Adiwarman A Karim | Daan Yahya | Republika

Analisis

Badai Pasti Berlalu: 2023

Semester kedua 2023, diduga likuiditas mulai longgar dengan masuknya dana asing menjelang pilpres.

OLEH ADIWARMAN A KARIM

Tahun 2023 diperkirakan ditandai dengan ketatnya likuditas pada semester pertama, diikuti dengan longgarnya likuditas pada semester kedua. Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan tingkat suku bunga 50 bps dari 4,75 persen menjadi 5,25 persen.

Mudah diduga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menaikkan suku bunga penjaminan simpanan. Perbankan juga akan menaikkan suku bunga deposito dan akhirnya suku bunga kreditnya.

Beberapa bank telah mengirimkan pemberitahuan kepada nasabah KPR-nya untuk kenaikan bunga dari 7,75 persen ke 13,5 persen per Januari 2023. Mudah diduga, sebagian nasabah akan kesulitan membayar cicilan baru yang naik secara signifikan itu. Risiko kredit meningkat, dan akhirnya kredit macet naik di segmen KPR. Begitu pula diduga akan terjadi pada segmen konsumer lainnya.

Di segmen komersil dan korporasi, kesulitan telah terjadi lebih dulu. Sebagian nasabah besar telah diretrukturisasi 5-10 tahun dengan suku bunga sangat rendah. Secara catatan, kualitas kredit di segmen ini terlihat baik, tapi hampir-hampir tidak menghasilkan pendapatan.

 
Mudah diduga LPS akan menaikkan suku bunga penjaminan simpanan. Perbankan juga akan menaikkan suku bunga deposito dan akhirnya suku bunga kreditnya.
 
 

Dengan cara ini, profitabilitas bank terpukul dari sisi pendapatan. Namun catatan kualitas kredit masih terlihat baik sehingga bank dapat menghindari kenaikan signifikan pencadangan kredit bermasalah.

Mengantisipasi ketatnya likuiditas di semester pertama tahun 2023, diduga bank akan menambah kredit kepada nasabahnya pada akhir 2022 paling tidak sebesar cicilan selama enam bulan untuk memastikan kemampuan bayar nasabah mereka pada semester sulit itu. Dugaan ini baru akan terlihat pada posisi kredit bank-bank pada akhir tahun 2022.

Selain naiknya risiko kredit di segmen komersil dan korporasi, segmen ini juga menyimpan risiko gejolak valuta asing. Bank yang memiliki net open position atau kewajiban berbasis valuta asing neto, harus bersiap menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Semakin besar kewajiban dalam valuta asing, semakin besar pula risiko bank.

Di segmen UMKM, kolektibilitas satu dan dua terlihat besar sehingga rasio kredit bermasalah yaitu kolektibilitas tiga, empat, lima terlihat masih terjaga. Namun kalau dilihat lebih teliti, sebenarnya kolektibilitas dua mengalami kenaikan signifikan. Hampir sama dengan segmen komersil dan korporasi, bank lebih memilih melakukan restrukrusisasi beberapa kali untuk menjaga nasabahnya tidak jatuh ke kolektibilitas tiga agar tidak terbebani biaya pencadangan kredit bermasalah.

 
Di segmen UMKM, kolektibilitas satu dan dua terlihat besar sehingga rasio kredit bermasalah yaitu kolektibilitas tiga, empat, lima terlihat masih terjaga.
 
 

Berbeda dengan segmen komersil dan korporasi, pada segmen UMKM ini diduga bank tidak akan mengucurkan tambahan kredit pada akhir 2022 senilai enam kali cicilan untuk pembayaran pada semester sulit itu. Hal ini terkait dengan rendahnya rasio nilai agunan atau collateral coverage ratio. Agunan berbentuk harta tetap sifatnya tidak likuid dan sulit dijual pada semester sulit.

Bank konvensional yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) dan belum di-spin off, akan memiliki tambahan risiko. Pertama, risiko pindahnya dana masyarakat akibat rendahnya bagi hasil deposito.

Dominasi produk murabahah yang berkarakter cicilan tetap, akan menyulitkan bank membayar bagi hasil yang kompetitif. Akibatnya dana akan menurun, bank semakin kesulitan likuiditas, sehingga bank akan memberikan bagi hasil yang lebih tinggi. Dana tetap keluar karena tetap tidak kompetitif, padahal biaya dana telah naik.

Kedua, risiko produk terkait emas. Bank yang memiliki UUS dan mempunyai produk tabungan emas, serta belum menyiapkan fisik emasnya, memiliki risiko gagal serah emas. Ketika nasabah mau mengambil tabungan emasnya, misalnya, karena desakan kebutuhan semester sulit, diduga akan mengambil tabungan emasnya. Bila bank belum memiliki fisik emas, maka bank terpaksa membeli fisik emas pada saat harga emas tinggi. Karena tingginya harga emas, bank berisiko gagal serah.

