Tokoh NU KH Said Aqil Siradj (kiri) didampingi Pengasuh pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Mansur (kanan) menghadiri Ngaji Kamis Legi yang diikuti alumni Lirboyo se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (7/10/2021). Kunjun | ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.

Khazanah

Kiai Said Kukuhkan Tiga Lembaga

KH Said Aqil Siroj mengukuhkan struktur kepemimpinan pada tiga lembaga sekaligus.

OLEH UMAR MUKHTAR

JAKARTA – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siroj mengukuhkan struktur kepemimpinan pada tiga lembaga sekaligus. Ketiga entitas yang dimaksud adalah Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara (Hisminu), Lajnah Dakwah Islam Nusantara (Ladisnu), dan Perkumpulan Penggerak Pemakmuran Masjid Indonesia (P3MI).

Adapun ketiga sosok yang dikukuhkan ialah KH Zainal Arifin Junaidi, KH Agus Salim, dan KH Abdul Manan Ghani. Masing-masing diberikan amanah untuk memimpin berturut-turut Hisminu, Ladisnu, dan P3MI.

Kiai Said menekankan, ketiga lembaga tersebut didirikan dalam rangka memperkuat paham keislaman Ahlussunah waljamaah (Aswaja). Seluruhnya bergerak di lini yang berbeda, tetapi saling sinergis. Hisminu berkiprah di dunia pendidikan. Ladisnu aktif dalam dunia dakwah, sementara kegiatan P3MI berpusat pada masjid-masjid di tengah masyarakat. 

 
Baik Hisminu, Ladisnu, maupun P3MI, harus mampu mewujudkan kerja-kerja monumental.
KH SAID AQIL SIROJ Tokoh NU
 

 

“Baik Hisminu, Ladisnu, maupun P3MI, harus mampu mewujudkan kerja-kerja monumental dan membuat legasi bagi bangsa dan negara,” ujar ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2022 itu, Ahad (27/11). 

Kiai Said menjelaskan, ketiga pergerakan tersebut lahir dari rahim Islam Nusantara Foundation (INF), yang di dalamnya ia duduk sebagai ketua dewan pembina. Menurut dia, INF memberi ruang bagi kader-kader yang ingin turut meneguhkan dakwah Islam aswaja. Mereka dapat berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun pemakmuran masjid-masjid. 

Prosesi pengukuhan pimpinan pusat Hisminu, Ladisnu, dan P3MI berjalan dengan khidmat di aula Masjid Istiqlal Jakarta. Tampak masing-masing sekretaris jenderal membacakan surat keputusan yang memuat susunan pengurus ketiga lembaga itu secara bergantian. Nama-nama yang disebut lalu berdiri di tempat masing-masing.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kang Said Official (@saidaqilsiroj53)

Kemudian, KH Zainal Arifin Junaidi, KH Agus Salim, dan KH Abdul Manan Ghani maju ke depan. Bersama dengan sekjen dan bendahara umum masing-masing lembaga, mereka pun dilantik. Pembacaan baiat dipimpin Kiai Said sebagai ketua dewan pembina Hisminu, Ladisnu, dan P3MI. 

Dalam pidatonya, ulama kelahiran Cirebon, Jawa Barat, itu mengingatkan hadirin tentang perlunya spirit Islam nusantara dalam kehidupan beragama di Tanah Air. Menurut dia, semangat itu dapat merespons tantangan dan perubahan zaman. Dalam konteks yang lebih luas, dia menilai, kalangan Aswaja Indonesia mampu menjadi pelopor perdamaian dan peradaban dunia, yakni melalui diplomasi budaya serta kemanusiaan. 

Ia mengatakan, kerja-kerja keberagamaan, kebangsaan, dan kemanusian mesti dilakukan dengan metode yang penuh toleransi serta menghargai kemajemukan. Hal itu diterapkan tanpa meninggalkan sikap kritis yang konstruktif serta santun.“Agar tidak terjadi kejumudan peradaban, sikap kritis konstruktif tidak boleh dibungkam. Apalagi kita hidup di negara demokrasi,” kata Kiai Said.

 
Baik Hisminu, Ladisnu, maupun P3MI, harus mampu mewujudkan kerja-kerja monumental 
KH ABDUL MANAN GHANI Ketua Umum 
 

 

Seusai dilantik, KH Abdul Manan Ghani mengatakan, pihaknya siap mewujudkan cita-cita kebangkitan umat Islam melalui pemakmuran masjid. Sejak zaman Nabi Muhammad SAW, kata dia, masjid tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan juga sarana meningkatkan taraf hidup kaum Muslimin secara keseluruhan.

“Membangun peradaban umat harus dari masjid. Sebagai rumah Allah SWT, masjid juga membangun hubungan habluminallah dan antarsesama manusia, habluminannas.” ujar Ketua Umum P3MI kepada Republika, kemarin. n ed: hasanul rizqa

KH Ibrahim, Penjaga Api Muhammadiyah

Kemahirannya dalam ilmu agama, terutama Alquran, tak terlepas dari didikan keluarga.

SELENGKAPNYA

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuhnya. 

SELENGKAPNYA

Haji Bakri Syahid Tokoh Muhammadiyah yang Multitalenta

Berlatar belakang militer, tokoh Muhammadiyah ini juga ahli ilmu tafsir Alquran.

SELENGKAPNYA