Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nusantara

Sudah Dapatkan Sertifikat Eradikasi, Indonesia KLB Polio

Kemenkes akan vaksinasi massal polio kepada warga Aceh.

JAKARTA -- Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) polio di Indonesia. Hal itu setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seorang anak 7 tahun di Kabupaten Pidie, Aceh menderita kasus polio tipe 2.

Direktur Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, dasar penetapan status KLB karena Indonesia sudah mendapatkan sertifikat eradikasi atau sertifikat bebas polio pada tahun 2014. Apalagi, polio tipe 2 tersebut sudah dianggap tidak ada.

"Satu kasus harus dinyatakan KLB karena Indonesia sudah mendapatkan eradikasi, tapi ternyata masih ada virus polio liar, apalagi tipe 2. Tipe 2 ini dianggap tidak ada lagi," jelas Maxi dalam konferensi pers, Sabtu (19/11).

Polio adalah penyakit yang berbahaya. Virus polio akan berkembang di saluran pencernaan, kemudian menyerang sistem syaraf, terutama otot. Hal itu menyebabkan otot tidak berkembang sehingga kekuatannya berkurang dan lama-lama mengecil dan bisa terjadi kelumpuhan. "Masa inkubasi 7 sampai 21 hari, konsep untuk bisa terjadi kelumpuhan," kata dia.

Anak di Aceh yang terinfeksi polio ini awalnya hanya mengalami sakit demam dan flu pada Ahad (6/11). Pada Rabu (9/11) mulai mengalami nyeri di tungkai dan merasa lemah, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah. Pada tanggal 21-22, dokter anak mulai mencurigai adanya infeksi virus polio sehingga diambil sampel dan hasilnya positif.

“Anak itu mengecil di bagian otot paha dan betis dan kalau lihat kondisinya, kemarin saya lihat sudah jalan sekalipun masih tertatih. Memang tidak ada obat, tapi nanti di fisioterapi untuk mempertahankan masa otot,” kata Maxi.

Menurut Maxi, anak di Pidie tersebut belum mendapatkan vaksin polio sehingga ketika virus polio itu menyerang, anak itu tidak memiliki kekebalan. Selain itu, hasil penelusuran Kemenkes menemukan anak itu tertular melalui feses dan air yang terkontaminasi tinja mengandung virus polio.

“Di belakang tempat main anak-anak, memang ada dibangun MCK (mandi cuci kakus), tetapi ruangannya itu ya sungai-sungai kecil itu, ini tempat main anak-anak di sini,” kata Maxi sambil menunjukkan foto sungai kecil dan terdapat kayu yang melintang dan terdapat ember di dekatnya.

photo
Petugas Posyandu Ayeum Mata mengukur tinggi badan anak di Desa Alue Raya, Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (12/11/2022). Posyandu anak yang dilaksanakan rutin setiap bulan tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan dan kesehatan anak meliputi pemberian Program Makanan Tambahan (PMT), pengukuran tinggi dan berat badan serta pemberian vaksin untuk melindungi anak dari virus polio dan bahaya kelumpuhan. - (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Kemenkes sudah mengambil sampel air di beberapa titik di wilayah tersebut. Menurut Maxi, hasilnya akan keluar dalam dua hari.

Maxi mengatakan, cakupan imunisasi polio di Indonesia menurun sejak munculnya pandemic Covid-19. Karenanya, 30 provinsi yang mencakup 415 kabupaten kota berisiko tinggi terkena polio. “Jadi Indonesia ini high risk untuk terjadinya KLB dan polio,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut status KLB polio, pemerintah mewajibkan anak-anak di bawah usia 13 tahun di Aceh dikumpulkan untuk divaksinasi. Vaksinasi akan dimulai pada 28 November hingga sepekan ke depan. Kemudian pada 5 Desember, imunisasi polio akan diberikan di seluruh kabupaten dan kota di Aceh. “Kami masih konsultasi dengan WHO kemungkinan kita akan lakukan di anak usia kurang dari 13 tahun,” ujar Maxi.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, dari tiga jenis polio, tipe 2 sudah dinyatakan eradikasi. Sementara, semua negara sudah dinyatakan bebas polio, kecuali Afganistan dan Pakistan.  

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada anak saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional di halaman Masjid At Taqwa, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (2/8/2022). Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 3,4 juta balita mendapatkan imunisasi campak rubela serta 4,09 juta balita mendapatkan imunisasi polio tetes, polio injeksi dan pentabio selama pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 yang digelar pada bulan Agustus.  - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Menurut dia, kemunculan kasus di Pidie tidak membuat status bebas polio Indonesia batal. Apalagi, bukan kali ini saja Indonesia menyatakan KLB setelah bebas polio. "Sebelum ini di 2019 sudah ada juga kasus seperti ini di Papua pada 2 anak.  Jadi sesudah 2014 maka setidaknya sudah ada 2 kali KLB polio di kita," kata dia, Ahad (20/11).

 Sesuai aturan WHO, keadaan dikatakan sudah terjadi penularan di masyarakat atau disebut ‘circulating’ virus polio kalau ditemukan di setidaknya dua tempat berbeda. Kemudian, jika ditemukan dalam jarak waktu 2 bulan, virus di dua tempat itu secara genetik dinyatakan berhubungan. "Artinya untuk kejadian di Aceh memang harus diperiksa amat seksama disekitarnya," ujar Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI tersebut.

Tjandra juga setuju pemerintah harus segera melakukan vaksinasi di Aceh, baik ORI (outbreak resonse immunization) maupun vaksinasi massal penduduk. Kemudian, dilakukan surveilans, yaitu AFP (acute flaccid paralysis) untuk menemukan kemungkinan kasus dan surveilan lingkungan untuk mencari VDPV di lingkungan. "Seperti yang ditemukan di Inggris walaupun tidak ada kasus pada manusia dan tentu penanganan pasien yang ada," kata dia.

Batasan Waktu Setelah Mengusap Sepatu dalam Wudhu

Ketika orang berwudhu tanpa melepas sepatu maka sepatu tersebut sah dipakai selama waktu yang diinginkan

SELENGKAPNYA

Pesantren Darul Ummah, Cetak Generasi Melek Sains

Semua santri dibimbing para penghafal Alquran 30 juz dan bersanad.

SELENGKAPNYA

Haramnya Nikah Mut'ah

Nikah mut'ah hanya bertujuan melampiaskan syahwat seksual belaka

SELENGKAPNYA