Seorang jamaah calon haji khusus Dari Ramada Arafah Travel memperlihatkan batu yang akan digunakan melempar jumroh pada kediatan Manasik Haji, di Jakarta, Ahad (19/6/2022). Sebanyak 34 jamaah calon haji ini akan diberangkatkan ke tanah Suci Mekkah pada 2 | REPUBLIKA

Khazanah

Layanan KBIHU Diharapkan Meningkat

Sharing data KBIH penting untuk bisa memetakan KBIHU mana saja yang masih sangat aktif dan tidak.

JAKARTA – Peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sangat penting dalam memberikan pembinaan kepada jamaah haji. Kementerian Agama (Kemenag) pun mengakui kerap terbantu dengan keberadaan KBIHU.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Komunikasi KBIHU, Selasa (6/12) malam. Bertempat di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Munas IV Forum Komunikasi KBIHU berlangsung pada 6-8 Desember 2022.

"Kementerian Agama tentu saja merasa banyak terbantu dengan keberadaan KBIHU di Indonesia yang mendampingi dan melakukan pembimbingan kepada jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci," kata Hilman saat mengawali sambutannya.

photo
Ketua Panitia Pelaksana Munas, H E. Sunidja (kemeja putih) sedang memberikan arahan kepada anggota Komisi Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). - (REP-Ali Yusuf)

Menurut dia, apa yang dilakukan KBIHU adalah pembimbingan ibadah kepada jamaah yang sangat intensif. "Karena itu, KBIHU menjadi salah satu mitra strategis kami dalam penguatan tata kelola pembinaan atau pembinaan jamaah haji di Indonesia," ujar Hilman.

Ia berharap ke depan peran dan pelayanan KBIHU makin meningkat. Pada saat yang sama, kerja sama antara KBIHU dan Kemenag pun lebih intensif dan sistematis."Termasuk dalam hal ini, Kementerian Agama mendorong ada sharing data jumlah KBIHU dalam konteks rancangan pembinaan ke depan dan penguatan kapasitas kelembagaan KBIHU," katanya.

Hilman menegaskan, sharing data tersebut penting untuk bisa memetakan KBIHU mana saja yang masih sangat aktif dan mana yang kurang aktif. Selain itu, dipetakan juga KBIHU yang perlu direvitalisasi dan yang perlu diperkuat.

photo
Kedatangan Jamaah Haji Indonesia: Kepala Daerah Kerja Makkah, Arsyad Hidayat menyambut kedatangan seorang jamaah haji lanjut usia di Tanah Suci, Makkah, Ahad (30/9) siang waktu Arab Saudi. Jamaah haji Indonesia mulai memasuki kota suci pertama bagi kaum Muslim untuk menunaikan rukun Islam kelima. - (Heri Ruslan/Republika)

Direktur Bina Haji Kemenag Arsyad Hidayat mengatakan, setidaknya ada lima hal yang harus menjadi fokus KBIHU dalam memberikan bimbingan manasik haji. Pertama terkait dengan pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji. Dalam hal ini, Kemenag membuat indikator 100 persen untuk keberhasilan manasik haji.

"Kalau saya membuat angka 100 persen jamaah memahami tata cara pelaksanaan haji dan umrah. Saya pakai target maksimal," kata Arsad saat menjadi pembicara dalan Munas IV Forum Komunikasi KBIHU, Jakarta, Rabu (7/12).

Jadi, kata dia, jika KBIHU memiliki jamaah sebanyak 100 atau 50 orang, harus diupayakan untuk mencapai indikator keberhasilan itu 100 persen. Artinya, jamaah harus paham betul bagaimana tata cara pelaksanaan ibadah haji. "Dan saya yakin KBIHU bisa melakukan hal tersebut," ujar dia.

 
Kalau saya membuat angka 100 persen jamaah memahami tata cara pelaksanaan haji dan umrah. Saya pakai target maksimal.
ARSYAD HIDAYAT Direktur Bina Haji Kemenag
 

Kedua, dia melanjutkan, 100 persen jamaah harus memahami manasik perjalanan dan jenis pelayanan haji. Jamaah harus mengetahui jadwal keberangkatan, mulai dari rute gelombang satu dan kedua. "Termasuk juga layanan-layanan yang akan diterima oleh jamaah haji. Saya yakin jamaah yang berafiliasi KBIHU sudah paham itu," katanya.

Ketiga, 100 persen jamaah harus memahami pentingnya kesehatan dalam melaksanakan ibadah haji. Ini menjadi poin penting yang perlu dipahami jamaah yang berafiliasi ke KBIHU.

Arsyad menekankan, pihaknya sudah meminta kepada Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada KBIHU. Sebab, banyak jamaah haji yang berangkat melalui pendampingan KBIHU. 

Keempat, 100 persen memahami hak dan kewajibannya sebagai jamaah. Menurut dia, jika jamaah sudah paham yang mana hak dan kewajiban maka pembinaan yang dilakukan KBIHU akan berhasil. Kemudian yang kelima, memahami spiritualitas ibadah haji.

Jadi, kata dia, jamaah harus tahu apa hikmah di balik pelaksanaan thawaf, hikmah pelaksanaan sai, dan sebagainya. Setiap tahapan yang dilakukan jamaah haji punya hikmah tersendiri. "Hikmah ini akan membentuk kepribadian jamaah haji menjadi jamaah yang mabrur pada saat pulang nanti," kata dia. 

Gelar Munas, KBIHU Perkuat Kolaborasi

Tujuan dari bimbingan dan pendampingan manasik pada jamaah haji adalah untuk mencapai haji mabrur.

SELENGKAPNYA

Menyulap Tandan Kosong Kelapa Sawit Jadi Helm

Sebelum menjadi helm proyek,tandan kosong kelapa sawit harus menjalani berbagai proses.

SELENGKAPNYA

Tip untuk Ojek Online

Ojek online juga harus tetap profesional melakukan tugasnya melayani semua penumpang.

SELENGKAPNYA