 
Bank yang memiliki UUS dan mempunyai produk tabungan emas, serta belum menyiapkan fisik emasnya, memiliki risiko gagal serah emas.
 
 

Ketiga, UUS yang menggantungkan kebutuhan dananya pada suntikan dana dari induknya. Beberapa UUS memiliki ketergantungan yang besar pada Rekening Antar Kantor dari bank induknya. Ketika likuiditas sulit, kemampuan bank induk untuk terus menopang kebutuhan dana UUS akan menurun. Kalaupun ada, bank induknya terpaksa mencari dana mahal, bahkan dana mahal jangka pendek dari pasar uang.

Beberapa tahun yang lalu, kondisinya terbalik. Bank induk mengalami kesulitan likuidtas dan UUS mendapat penempatan dana haji dalam jumlah besar sehingga UUS lah yang menopang kebutuhan likuiditas bank induk.

Jadi pada semester pertama 2023, tidak semua bank dalam kesulitan. Pertama, bank yang memiliki kewajiban valas besar harus berhati-hati. Kedua, bank yang memiliki kewajiban valas besar, dan memiliki UUS yang belum di-spin off, harus lebih hati-hati. Ketiga, bank dengan kewajiban valas besar, memiliki UUS, memiliki kantor pusat di luar negeri dengan kewajiban valas besar, benar-benar harus hati-hati.

Ketidaksiapan bank yang memiliki UUS untuk melaksanakan kewajiban spin off walaupun telah diberi keluangan waktu 15 tahun, dikhawatirkan dibaca pasar sebagai ketidakmampuan manajemen bank dalam memenuhi regulasi. Perspektif pasar tentang kelemahan manajemen dalam aspek ini dikhawatirkan dapat memberikan sinyal ke pasar tentang kelemahan manajemen secara umum.

 
Jadi pada semester pertama 2023, tidak semua bank dalam kesulitan. Pertama, bank yang memiliki kewajiban valas besar harus berhati-hati.
 
 

Kenaikan suku bunga secara signifikan yang dilakukan bank tersebut, dikhawatirkan menambah kuat dugaan pasar tentang kelemahan dalam mengelola likuiditas, dan dalam mengelola hal lain. Dalam istilah manajemen keuangan disebut “when your floor is clean, your kitchen is clean”. Sebaliknya “when your floor is dirty, your kitchen is even worse”.

Semester kedua tahun 2023, diduga likuiditas mulai longgar dengan masuknya dana asing menjelang pilpres. Sejak tahun 2009 setiap menjelang pilpres terjadi kenaikan signifikan transaksi finansial dan modal. Penetapan capres cawapres dijadwalkan pada Oktober 2023, sehingga diduga aliran dana masuk akan terjadi pada kuartal empat tahun 2023.

Imbas langsung masuknya dana ini adalah naiknya cadangan devisa dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bila masuknya dalam jumlah besar dan waktu singkat, biasanya bank sentral akan melakukan sterilisasi valuta asing melalui operasi moneter agar nilai rupiah tidak mengalami fluktuasi berlebihan.

 
Imbas langsung masuknya dana ini adalah naiknya cadangan devisa dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
 
 

Imbas berikutnya melalui transmisi moneter dan fiskal, rupiah senilai dolar AS yang masuk Indonesia, secara bertahap disalurkan ke masyarakat. Likuiditas mulai longgar, aktivitas ekonomi meningkat, daya beli masyarakat naik.

Badai memang pasti berlalu. Lazimnya badai juga meninggalkan jejak kerusakan. Keberhasilan kita di KTT G-20, memberikan tabungan public trust yang besar akan kemampuan kita melalui badai. Ketidaksiapan spin off UUS, dikhawatirkan menunjukkan kelemahan kita semua. Kelemahan perencanaan, kinerja, pengawasan, pembiaran, dan kelalaian menjaga amanat undang-undang.

Ali bin Abi Thalib RA mengingatkan, “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, tapi ketakutan yang membuat kita sulit”. 

Kapitalisme Ekstraktif

Ekspansi kapitalisme ekstraktif merupakan respons kapital ekstraktif menangkap lonjakan permintaan global.

SELENGKAPNYA

Awal Mula Imperium Mughal

Kerajaan Islam di India ini berkembang pesat dalam era pemerintahan Sultan Akbar.

SELENGKAPNYA

Kesultanan Mughal, Dari Akbar ke Shah Jahan

Kesultanan Mughal mencapai masa stabil dan kejayaan meski diwarnai konflik politik.

SELENGKAPNYA