Pelatih Tim Oranje, Louis van Gaal (kanan) | EPA-EFE/Leszek Szymanski POLAND OUT

Piala Dunia

Pantang Remehkan Amerika

Belanda dan Amerika Serikat akan bertemu pada babak 16 besar Piala Dunia.

AL RAYYAN -- Belanda seolah memiliki beban tersendiri setiap kali tampil dalam turnamen major sepak bola. Tidak hanya soal harapan keberhasilan merengkuh gelar juara, de Oranje kerap diharapkan tampil atraktif di atas lapangan.

Sayangnya, pada Piala Dunia 2022, harapan publik belum sepenuhnya terpenuhi. Meski mampu menembus 16 besar, tim besutan Louis van Gaal ini dinilai masih belum memuaskan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OnsOranje (@onsoranje)

Hanya bisa mengemas total delapan tembakan tepat ke arah gawang dalam tiga laga babak penyisihan Grup A, Belanda dinilai lebih cenderung tampil oportunis ketimbang tampil atraktif dan terus menggempur pertahanan lawan dengan mengandalkan kreativitas serta variasi pola serangan.

Kritik atas gaya permainan Belanda ini, yang dianggap membosankan, itu sempat membuat pelatih Tim Oranje, Louis van Gaal, naik pitam. Pelatih berusia 71 tahun sempat beradu argumen dengan wartawan usai Belanda memastikan langkah ke babak 16 besar usai membungkam Qatar, 2-0, pada laga pamungkas Grup A, pekan lalu.

"Kami juga ingin bermain dengan selisih gol yang besar dan menjadi juara dunia. Namun, kemenangan menjadi catatan paling penting, tidak peduli bagaimana kami meraihnya, bahkan meski via adu penalti pada laga akhir pekan ini," kata gelandang Marten de Roon, seperti dilansir Reuters, beberapa waktu lalu.

 
 
Dari pengalaman saya, laga menghadapi tim-tim seperti Amerika Serikat dan Australia selalu berjalan sulit. Belanda pernah menghadapi tim seperti ini di Piala Dunia 2014.
 
 

Gelandang Atalanta itu merujuk pada persiapan menghadapi Amerika Serikat (USMNT) dalam babak 16 besar yang akan digelar Sabtu (3/12) malam WIB. Laga yang bakal digelar di Stadion Al Khalifa Internasional, Al Rayyan, tersebut menjadi duel pertama antara Belanda dan Amerika di kompetisi resmi setelah melakoni laga persahabatan pada lima bentrokan sebelumnya.

Berbeda dari Belanda, yang mampu memetik dua kemenangan dan satu hasil imbang, USMNT menyelesaikan penyisihan Grup B dengan rekor satu kemenangan dan dua hasil imbang. Namun, seperti halnya tim Oranje, the Yanks hanya kebobolan satu gol dalam sepanjang babak kualifikasi penyisihan grup. Van Gaal tidak mau anak asuhnya meremehkan kemampuan USMNT.

"Dari pengalaman saya, laga menghadapi tim-tim seperti Amerika Serikat dan Australia selalu berjalan sulit. Belanda pernah menghadapi tim seperti ini di Piala Dunia 2014," kata Van Gaal seperti dilansir Dutchnews, Jumat (2/11).

Kehadiran Gregg Berhalter di kursi pelatih dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi USMNT. Saat masih aktif sebagai pemain, Berhalter pernah merumput di Belanda, tepatnya pada 1994 hingga 2000.

 
 
Pada fase gugur, semuanya bisa terjadi. Ini soal kemampuan untuk bertahan di turnamen ini dengan mengandalkan kemampuan terbaik. 
 
 

Pengalaman merumput bersama sejumlah klub asal Negeri Kincir Angin itu tentu membuat pelatih berusia 49 tahun itu sedikit banyak paham dengan gaya permainan lawannya.

Meski tidak diunggulkan saat menghadapi Belanda, USMNT masih memiliki peluang menyingkirkan lawannya. "Kami belum selesai. Mentalitas itu yang harus kami pertahankan. Pada fase gugur, semuanya bisa terjadi. Ini soal kemampuan untuk bertahan di turnamen ini dengan mengandalkan kemampuan terbaik," ujar Berhalter, seperti dilansir laman resmi MLS Soccer, Jumat.

Sayangnya, USMNT masih harus menunggu kesiapan salah satu bintangnya, Christian Pulisic. Winger Chelsea itu sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami cedera perut pada laga kontra Iran, tengah pekan ini.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by U.S. Soccer MNT (@usmnt)

Di sisi lain, Belanda juga menghadapi problem serupa dengan level yang lebih rendah. Penyerang andalan tim Oranje, Memphis Depay, dikabarkan belum sepenuhnya bugar. Penyerang Barcelona itu pun tidak pernah tampil selama 90 menit pada sepanjang babak penyisihan grup.

Namun, Belanda memiliki andalan lain dalam berburu gol. Cody Gakpo tampil apik dan tidak pernah absen mencetak gol dalam tiga laga babak penyisihan Grup A. Pemain PSV Eindhoven itu pun tengah berada dalam kondisi terbaik dan diperkirakan bisa menambah koleksi golnya di Piala Dunia 2022.

 

Prediksi Susunan Pemain:

Belanda (3-4-1-2)

  • Pelatih: Louis van Gaal
  • Kiper: Noppert
  • Belakang: Timber, Van Dijk, Ake
  • Tengah: Dumfries, De Roon, De Jong, Blind; Klassen
  • Depan: Bergwijn, Gakpo

 

Amerika Serikat (4-3-3)

  • Pelatih: Greg Berhalter
  • Kiper: Turner
  • Belakang: Robinson, Ream, Carter-Vickers, Dest
  • Tengah: McKennie, Adams, Musah
  • Depan: Aaronson, Wright, Weah

Mencari Pendamping Portugal Menuju 16 Besar

Korsel belum pernah mencetak lebih dari dua gol sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

Kegembiraan Melangit di Melbourne

Arnold percaya dengan kemampuan pasukannya yang ia sebut sebagai generasi emas.

SELENGKAPNYA

Kembalinya Sang Kandidat Juara

Argentina hanya memiliki waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari untuk melawan Australia dalam babak 16 besar.

SELENGKAPNYA