Calon Hakim Agung Gazalba Saleh saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. | Yasin Habibi/ Republika

Nasional

Hakim Agung Gazalba Saleh Ajukan Praperadilan

Terkait gugatan praperadilan Gazalba, KPK mengaku siap menghadapinya.

JAKARTA -- Hakim Agung, Gazalba Saleh, mengajukan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini dia lakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap oleh lembaga antirasuah tersebut.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 110/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL tanggal 25 November 2022. Klasifikasi perkara yang diajukan mengenai sah atau tidaknya penetapan status tersangka Gazalba.

Dalam permohonannya, Gazalba meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan bahwa status tersangkanya tidak sah. Selain itu, ia juga meminta KPK memulihkan haknya dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya.

"Pemohon sepenuhnya memohon kebijaksanaan Yang Terhormat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa, mengadili, dan memberikan putusan terhadap Perkara //a quo// dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan, kebenaran, dan rasa kemanusiaan," demikian bunyi permohonan Gazalba, sepertii dikutip pada Sabtu (26/11).

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Kasus tersebut sebelumnya menjerat Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan sebagai tersangka.

"Iya benar, salah satu tersangka tersebut adalah Hakim Agung MA," ucap Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya pada Ahad (13/11).

Terkait gugatan praperadilan Gazalba, KPK mengaku siap menghadapinya. KPK memastikan telah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan Gazalba sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penangan perkara di MA.

"KPK tentu siap hadapi permohonan praperadilan tersebut," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Ahad (27/11).

"Dari awal KPK sudah memiliki kecukupan alat bukti sehingga menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka dalam perkara dimaksud," ujarnya menjelaskan.

photo
Hakim Agung Gazalba Saleh (tengah) berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai pemeriksaan di Jakarta, Kamis (27/10/2022). - (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Selain mengantongi bukti, Ali mengatakan, proses penanganan perkara ini pun telah sesuai dengan aturan dan mekanisme hukum yang berlaku. Oleh karena itu, menurut dia, gugatan Gazalba bakal ditolak oleh hakim.

"Sehingga, kami sangat yakin hakim yang nantinya memeriksa akan tetap independen dan memutus menolak permohonan tersebut," kata Ali.

KPK sempat memeriksa Gazalba Saleh sebagai saksi untuk tersangka Sudrajad Dimyati (SD) dan kawan-kawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (27/10). Seusai diperiksa, Gazalba Saleh memilih irit bicara mengenai pemeriksaannya tersebut.

"Tanyakan sama penyidik ya," kata Gazalba Saleh saat itu.

Sebelumnya diberitakan, KPK sudah menahan seluruh tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA. Adapun lembaga antirasuah ini menetapkan sebanyak 10 orang sebagai tersangka

Bersiap Menghadapi Menopause

Semua perempuan harus siap menjalaninya sebagai proses alami yang patut disyukuri.

SELENGKAPNYA

Gempa Mengerikan di Cianjur, Sukabumi, Minahasa di Masa Lalu

Gempa di Sukabumi pada 1900 menimbulkan getaran tanah akibat gempa terjadi secara vertikal.

SELENGKAPNYA

Kerahkan Sumber Daya Bantu Korban Gempa

Tim bergerak menuju ke lapangan untuk membantu proses evakuasi.

SELENGKAPNYA