Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi pengurus DPP PKS saat melakukan audiensi dengan para pengemudi Ojol di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (8/9/2022). | Republika/Prayogi

Nasional

Tiga Parpol Inisiasi Koalisi Perubahan

Anies juga mengaku memantau parpol lain sebelum mengumumkan bakal cawapres.

JAKARTA—Tiga partai politik, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem, dan Demokrat menginisiasi Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Tim kecil dari ketiga partai kembali menggelar pertemuan dengan bakal capres yang akan mereka usung, Anies di Jakarta, Jumat (18/11).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Mohamad Sohibul Iman menuturkan rencana koalisi ketiganya sudah memiliki fondasi utama, yakni Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS. Ketiganya menamakan diri sebagai Koalisi Perubahan, meski belum mendeklarasikan kerja sama politik.

"Bahwa tiga (partai) ini merupakan backbone ya, yang ya merupakan inisiator dari Koalisi Perubahan ini," ujar Sohibul di Restoran Pagi Sore, Jakarta, Jumat (18/11).

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa mengurus Indonesia yang besar tak cukup hanya dengan tiga partai politik. Koalisi Perubahan disebutnya terus membuka pintu komunikasi bagi partai politik lain yang ingin bergabung.

"Kalau kita secara backbone ya memang tiga partai, tapi kita semua berkeyakinan bahwa mengelola Indonesia ini tidak mungkin dengan hanya kita saja. Makanya kita terbuka dengan kehadiran teman-teman dari partai lain," ujar Sohibul.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengatakan tim kecil ketiga partai memang sering menggelar pertemuan. Namun banyak di antaranya tak diungkapkan kepada publik. "Komunikasi selalu berjalan dengan baik. Jadi sebetulnya saling mengingatkan itu biasa dan itu semakin membuat kita semakin kompak," ujar Riefky.

Ia menambahkan, ketiga partai sudah memiliki kesepakatan bersama, meskipun Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS belum mendeklarasikan koalisi secara resmi. Riefky memastikan, ketiganya memiliki semangat perubahan dan perbaikan untuk masa depan Indonesia. "Kami ini kan berkumpul untuk semangat perubahan dan perbaikan, dan itu hanya bisa dilakukan ketika kita memenangkan kontestasi atau pilpres nanti," ujar Riefky.

Ketua DPP Partai Nasdem, Sugeng Suparwoto mengakui masih ada kesepakatan yang perlu dibicarakan dengan Partai Demokrat dan PKS. Namun, ia tak mengungkapkan kesepakatan apa yang belum terjalin antara ketiganya.

"Bahwa kita ini terus berkomunikasi, kita punya agenda menuntaskan hal-hal yang harus disepakati di antara partai-partai ini. Itu kita lakukan tidak selalu harus kemudian dimediakan, bahkan kami yakin kalau tiap proses kami ini dimediakan mungkin kami tidak bisa mikir serius," ujar Sugeng.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjabat tangan usai memberikan keterangan di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (7/10/2022). - (Republika/Prayogi)

Cawapres Anies

Sementara, bakal capres Koalisi Perubahan, Anies menegaskan masih banyak waktu sebelum menentukan calon wakil presiden (cawapres). Menurut Anies, koalisinya masih menunggu pergerakan dan keputusan parpol lain menjelang Pilpres 2024.

"Dalam hal ini kita sudah tahu siapa aja yang ikut, siapa aja yang kira-kira, nah pada saat ini kita sudah pasti Insya Allah yang bertiga ini. Karena itu yang bertiga bereskan dulu bagian kita sambil kita menunggu, ini bagian dari strategi," ujar Anies.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, bakal cawapres akan diumumkan saat ada gambaran terkait pesaingnya di Pilpres 2024. Ia sendiri dalam pertemuan tersebut menyampaikan tiga kriteria cawapresnya. Ketiganya adalah dapat membantu pemenangan, membuat koalisi solid, dan memiliki efektivitas dalam pemerintahan jika menang nanti.

"Semua opsi itu terbuka, tentu nanti akan dibahas juga bersama-sama. Jadi saya rasa pada fase ini itu fase kita lihat semua opsi kemudian kriteria sederhana kok," ujarnya.

Demokrat dan PKS sepakat untuk legowo jika Anies tak memilih kadernya sebagai bakal cawapres. Riefky Harsya mengaku pihaknya akan menerima jika memang Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak diusung sebagai cawapres dari Koalisi Perubahan.

"Tentu segala strategi termasuk pasangan cawapres ini adalah faktor memenangkan yang jadi pertimbangan kami. Jadi tentu akan keputusan capres dan dibicarakan juga dengan partai koalisi," ujar Riefky.

Sohibul Iman juga menerima jika kadernya tak diusung menjadi cawapres. Meskipun diketahui, pihaknya mendorong Ahmad Heryawan sebagai pasangan dari Anies untuk Pilpres 2024.

"Kita sepakat penentuan cawapres itu mendongkrak kemenangan, jadi kami berkomitmen siapapun kami yang dipilih oleh capres dengan pertimbangan rasional. Itu kita yakini akan membawa pada kemenangan, saya kira kami di PKS tidak ada masalah," ujar Sohibul. 

Abdullah bin Rawahah Menolak Suap dari Wajib Pajak

Suap termasuk dalam kategori memakan harta orang lain dengan cara batil.

SELENGKAPNYA

Kala Ibnu Sina Menjawab Fenomena Penyakit Epilepsi

Para dokter Muslim membangun penelitian medis yang lebih maju untuk mengurai hal ihwal epilepsi.

SELENGKAPNYA

Ronaldo Versus MU Terus Memanas

Lini masa kembali bergejolak setelah adanya rekaman poster Cristiano dilepas dari Stadion Old Trafford.

SELENGKAPNYA