Produk Halal diperlihatkan saat konferensi pers Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) di Jakarta, Selasa (25/5). | Tahta Aidilla/ Republika

Ekonomi

Menembus Pasar Afrika dengan Produk Halal

Pasar Mesir pada dasarnya membutuhkan produk makanan dan minuman dari Indonesia.

Oleh: Lida Puspaningtyas, Iit Septyaningsih

Produk halal asal Indonesia dinilai semakin digemari pasar Afrika dan Timur Tengah. Hal itu terlihat dalam keikutsertaan Indonesia pada pameran Food Africa 2022 yang digelar di Kairo, Mesir.

Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf menerangkan, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tahunan produk pangan tersebut adalah bentuk dukungan dalam meningkatkan kinerja ekspor produk Indonesia. Khususnya, produk makanan dan minuman guna menembus kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Mediterania.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPJPH Kementerian Agama RI (@halal.indonesia)

"Upaya ini untuk mempertahankan posisi pasar produk Indonesia dan mencari peluang potensi baru di kawasan," kata Lutfi dalam keterangan pers, Rabu (7/12).

Ia mengharapkan para pelaku usaha Indonesia dapat tetap secara berkelanjutan mempromosikan produk unggulan Indonesia khususnya ke Mesir. Meskipun suasana ekonomi global belum stabil, permintaan dari pasar ini terus tumbuh.

Menurut dia, pasar Mesir pada dasarnya membutuhkan produk makanan dan minuman dari Indonesia. Saat ini, sekitar 80 persen pangsa pasar ekspor produk pangan Indonesia ke Mesir adalah makanan dan minuman halal.

"Ekspor-impor Indonesia dan Mesir periode Januari-September 2022 juga sama-sama meningkat sehingga perdagangan kedua negara saling melengkapi dan kerja sama ekonomi terus dibangun," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Zulkifli Hasan (@zul.hasan)

Atase Perdagangan KBRI Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi menyampaikan, melalui pameran Food Africa, pemerintah memfasilitasi pelaku usaha dan UMKM Indonesia dalam memamerkan dan mempromosikan produk-produk unggulannya. Di antaranya seperti produk turunan minyak sawit, kopi, rempah-rempah, saus dan bumbu masakan, minuman kemasan, tanaman herbal, pakan ternak, dan mesin pengolahan sampah industri dan rumah tangga. 

Irman menyampaikan, kehadiran Indonesia pada ajang pameran global Food Africa kali ini juga disambut positif. Pada hari pertama penyelenggaraan, transaksi yang tercatat mencapai 13 juta dolar AS atau senilai Rp 203 miliar. Tak hanya produk makanan halal, Indonesia juga berupaya mengincar potensi pasar fashion Muslim di Afrika.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menilai Indonesia memiliki sejumlah desainer andal yang dapat bersaing di tingkat internasional. Dengan mengincar pasar yang tepat, diharapkan perkembangan ekspor fashion Muslim juga bisa meningkat.

 
 
Kalau ke Afrika, kita bisa kirim sepatu (harga) 10 dolar AS, bisa kirim kerudung yang harganya dua dolar AS, dan itu dibeli oleh orang-orang sana. Maka, kita akan coba menembus pasar baru ini.
 
 

Kemendag, kata dia, akan mendorong fashion Muslim nasional agar bisa masuk ke pasar baru terutama Afrika, Asia Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Menurut Zulkifli, produk Indonesia, khususnya fashion Muslim, bisa lebih mudah masuk ke beberapa negara Afrika daripada ke negara seperti Amerika Serikat (AS). Alasannya, pasar Afrika memiliki daya beli yang baik dan aturan yang tidak terlalu ketat.

"Kalau ke Afrika, kita bisa kirim sepatu (harga) 10 dolar AS, bisa kirim kerudung yang harganya dua dolar AS, dan itu dibeli oleh orang-orang sana. Maka, kita akan coba menembus pasar baru ini," ujarnya.