vp,,rm
Petugas gabungan mengangkat kantung jenazah korban tanah longsor akibat gempa bumi di Jalan Mangunkerta, Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11/2022). Berdasarkan keterangan petugas, hingga pukul 14.00 WIB diperkirakan masih ada 30 | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Kabar Utama

Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa

Masyarakat diminta tidak resah dengan gempa susulan karena terus melemah.

CIANJUR – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat, terus bertambah. Per Selasa (22/11) pukul 17.00 WIB, korban meninggal tercatat 268 orang dan 151 orang dinyatakan belum ditemukan.

Masih banyaknya korban yang hilang membuat Presiden Joko Widodo meminta jajarannya memprioritaskan pencarian dan evakuasi korban serta membuka akses daerah yang masih terisolasi. Presiden Jokowi kemarin ke Cianjur melalui jalur darat.

Mantan wali kota Solo itu menggelar rapat terbatas di lokasi pengungsian korban gempa di Taman Prawatasari, Cianjur. Dalam rapat yang digelar mendadak itu, Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera membuka akses menuju daerah yang masih terisolasi akibat gempa. “Dahulukan (buka akses). Kalau tidak bisa pakai (jalur) darat, pakai heli,” perintah Jokowi, Selasa (22/11).

Akses yang terputus ke lokasi korban gempa akan menyulitkan banyak hal, dari bantuan yang tidak bisa terdistribusi lancar hingga penanganan terhadap para korban menjadi sulit untuk dilakukan. Ia juga menginstruksikan jajarannya agar memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan dan diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan.

“Untuk korban-korban yang masih tertimbun, saya juga telah perintahkan agar itu didahulukan, evakuasinya, penyelamatan didahulukan,” ujar Jokowi.

Presiden memastikan akan ada bantuan perbaikan rumah warga yang terdampak bencana. Bagi rumah yang mengalami rusak berat, negara akan memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta, rumah rusak sedang mendapatkan bantuan Rp 25 juta, dan rumah rusak ringan mendapatkan bantuan Rp 10 juta.

Pembangunan dan perbaikan rumah-rumah yang terdampak gempa bumi tersebut wajib menggunakan standar bangunan antigempa dari Kementerian PUPR. “Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan. Sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk yang rumah antigempa,” kata Jokowi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, dari 268 korban meninggal, 122 orang di antaranya sudah teridentifikasi. Ada 12 kecamatan yang terdampak gempa cukup parah, yakni Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Warungkodang, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojongpicung, Cikalongkulon, Sukaluyu, Pacet, dan Gekbrong.

Di 12 kecamatan tersebut, lanjut Suharyanto, sudah berdiri tempat pengungsian di pusat kecamatan. Sementara ada juga warga yang mendirikan tenda seadanya di dekat rumah masing-masing. Dia meminta semua yang mengungsi di dekat rumah ikut ke pengungsian terpusat karena terjamin dari segi pelayanan dan logistik.

photo
Warga berada diluar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan di Kampung Kadudampit, Rancagoong, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

BNPB juga akan terus memperbarui pendataan terkait rumah dan bangunan lainnya yang rusak. Per Selasa (22/11) tercatat puluhan ribu rumah rusak dari ringan hingga berat. Pemerintah juga memastikan akan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat gempa.

“Sarana-sarana lain seperti pendidikan, masjid, dan madrasah yang rusak, akan dibantu oleh kementerian terkait,” ujar Suharyanto.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, banyak warga terdampak gempa Cianjur masih khawatir dengan adanya gempa susulan. Dalam laporannya kepada Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin melalui panggilan video, Ridwan melaporkan gempa susulan masih terus terjadi.

Karena kekhawatiran tersebut, mayoritas penanganan kesehatan kepada korban dilakukan di luar ruangan. Sebab, pasien maupun tenaga kesehatan masih khawatir dirawat di dalam ruangan jika gempa susulan kembali terjadi.

“Kalau di tivi banyak bergeletakan sebenarnya bukan karena rumah sakit penuh, tetapi karena dokter dan pasien masih khawatir kalau dirawat di dalam (gedung rumah sakit),” ujar Ridwan.

Mantan wali kota Bandung tersebut mengatakan, seluruh tim penanganan bencana Pemprov Jabar telah berada di lokasi sejak Selasa pagi. Ridwan juga menyebut tim penanganan berfokus untuk evakuasi masyarakat yang aksesnya terisolasi akibat gempa. Karena itu, tim mengupayakan akses jalan kembali normal.

photo
Warga melewati jalan yang rusak akibat gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

“Alat berat kita maksimalkan untuk menormalisasi jalan dulu. Sementara kita perintahkan kepala desa, babinsa, babinkamtibmas untuk melakukan P3K dulu. Setelah jalan normal kita ada 14 titik tempat pengungsian yang nanti juga faktor pendukung lainnya nanti menyesuaikan,” ujar Ridwan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada sebanyak 145 kali gempa susulan yang terjadi di Cianjur pascagempa berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin siang. Namun, warga diimbau tidak perlu resah karena kondisi kegempaan melemah dan sebagian tidak dirasakan. “Tercatat paling besar magnitudo 4,2 dan 1,2 paling kecil,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dwikorita mengatakan, empat hari lagi gempa tersebut sudah makin berkurang dan berhenti. Hal ini dari hasil perhitungan ilmiah yang dilakukan BMKG. Menurut Dwikorita, yang perlu diantisipasi ke depan adalah potensi bencana ikutan longsor dan material lereng gempa. Sebab, saat ini Jabar memasuki musim hujan dan puncaknya terjadi pada Desember.

“Yang perlu dijaga upaya membersihkan onggokan di atas atau mengendalikan onggokan,” kata Dwikorita.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Daryono Bmkg (daryonobmkg)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah berkoordinasi langsung dengan personel kepolisian yang ditugaskan untuk proses evakuasi para korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Menurutnya, jajaran Korps Bhayangkara beserta pihak lainnya sudah bekerja maksimal dalam proses tersebut.

"Alhamdullilah, semua kerja sama telah berjalan dengan baik. Harapannya kita bisa semaksimal mungkin melakukan apa yang bisa kita lakukan, untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Dan tentunya ini menjadi duka cita dan belasungkawa bagi kita semua," katanya pada Selasa (22/11/2022).

Kemudian, salah satu yang diminta untuk difokuskan adalah soal fasilitas kesehatan bagi para korban yang terluka cukup parah sehingga membutuhkan operasi medis. Terkait hal itu, TNI, Polri, RSUD serta RS swasta sudah bekerjasama untuk mengutamakan hal tersebut kepada korban yang membutuhkan bantuan.

"Sebagian besar karena ada beberapa kondisi akibat gempa, maka seperti tindakan operasi yang harus dilakukan segera belum bisa dilakukan karena mungkin ada kondisi gedung yang tentunya belum siap atau perlu ada perbaikan. Tadi kita minta untuk dilaksanakan operasi di rumah sakit kita Bhayangkara yang sudah siap dan proses itu yang kita lakukan," kata dia.

photo
Petugas gabungan memasukan kantung jenazah korban tanah longsor akibat gempa bumi ke dalam ambulans di Jalan Mangunkerta, Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11/2022). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Ia menambahkan tentunya seluruh rumah sakit milik TNI siap dan semua rumah sakit swasta disamping RSUD akan bekerja sama. Yang penting bagaimana supaya pasien yang ada segera tertangani khususnya yang kondisinya cukup kritis dan harus segera dilakukan langkah-langkah.

Selain itu, pihak Kepolisian juga akan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada masyarakat. Khususnya, anak-anak yang menjadi korban gempa bumi.

"Kita mempersiapkan tim dari psikologi melakukan trauma healing khususnya di pengungsian dan rumah sakit. Dan juga yang memang banyak anak-anak dan itu menjadi bagian yang kita lakukan untuk paling tidak memberikan motivasi semangat dalam situasi sedang tertimpa bencana," kata dia.

Perjalanan Panjang ke Al Bayt

Tempat duduk para jurnalis Indonesia tidak disediakan layar monitor untuk menonton pertandingan

SELENGKAPNYA

Duka untuk Cianjur

Gempa di Cianjur tidak terkait potensi gempa megathrust di selatan Jawa.

SELENGKAPNYA

Ancaman Bagi Pendurhaka

Lalu, para pendurhaka itu ditantang, di manakah pasukanmu yang bisa membelamu?

SELENGKAPNYA