Sejumlah santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional di lapangan Universitas Hasyim Asyari Ponpes Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022). | ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Filantropi

Mendorong Profesional yang Agamais

Selain persiapan akademik, penerima beasiswa juga disiapkan dari segi psikologisnya.

OLEH SANTI SOPIA

Islam telah mengatur cara umat dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu termasuk menekankan kesungguhan dalam profesionalitas ketika bekerja.  Baznas melihat pentingnya seorang profesional punya sisi keagamaan yang kuat sehingga mereka memegang teguh nilai-nilai luhur ketika bekerja.

Direktur Pendistribusian Baznas, Ahmad Fikri, mengatakan, Baznas sedang menguatkan program pendidikan untuk mendukung tujuan tersebut. Di samping beasiswa Cendekia Baznas yang sudah berjalan reguler dengan 10-an ribu penerima manfaat, telah hadir pula beasiswa Santri Cendekia. Program ini digulirkan untuk persiapan para santri agar bisa menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Untuk sekitar 2.500-an kuota. Syaratnya yang pasti sedang menjalani pendidikan di pesantren, berikutnya memang jadi santri terpilih di pondok-pondoknya dengan prestasi tertentu,” kata Fikri.

Dalam program ini, selain persiapan akademik, penerima beasiswa juga disiapkan dari segi psikologisnya. Mereka didorong bisa menembus perguruan terbaik di Indonesia.

photo
Santri Pondok Pesantren Baitul Hidayah melakukan penanaman pohon di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (25/7/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Para santri selama ini mungkin berfokus di ilmu keagamaan. Karena itu, Baznas ingin para santri punya ilmu umum yang mumpuni. Ada yang masuk bidang kedokteran, sains, teknik, tapi nantinya santri yang menjadi para teknokrat atau dokter itu juga memiliki konsep keagamaan yang dalam.

Pada dasarnya, mereka punya dasar pendidikan dari pesantren. Kemudian, pada taraf level pendidikan, mereka berkuliah di jurusan profesional, seperti profesi dokter atau teknokrat.

Para ahli ini dari jalur umum mungkin kebanyakan tidak berasal dari pesantren. Sehingga ketika berkontribusi untuk masyarakat, mereka masih perlu diasah, berbeda jika dasar agamanya sudah kuat.

“Bedanya yang pasti kita melakukan pembinaan, tidak hanya keilmuan, tapi juga secara psikolog keagamaan. Mengingatkan apa yang mereka dapatkan hasil syariat Islam yang namanya zakat. Ketika mereka sukses memahami syariat Islam mampu buat mereka berdaya lebih sejahtera punya kapasitas hidup lebih baik,” ujar Fikri.

Jadi, nantinya,dokter tidak hanya mengobati secara fisik, tapi sembari bisa berdakwah meski bukan kerja di RS Islam. Pasien bisa dibimbing rohaninya karena sang dokter punya dasar pendidikan dari pesantren. Dalam mengobati pasien, mereka bisa mengingatkan akan kebesaran Allah dan memberi tahu bahwa penyakit mampu menggugurkan dosa.

“Kami berharap di manapun kerjanya, lulusan penerima beasiswa ini sekaligus jadi agen perubahan dalam penguatan keagamaan,” kata dia.

Beasiswa Santri Baznas Angkatan 2 tahun 2022 menjadi program persiapan melanjutkan ke pendidikan tinggi untuk para santri aktif berprestasi. Santri sedang menempuh pendidikan di kelas XII (3) tingkat MA sederajat yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri favorit pada 2023. Beasiswa diajukan oleh pihak pesantren dapat melalui website Baznas.

