," katanya.

PAM Jaya menargetkan layanan air perpipaan di Jakarta mencapai 100 persen pada 2030. Saat ini, kondisi cakupan layanan air minum perpipaan DKI Jakarta baru mampu memenuhi cakupan layanan seluas 65 persen masyarakat Jakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Heru Budi Hartono (@herubudihartono)

 

 

Masa Transisi

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyambut langsung transisi 1.097 pegawai Palyja dan Aetra je PAM Jaya. Menurut dia, proses transisi itu merupakan salah satu komitmen Pemprov DKI dalam menjamin pelayanan air bersih kepada masyarakat Jakarta tidak terganggu.

“Ini menjadi prestasi untuk PAM Jaya sehingga tidak ada PHK kecuali yang mengundurkan diri secara pribadi,” kata Heru di lokasi yang sama.

Dia mengatakan, dalam proses transisi, PAM Jaya tidak hanya akan menjamin keberlangsungan hidup para pekerja, tetapi juga mendukung Pemprov DKI dalam mewujudkan kota sejahtera dan sehat. Heru menilai, kesiapan sumber daya manusia tentunya menjadi penting untuk memastikan pelayanan operasional pengelolaan air bersih berjalan dengan baik.

“Selamat bergabung dengan PAM Jaya. Tugas ini adalah tugas mulia. Saya berharap pengalaman ini bisa menjaga suasana kerja yang terkendali, aman dan kondusif,” katanya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan, konversi pegawai swasta dari dua perusahaan itu ke PAM Jaya merupakan langkah yang baik. Dia memprediksi bakal ada peningkatan kinerja di PAM Jaya pada 2023 atau bahkan pada 2030, saat cakupan air menjangkau seluruh wilayah Ibu Kota.

Hal itu karena karyawan yang bergabung sudah pengalaman bekerja di bidang pelayanan perpipaan air bersih. “Pasti ada peningkatan, karena pasti kalau direkrut, pengalaman saat di swasta bisa digunakan tanpa pelatihan,” kata Gembong. 

E-sports, Tumpuan Prestasi Olahraga Bangsa pada 2023 

Meskipun identik dengan dunia industri gim, nyatanya e-sports kini menjelma menjadi olahraga prestasi.

SELENGKAPNYA

Meredam Dampak Guncangan Global

Cukupkah hanya dengan berhati-hati? Tentu saja tidak.

SELENGKAPNYA

Menembus Pasar Afrika dengan Produk Halal

Pasar Mesir pada dasarnya membutuhkan produk makanan dan minuman dari Indonesia.

SELENGKAPNYA