Pemain Arab Saudi Salem Al-Dawsari melakukan perayaan setelah mencetak gol ke gawang Argentina pada gelaran Piala Dunia Qatar 2022. | AP/Ricardo Mazalan

Piala Dunia

Kepak Sayap Elang Hijau Kontra Polandia

Pelatih Herve Renard terus menanamkan keyakinan kepada pasukannya untuk tetap menjaga konsentrasi.

OLEH ANGGORO PRAMUDYA 

Peluit sudah ditiup dan pertandingan sedang berjalan. Gelaran Piala Dunia 2022 mengerek atensi besar publik global. Olahraga kulit bundar sukses menyihir miliaran pasang mata untuk menjadi saksi sejarah.

Banyak orang kecanduan untuk berdiskusi rumit dan gemar mengatasi masalah, khususnya di dunia media sosial. Saling-silang pendapat kali ini merujuk pada persoalan Piala Dunia 2022 Qatar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by المنتخب السعودي (@saudint)

Tuan rumah Qatar kadung dihujani berbagai kritik dari negeri Barat. Kelompok tersebut mengatasnamakan dukungannya terhadap hak asasi manusia, yang merujuk pada kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ).

Barat sentris membuat gelombang penolakan bahwasanya tuan rumah harus melegalkan praktik untuk mengenakan ban kapten pelangi yang sejatinya melanggar dogma pun ideologi keyakinan di Negeri Teluk.

Ya, Piala Dunia kali ini banyak menguras perspektif pencinta sepak bola. Mulai dari dimainkan pada musim dingin, tidak diperbolehkan membawa bir ke dalam stadion, larangan mempertontonkan aurat, pun bakal mengembargo setiap tim nasional (timnas) yang menunjukkan secara gamblang soal pilihan orientasi seksual.

 
 
Ia selalu memotivasi kami dengan hal-hal gila dan itu meningkatkan tim untuk menunjukkan yang terbaik. Kami harus tetap tenang dan melanjutkan perjalanan melawan Polandia.
 
 

Ini memang menjadi hajatan Piala Dunia yang berbeda. Selain problem-problem tadi, edisi ke-22 juga mengapungkan banyak kejutan-kejutan dalam statistik di atas lapangan. Putaran pertama sudah rampung, tetapi gelaran empat tahunan tersebut tidak melulu text-book. Itu terbukti dari kekalahan dua tim favorit, Argentina serta Jerman, pada matchday awal fase grup.

Argentina gugur dari tangan skuad Elang Hijau, julukan timnas Arab Saudi, sedangkan armada asuhan Hansi Flick merana di bawah sayatan samurai Jepang. Setidaknya, hingga saat ini, permainan tiap tim semakin sejajar. Tim-tim kuat pun patut waspada sejak mula. 

Menukil kalimat tadi, Piala Dunia saat ini memang berbeda. Bukan saja di ranah sosial-budaya, melainkan juga di atas rumput. Kemenangan Arab Saudi menjadi kemenangan bersejarah yang berujung pada euforia masyarakat. Arab bersama Raja Salman pun tenggelam dalam euforia.

Sah saja berharap kepada Saleh Al-Shehri dan kawan-kawan untuk terus melanjutkan performa konsisten di dua laga tersisa sekaligus menyamai prestasi di Piala Dunia 1994 yang mampu lolos hingga babak 16 besar.

 
 
Saya sudah tahu seperti apa penampilan dan permainan tim ini. Tidak mengherankan bagi saya. Hasilnya adalah kejutan, tetapi permainannya sendiri tidak.
 
 

Pertempuran selanjutnya armada besutan Herve Renard adalah menghadapi wakil Eropa, Polandia, di Stadion Education City, Sabtu (26/11) malam WIB. Gelandang tengah Arab Saudi Abdulelah Al-Malki mengakui, rekan setimnya saat ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Terlebih, pelatih Herve Renard terus menanamkan keyakinan kepada pasukannya untuk tetap menjaga konsentrasi.

"Ia selalu memotivasi kami dengan hal-hal gila dan itu meningkatkan tim untuk menunjukkan yang terbaik. Kami harus tetap tenang dan melanjutkan perjalanan melawan Polandia," kata Al-Malki, dikutip the Guardian, Jumat (25/11).

Di sisi lain, pelatih timnas Polandia Czeslaw Michniewicz menaruh hormat kepada timnas Arab Saudi yang berhasil menjungkalkan Argentina. Michniewicz mengakui, skuad Green Falcons kini mampu menjegal tim mana pun.

"Saya sudah tahu seperti apa penampilan dan permainan tim ini. Tidak mengherankan bagi saya. Hasilnya adalah kejutan, tetapi permainannya sendiri tidak," kata Czeslaw Michniewicz.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Portal wszystkich kibiców (@laczynaspilka)

Secara head to head, Polandia lebih unggul dari Arab karena berhasil mengantongi kemenangan dalam satu pertemuan terakhir pada 2006 silam. Melihat catatan statistik, Polandia punya tren positif. Robert Lewandowski dan kolega pun tak terkalahkan dalam tiga laga terakhir beruntun dan sedang mencari kemenangan pertama pada Piala Dunia kali ini.

Saat ini, pasukan Elang Hijau memimpin klasemen Grup C dengan perolehan tiga poin diikuti oleh Polandia di posisi kedua mengoleksi satu poin dan Meksiko di tempat ketiga juga dengan tiga poin. Tim favorit juara, Argentina, sementara berada di dasar klasemen.

Kekalahan Jerman dan Pongahnya Kaum Hedonis

Sejumlah video yang berisi pesan mencemooh sikap 11 pemain Jerman itu menjadi viral di dunia maya.

SELENGKAPNYA

Incar 16 Besar

Top skorer timnas Ekuador itu pun bakal menjadi ancaman terbesar lini belakang Belanda.

SELENGKAPNYA

Kans The Three Lions

Kemenangan versus AS sudah cukup bagi Inggris meraih tiket babak 16 besar.

SELENGKAPNYA