Dana persiapan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau favorit adah sebesar Rp 6 juta per santri yang dikelola oleh pondok pesantren dan pembinaan khusus dari pondok pesantren dan Baznas.

photo
Sejumlah santri mengikuti kegiatan Wisuda Tahfidz Nasional di Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (2/7/2022). Sebanyak 334 penghafal Al Quran dari seluruh Pesantren Daarul Quran se-Indonesia mengikuti kegiatan Wisuda Tahfidz Nasional dengan berbagai level kelulusan dari hafal lima juz, 10, 15 hingga 30 juz. - (ANTARA FOTO/Fauzan)

Kuota untuk penerima beasiswa ini bisa bertambah atau berkembang jika banyak pihak berkolaborasi, baik dari muzaki, pihak swasta, maupun negeri. Selain itu, Baznas juga meluncurkan 300 beasiswa untuk santri yang akan melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Program tersebut turut diresmikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Wapres juga mendorong agar para santri menyiapkan diri. Menurut Wapres, kunci kemakmuran, miftachul imarah, adalah kualitas sumber daya manusia.

Pesantren dinilai tetap menjadi tempat pendidikan yang mencetak ahli agama, penerus perjuangan ulama dan Rasulullah SAW dalam memperbaiki masyarakat. Selain itu, pesantren juga harus menjadi tempat menyiapkan para kader yang dapat membawa perbaikan di berbagai bidang, baik sosial, politik, maupun budaya.

Baznas telah memberikan beasiswa untuk kuliah di kampus Al-Azhar, Mesir, sejak 2019 dan 2021. Pada angkatan 2019, tercatat ada 33 peserta, sedangkan untuk angkatan 2021 ada 64 peserta. Sehingga total penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas Al-Azhar saat ini berjumlah 397 mahasiswa.

Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Al Azhar angkatan ketiga tahun 2022 melengkapi delapan beasiswa lain yang digulirkan Baznas sepanjang 2022, yakni Beasiswa Cendekia Baznas di 102 kampus di Indonesia, Beasiswa Riset Program Mazawa, Beasiswa Riset Zakat Prodi Umum, Beasiswa Mahad Aly di 48 mitra, Beasiswa Persiapan Sekolah Kedinasan, Beasiswa Santri, Beasiswa Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah), dan Beasiswa Kemitraan Khusus Disabilitas, Daerah 3T dan Suku Terasing Baznas 2022.

Luaskan Jangkauan

Lembaga amil zakat nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memiliki program beasiswa santri se-Indonesia yang telah menjangkau 5.963 santri. Beasiswa tersebut menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai SD hingga perguruan tinggi.

Direktur Utama Laznas BMH Supendi mengatakan, program beasiswa santri memang menjadi arus utama Laznas BMH selama ini. Jadi, dalam setiap tahunnya program beasiswa santri adalah yang paling BMH kuatkan.

“Alhamdulillah penyaluran pada 2022 telah mencapai angka Rp 13,3 miliar," kata Supendi.

Langkah itu, kata Supendi, sebagai wujud komitmen Laznas BMH ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah konstitusi. Sisi yang sangat mendorong Laznas BMH menyalurkan program beasiswa santri adalah amanah konstitusi, yakni ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Beasiswa santri pada tingkat perguruan tinggi selama 2022 telah meluluskan da’i sarjana sebanyak 300 orang. Mereka telah menyebar ke berbagai daerah dan pelosok Tanah Air untuk menjalankan program dakwah dan pendidikan.

Adapun pada level pendidikan SD, SMP, dan SMA sebagian adalah anak-anak yatim dan dhuafa. Jadi, mereka yang tabah dalam proses pendidikan, anak-anak dari kalangan yatim dan dhuafa, pada akhirnya menjadi pelajar yang tangguh, terampil dan cerdas.

“Jika mereka terus kita dukung melalui program beasiswa santri, bukan tidak mungkin mereka akan jadi sarjana dan menjadi sosok penggerak kebaikan, pembangunan dan perubahan masyarakat," kata Supendi.

Laznas BMH berkomitmen bahwa pada 2023 dana beasiswa yang diberikan kepada para santri dapat lebih besar dengan jumlah dan jangkauan santri yang lebih luas di seluruh Indonesia. Pada momen Hari Santri Nasional 2022, Laznas BMH berkontribusi dengan menyalurkan program Sejuta Sarung, Alquran, beasiswa santri, dan pemberdayaan melalui ternak kambing untuk santri berdaya.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA