vp,,rm
Sejumlah anak bersama orang tuanya di area lokasi pengungsian di Lapang Sepak Bola Cariu, Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/2022). Berdasarkan data dari BPBD Provinsi Jawa Barat per Rabu (23/11/2022) pukul 09.00 WIB, jumlah p | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Kabar Utama

BMKG Kaji Lokasi Hunian Tetap untuk Korban Gempa Cianjur

Pemkab Cianjur menyiapkan tiga lahan seluas 16 hektare untuk relokasi korban gempa.

CIANJUR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai mengkaji lahan yang rencananya akan digunakan sebagai tempat relokasi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Hasil dari kajian itu akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Kementerian PUPR untuk menjadi salah satu pertimbangan dalam pembangunan hunian tetap (huntap).

Koordinator Peringatan Dini Gempa Bumi BMKG Sigit Pramono mengatakan, dua lokasi yang rencananya akan dibangun huntap untuk relokasi korban gempa sedang disurvei. Ada beberapa parameter yang akan dijadikan acuan dalam menentukan layak atau tidaknya lahan tersebut sebagai lokasi huntap. Aspek keamanan akan menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan pembangunan rumah di lokasi tersebut.

“Nantinya (hasil kajian) yang akan disampaikan oleh BMKG kepada pemerintah daerah secara resmi setelah semua hasil data dan informasi telah diolah oleh tim kami di BMKG,” kata Sigit, di Cianjur, Selasa (29/11).

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyiapkan tiga lahan seluas 16 hektare (ha) untuk relokasi korban gempa. Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, lokasi tersebut berada di tiga titik, yakni di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas dua ha dan di wilayah Kecamatan Mande seluas empat ha. “Lokasi terakhir di daerah Cipendawa Kecamatan Pacet, disiapkan lahan seluas 10 ha,” kata Herman.

photo
Warga menyelamatkan barang berharga dari rumah yang hancur akibat gempa dan longsor di kawasan Cijendil, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Menurut Herman, tempat relokasi akan segera dikerjakan dalam waktu dekat jika semua prasyarat telah lengkap. Dia berharap proses pembangunan hunian tetap bagi warga korban bencana ini bisa dipercepat. “Untuk warga yang akan memperbaiki rumahnya yang rusak ringan maupun sedang jangan dulu diperbaiki apabila belum diasesmen oleh tim,” ujar dia.

Pemerintah, lanjut Herman, memprioritaskan hunian di tempat relokasi bagi masyarakat yang lahan bangunan rumahnya berada di daerah rawan atau berada tepat di jalur lempengan. Titik lempengan patahan gempa itu berada di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang.

Di Desa Sarampad itu tidak boleh dibangun kembali dan harus direlokasi. Menurutnya, belum ada data pasti jumlah warga penerima hunian ini. Hal ini karena saat ini pendataan masih pada tahap verifikasi yang dilakukan tim gabungan.

Pemkab Cianjur juga memberikan sejumlah pilihan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur akibat gempa bumi sembari menunggu asesmen dari pemerintah pusat sebelum dibangun huntap. Di antaranya dengan memberikan uang sewa Rp 500 ribu per bulan untuk tinggal di rumah kerabat atau tinggal di tenda layak yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dia memastikan, warga yang masih di tenda akan dijamin kebutuhannya oleh pemda.

“Tim asesmen sebelum rumahnya jadi mau tinggal di tempat lain didaftarkan saja, pemerintah akan memberikan uang sewa dan anggarannya dari APBN,” kata Herman.

Di sisi lain, jumlah korban meninggal akibat gempa pada Senin pekan lalu, bertambah menjadi 327 orang. Penambahan ini setelah tim gabungan berhasil menemukan empat korban jiwa yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Dengan ditemukannya empat jenazah tersebut, maka jumlah korban hilang sempat berkurang menjadi lima orang. Namun, jumlah itu kembali bertambah setelah adanya laporan enam orang hilang di Desa Cijedil dan dua orang hilang di Desa Mangunkerta.

“Jadi, total keseluruhan korban hilang dalam pencarian itu sejumlah delapan orang. Sehingga total laporan yang hilang sampai sore ini sejumlah 13 orang,” kata Komandan Distrik Militer 0608 Cianjur Letkol (Arm) Haryanto.

