Warga dan calon penumpang kereta api jarak jauh menunggu vaksinasi merah putih di Stasiun Yogyakarta, Rabu (31/8/2022). | Republika/Wihdan Hidayat

Nusantara

Vaksinasi Booster Diminta Terus Dipercepat

Percepatan vaksinasi Covid-19 booster diminta terus dilakukan di DI Yogyakarta.

YOGYAKARTA -- Percepatan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) diminta untuk terus dilakukan di DI Yogyakarta menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Sebab, pada libur Nataru nanti diprediksi jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat signifikan.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan, saat ini capaian booster di DIY masih rendah. Pasalnya, capaian booster secara keseluruhan di DIY baru mencapai sekitar 44 persen.

"Vaksinasi belum cukup memadai. Dalam rangka menyelesaikan vaksinasi, minggu depan Komisi A (DPRD DIY) dan BPBD (DIY) akan melakukan percepatan (booster)," kata Eko, Ahad (28/11/2022).

Eko pun merinci data capaian booster di DIY berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 DIY. Saat ini, capaian booster untuk pelayan publik mencapai angka 68,22 persen. Sedangkan, capaian booster untuk lansia baru mencapai 39,67 persen dan capaian booster untuk masyarakat umum usia produktif baru 45,39 persen.

Sedangkan, capaian booster usia remaja masih rendah yakni 9,34 persen. "Untuk booster kedua tenaga kesehatan (nakes) sudah 79 persen," ujar Eko.

photo
Warga melakukan registrasi pendaftaran vaksin di sentra vaksinasi di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (16/9/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 26 November 2022, total kasus positif di DIY sudah mencapai 228.955 kasus. Untuk kesembuhan Covid-19 juga sudah tercatat mencapai 220.867 kasus. Untuk kasus kematian Covid-19 juga masih bertambah meskipun di bawah lima kasus per harinya. Per 26 November 2022, total kematian Covid-19 di DIY sudah mencapai 6.036 kasus.

Di Kota Surabaya, pelaksanaan vaksinasi booster juga digencarkan untuk mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19 pada akhir tahun mendatang. "Kita dalam menghadapi Covid-19 itu hanya satu, yakni vaksin booster itu dibanterno (dimasifkan). Kita juga lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan," kata Eri, Ahad.

Eri mengakui kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya mengalami kenaikan. Kasus aktif Covid-19 tersebut, kata Eri didominasi pasien dengan gejala ringan yang kemudian dilakukan penanganan isolasi mandiri di rumah, dengan dilakukan pemantauan oleh Puskesmas setempat.

"Surabaya tidak penuh, gejalanya ringan semua, isolasi mandiri. Ada yang di rumah sakit tapi yang komorbid saja. Rumah sakit menerimanya Covid-19 (memiliki) komorbid dan langsung ditangani untuk dirawat. Tapi selagi dia ringan, diminta isoman di rumah dengan diberikan obat," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina memaparkan, berdasarkan data 24 November 2022, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Pahlawan tercatat 615 kasus. Nanik melanjutkan, kasus aktif Covid-19 di Surabaya didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 75 persen dan kasus dengan gejala ringan 21 persen.

"Untuk kasus dengan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan petugas kesehatan (Puskesmas) wilayah setempat," kata Nanik, Ahad.

Terkait rencana vaksin booster kedua untuk masyarakat umum, Nanik menyatakan masih menunggu surat edaran dari Kemenkes. Berbeda dengan vaksin booster kedua untuk tenaga kesehatan yang diakuinya telah dilaksanakan sejak 29 Juli 2022. "Capaian vaksinasi booster kedua tenaga kesehatan sudah sebesar 90,77 persen," kata Nanik.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara juga mencatat sebanyak 35.750 dari 93.508 orang tenaga kesehatan di daerah tersebut telah mendapatkan suntikan penguat tahap dua. Dengan demikian, maka suntikan dosis penguat vaksin tahap dua sudah diberikan pada 50,31 persen dari total tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi.

"Capaian vaksinasi booster tahap dua bagi tenaga kesehatan sudah 35.750 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis. 

Gempa Mengerikan di Cianjur, Sukabumi, Minahasa di Masa Lalu

Gempa di Sukabumi pada 1900 menimbulkan getaran tanah akibat gempa terjadi secara vertikal.

SELENGKAPNYA

Tidak Berhenti Gapai Mimpi

Menjabat sebagai bunda PAUD selama delapan tahun bukanlah tugas yang mudah untuk Erna.

SELENGKAPNYA

Nikmati Seduhan Kopi Sendiri

Penyeduh kopi di rumah biasanya belum mengerti mengenai resep meracik kopi yang tepat.

SELENGKAPNYA