Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (14/8/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Bugar

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuh. 

OLEH SHELBI ASRIANTI

Di tengah meningkatnya kembali kasus Covid-19 belakangan ini, menjaga kebugaran tubuh perlu terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan rutin berolahraga.

Setiap orang bisa melakukannya di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Namun, olahraga di luar ruangan perlu dilakukan dengan lebih cermat untuk mencegah tubuh tertular berbagai penyakit, termasuk Covid-19 dan penyakit-penyakit di musim hujan. 

Dokter umum RSPI Pondok Indah, dr Kristanti Diliasari, menyarankan setiap orang untuk meluangkan waktu berolahraga secara rutin. Sebab, olahraga berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Olahraga juga membuat sirkulasi darah lancar dan massa otot tetap terjaga.

 
Jika tidak benar-benar menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan, akan mudah terkena penyakit.
 
 

Berbagai studi pun telah membuktikan bahwa berolahraga dapat memperbaiki mood. Beragam manfaat baik yang berkaitan dengan olahraga amat penting pada masa krisis kesehatan seperti sekarang.

"Banjir dapat menjadi media penyebaran bakteri dan virus yang lebih cepat. Covid-19 saat ini masih perlu diwaspadai. Jika tidak benar-benar menjaga daya tahan tubuh saat musim hujan, akan mudah terkena penyakit," kata Kristanti, pekan ini.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andhika Raspati SpKO membahas pentingnya olahraga guna membuat seseorang bertransformasi menjadi pribadi baru. Dia menyoroti bahwa kini terdapat banyak kegiatan olahraga terorganisasi, seperti fun bike dan fun run.

"Harapannya, olahraga menjadi habit seumur hidup, membuat masyarakat sehat, bugar, tidak gampang sakit," kata dia pada webinar Hari Kesehatan Nasional 2022, Jumat (11/11). 

photo
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (14/8/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Dokter yang praktik di Klinik Utama Eminence itu mengimbau agar pandemi Covid-19 tidak membuat orang-orang malas bergerak (sedentary). Gaya hidup itu membuat seseorang berisiko terkena berbagai macam penyakit, termasuk obesitas, masalah jantung, darah tinggi, kolesterol, strok, diabetes melitus, kanker, osteoporosis, hingga depresi dan kecemasan. 

Dia menyarankan, pada saat pandemi ini, kita perlu mengombinasikan olahraga kardio, latihan kekuatan otot, serta latihan kelenturan. Kardio bisa berupa jalan santai, jogging, atau lari sebanyak 20 sampai 60 menit dalam tiga sampai lima kali sepekan.

Sedangkan, latihan kekuatan otot bisa dengan cara push upsit up, squat, atau plank sekitar dua sampai tiga kali sepekan. Adapun latihan kelenturan, seperti yoga atau peregangan yang membantu ruang gerak tubuh lebih luas, bisa dilakukan dua sampai tujuh kali sepekan, masing-masing 10 sampai 30 detik.

 
Latihan fisik tidak dilakoni secara berlebihan, tapi bertahap.
 
 

Andhika mengingatkan agar latihan fisik tidak dilakoni secara berlebihan, tapi bertahap. Apabila peningkatan beban latihan terjadi mendadak dan kurang pemulihan, itu bisa mengakibatkan masalah kesehatan, seperti cedera dan overtraining syndrome. "Olahraga yang bertujuan agar imun naik, tapi kalau terlalu banyak, imun malah terjun payung, anjlok," katanya. 

Selain pedoman olahraga secara umum, hal yang juga perlu diketahui adalah cara berolahraga di luar ruangan dengan aman ketika cuaca sedang tidak menentu. Laman Mayo Clinic menyarankan untuk memperhatikan kondisi cuaca. Jika cuaca tidak kondusif, durasi olahraga dapat dipersingkat, ditunda, atau diganti dengan olahraga di dalam ruangan. 

photo
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad (14/8/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Mengapa demikian? Olahraga dalam kondisi basah kuyup membuat seseorang lebih rentan terhadap hawa dingin dan dapat meningkatkan risiko hipotermia. "Perlu diingat bahwa aktivitas stop-and-go, seperti menggabungkan berjalan dengan berlari, dapat membuat lebih rentan terhadap flu jika berulang kali berkeringat dan kemudian kedinginan," demikian keterangan di situs resmi Mayo Clinic. 

Saat berolahraga, lanjut laman tersebut, kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan jenis latihan. Meski mendung, memakai tabir surya yang menghalangi sinar UVA dan UVB tetap dibutuhkan. Lip balm juga perlu dipulaskan supaya bibir terlindungi dari sengatan surya. Setelah itu, lakukan pemanasan yang cukup dan menjaga kecukupan cairan. 

"Hidrasi sama pentingnya dalam cuaca dingin seperti saat cuaca panas. Minumlah air atau sport drink sebelum, selama, dan setelah berolahraga meskipun tidak benar-benar haus," tulis Mayo Clinic.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA