Petugas kesehatan menyiapkan vaksin polio di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Juanda, Coblong, Kota Bandung, Senin (21/11/2022). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Nusantara

Wapres: Cegah Penyebaran Polio

Harus ada edukasi masif tentang bahaya polio kepada masyarakat.

SURAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengatasi temuan kasus polio di Aceh sebelum menyebar luas. Sebab, penanggulangan virus yang menyebar akan membutuhkan upaya lebih besar.

"Saya kira supaya segera diatasi, jangan sampai ini menjadi pandemi seperti yang dulu ya," ujar Ma'ruf di sela kunjungan kerja di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (21/11).

Ma'ruf meminta agar Kemenkes dan jajaran terkait melakukan upaya maksimal mencegah penyebaran polio. Imunisasi harus dilakukan secara masif kepada masyarakat. "Segera diatasi supaya tidak melebar," ujarnya.

Kemenkes pada Sabtu (19/11), menetapkan status KLB Polio di Indonesia. Ini setelah Kemenkes memastikan seorang anak tujuh tahun di Kabupaten Pidie, Aceh menderita kasus polio tipe 2. Dasar penetapan status KLB karena Indonesia sudah mendapatkan sertifikat eradikasi atau sertifikat bebas polio pada 2014.

Selain itu, polio adalah penyakit berbahaya yang bisa memicu kelumpuhan permanen hingga kematian, terutama pada anak berusia di bawah lima tahun yang belum divaksinasi polio. Karena itu, Ma'ruf meminta Kemenkes lebih teliti lagi memdeteksinya. "Sebab kalau jadi pandemi ini menjadi masalah seperti yang pernah kita alami dulu, ada imunisasi polio sampai gerakannya nasional," kata dia.  

Anak yang terinfeksi polio di Aceh awalnya hanya mengalami demam dan flu pada Ahad (6/11). Pada Rabu (9/11) mulai mengalami nyeri di tungkai dan merasa lemah, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah. Pada tanggal 21-22, dokter anak mulai mencurigai adanya infeksi virus polio sehingga diambil sampel dan hasilnya positif.

Hasil penelusuran Kemenkes, anak  itu belum mendapatkan vaksin polio. Kemenkes juga menemukan anak itu tertular melalui feses dan air yang terkontaminasi tinja mengandung virus polio. Anak-anak tersebut bermain di sungai yang tercemar.

photo
Petugas kesehatan meneteskan vaksin kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan Indonesia berisiko tinggi untuk penyebaran virus polio. Sebab, 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota masuk kriteria berisiko tinggi. "Cakupan vaksinasi polio rendah semua. Jadi kini ke Indonesia high risk untuk terjadinya KLB polio," ujar Maxi dalam konferensi pers, Sabtu (19/11).

Maxi mengatakan, Kemenkes akan memvaksinasi semua anak usia di bawah 13 tahun di Aceh. Vaksinasi di Pidie akan dimulai pada 28 November hingga sepekan ke depan. Kemudian pada 5 Desember, imunisasi polio akan diberikan di seluruh kabupaten dan kota di Aceh. “Kami masih konsultasi dengan WHO kemungkinan kita akan lakukan di anak usia kurang dari 13 tahun,” ujar Maxi.

Dokter Spesialis Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hindra Irawan menilai penetapan KLB polio menjadi bukti bahwa imunisasi tidak boleh dilewatkan. "Kasus yang dilaporkan, itu tidak diimunisasi, tidak memiliki perisai dan pelindung karena orang tuanya tidak membawa anaknya imunisasi yang gratis yang telah disiapkan," katanya, kemarin.

Menurut dia, polisi hanya bisa diatasi lewat imunisasi. Karena itu, ia mengimbau para orang tua segera melengkapi imunisasi pada balita dengan mendatangi puskesmas, rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan lainnya. "Tidak ada istilah terlambat. Begitu kita tahu belum lengkap, tinggal datang ke puskesmas, gratis," kata dia.

photo
Orang tua bersama anaknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan di Puskesmas Dago, Jalan Ir H Juanda, Coblong, Kota Bandung, Senin (21/11/2022). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, vaksin polio sangat diperlukan anak-anak walaupun kasus yang ditemukan baru satu orang. Pemerintah diminta meningkatkan vaksinasi polio di seluruh Indonesia. "Terutama di daerah-daerah yang sudah kira-kira terdeteksi ada penyebarannya di situ," kata dia, kemarin.

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengaku prihatin atas temuan kasus di Aceh. Ia meminta para orang tua tidak khawatir membawa anaknya untuk imunisasi karena polio hanya dapat diantisipasi dengan itu. "Saya kira vaksinasi dasar itu mutlak. Karena itu para orang tua tidak boleh takut membawa anak ke fasilitas kesehatan serta jangan memilih vaksin yang telah ada," ujar dia.

Selain imunisasi, harus ada edukasi tentang risiko dan bahaya polio kepada masyarakat. Pemerintah harus secara terus-menerus menggelorakan gerakan hidup sehat.

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersama-sama menggelorakan vaksinasi serta mengkampanyekan betapa pentingnya vaksinasi dasar dan pola hidup sehat," ujar Rahmad.

KLB Polio

Justru orang tua sendiri yang melewatkan kesempatan melindungi anaknya dengan tidak memberikan vaksin?

SELENGKAPNYA

Badai Pasti Berlalu: 2023

Semester kedua 2023, diduga likuiditas mulai longgar dengan masuknya dana asing menjelang pilpres.

SELENGKAPNYA

Kopiah Hitam Bapak

Jadi, terasa naif bila Bapak memintaku pulang. Sungguh, aku suka Jakarta. Jakarta memberiku segalanya. Nama, popularitas, kedudukan, uang.

SELENGKAPNYA