Kepala desa Cijedil dan kepala desa Mangunkerta, Kabupaten Cianjur, melaporkan ada delapan warganya hilang. Laporan tersebut disampaikan dalam proses pencarian hari kesembilan korban gempa bumi di Cianjur.

Basarnas mempertimbangkan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi Cianjur untuk mencari korban hilang. “Kalau sampai tujuh plus tiga ini masih perlu pencarian, bisa diperpanjang lagi tiga hari juga,” kata Koordinator Misi Pencarian Basarnas, Jumaril, di Posko Basarnas Cugenang.

photo
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Ia mengatakan, standar operasional prosedur Tim SAR di masa tanggap darurat ada batasan selama tujuh hari. “Kemarin (26 November 2022) selesai tujuh hari, kita tambah tahap pertama tiga hari (27-30 November 2022). Kalau selesai bisa kami tambah lagi,” ujarnya.

Jumaril mengatakan, Tim SAR Gabungan masih fokus pada pencarian korban hilang di Kampung Cijedil dan Kampung Cicadas. Basarnas masih membuka kesempatan kepada masyarakat di lokasi terdampak gempa yang merasa kehilangan keluarga untuk menyampaikan laporan di nomor pengaduan Posko Induk 081316163355.

Apabila masih terdapat pengaduan masyarakat, kata Jumaril, berkas pengajuan divalidasi oleh petugas Posko Induk di Pendopo Cianjur dengan menyesuaikan data dari kelurahan, kecamatan, sampai RT/RW. “Yang utama pertimbangannya untuk memperpanjang kembali pencarian adalah jumlah korban, kalau masih banyak akan kami perpanjang,” katanya.

Pertimbangan lainnya adalah kondisi geografis, seperti kontur lokasi, cuaca, medan pencarian. Hingga hari kesembilan setelah kejadian atau Selasa kemarin, tercatat 703 orang korban luka gempa Cianjur, 73.693 orang pengungsi, 327 orang meninggal dunia.

photo
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Bantuan pemda

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran Nomor 900.1.1/8479/SJ tentang Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dalam rangka Penanganan Masyarakat Terdampak Bencana Alam. Surat tersebut ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia.

Lewat surat tersebut, Tito berharap seluruh gubernur dan bupati/wali kota memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Cianjur untuk menangani korban bencana gempa. Bantuan yang diberikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing pemerintah daerah (pemda).

“(Besaran bantuan) sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan mekanisme sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Tito dalam surat yang diteken pada 28 November 2022 itu.

Dalam surat itu, Tito juga mengungkapkan sejumlah regulasi yang menjadi landasan bagi pemda untuk memberikan bantuan kepada Pemkab Cianjur. Pertama, Pasal 28 ayat 4 UU 17 Tahun 2008 tentang Keuangan Negara yang menyatakan bahwa dalam keadaan darurat, pemda dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya.

Setelah menggelontorkan dana untuk bantuan, pemda bisa memasukkan anggarannya dalam rancangan perubahan APBD dan/atau disampaikan dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA).

Kedua, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam Pasal 166 yang menegaskan bahwa pemda mengusulkan pengeluaran untuk mendanai keadaan darurat yang belum tersedia anggarannya dalam rancangan perubahan APBD.

Selain itu, dalam Pasal 67 ditegaskan bahwa belanja bantuan keuangan diberikan kepada daerah lain dalam rangka kerja sama daerah, pemerataan peningkatan kemampuan keuangan, dan tujuan lainnya.

“Tujuan tertentu lainnya adalah dalam rangka memberikan manfaat bagi pemberi dan/atau penerima bantuan keuangan. Hal ini termasuk bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur penerima bantuan keuangan untuk penanganan masyarakat terdampak bencana alam,” ujar mendagri.

Serapan Beras Bulog Masih Rendah

Persoalan pangan membutuhkan data yang valid.

SELENGKAPNYA

Polisi Bisa Sita Kendaraan tak Pakai Pelat

Tindakan mencopot pelat nomor kebanyakan dilakukan oleh kendaraan roda dua.

SELENGKAPNYA

Masa Pencarian Korban Gempa Cianjur Diperpanjang

Tren kasus penyakit pada warga yang mengungsi mulai mengalami penurunan.

SELENGKAPNYA