Pekerja menyelesaikan pembuatan jam tangan kayu untuk suvenir resmi KTT G20 Bali di Pala Nusantara, Jalan Kaum, Sukajadi, Kota Bandung, Selasa (1/11/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Belanja

Bersiap Hadapi Potensi Resesi

Untuk bertahan dalam masa resesi, setiap UMKM perlu melihat dan memanfaatkan peluang yang ada. 

OLEH DESY SUSILAWATI

 

Ujung tombak dalam mengatasi resesi pada 1998 adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Usaha ini tahan banting sehingga mampu bertahan dari segala hantaman saat itu. Pada masa pandemi ini yang dampaknya keras menghantam perekonomian nasional dan global, justru UMKM juga mampu bertahan, malah di sektor-sektor tertentu mampu meraup keuntungan dengan inovasi pemasaran secara online yang dilakukannya. 

Pelaku UMKM berkisar 64,2 juta atau 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Hal ini menunjukkan tingkat kontribusi UMKM yang penting bagi pertumbuhan perekonomian nasional maupun pembukaan lapangan pekerjaan. Namun, kini UMKM kembali diuji dengan ancaman dan potensi resesi ekonomi yang puncaknya pada tahun depan. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan, UMKM tidak diragukan lagi adalah pahlawan ekonomi Indonesia. Kontribusinya yang mencapai 61,07 persen terhadap PDB 2021. "Kami ingin agar para UMKM semakin bersemangat, terus bertumbuh, dan naik kelas dengan dukungan program digitalisasi on boarding dan pemberdayaan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," ujarnya dalam acara Dialog Inspirasi Pahlawan Ekonomi, sebagai bagian dari rangkaian acara Road to Legendary Brand Festival, pekan lalu.

Dia juga berharap akan semakin banyak UMKM yang menghasilkan produk ekonomi kreatif dengan memanfaatkan sumber daya lokal dalam rangka penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja yang seluas-luasnya untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. "Brand lokal kita harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Bukan hanya bangga, tapi dibeli dan dipakai. Your feedback itu penting," ujarnya.

Contoh yang diangkatnya adalah kualitas sepatu lokal. Dengan adanya feedback, kata Sandi, sepatu yang tadinya kurang baik kualitasnya kini menjadi lebih baik. "Tidak ada alasan pakai brand lokal karena kita miliki keunggulan." 

Co-founder dan COO Shipper Indonesia Budi Handoko menjelaskan, UMKM menjadi salah satu pahlawan di Indonesia dalam perekonomian. "Kini, UMKM bisa growing ke level lebih lagi," ujarnya. 

Di Indonesia, kata dia, banyak jenama legendaris yang mampu bertahan diterpa ujian. Namun, diakuinya, UMKM masih banyak yang stagnan. "Meskipun akan ada banyak tantangan yang UMKM hadapi tahun depan, Shipper percaya mereka juga masih memiliki banyak peluang untuk bertumbuh," ujar Budi.

Hal serupa juga diamati oleh Founder & CEO Urban Sneaker Society (USS) Networks Sayed Muhammad. Menurut dia, banyak merek lokal masih menjadi usaha sampingan, bukan yang utama. Itulah salah satu sebab mereka belum mencapai potensi maksimal. Namun, dia menilai, UMKM mampu bertahan menghadapi resesi ekonomi dengan dua hal, yaitu pandai melihat peluang (opportunity) dan kolaborasi. 

Pada saat pandemi Covid 19, menurut dia, ada UMKM yang mampu bertahan, tapi ada juga yang terpuruk. Mereka yang terpuruk dipicu oleh rasa takut dan tak berani produksi akibat resesi ekonomi. Padahal, faktanya konsumsi masyarakat tidak berkurang. Misalnya produk kecantikan, ada produsen beranggapan produknya tak akan laku karena banyak orang tak keluar rumah. Namun, kenyataannya justru kosmetik tengah naik daun. 

photo
Festival Sentra Cibaduyut ramai pengunjung di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Jumat (11/11/2022). Acara yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung ini diikuti oleh 22 booth pelaku industri kecil menengah (IKM) khususnya sepatu dan produk berbahan kulit. Festival tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand Cibaduyut, dan Sentra Cibaduyut kembali menjadi tujuan wisata di Kota Bandung. - (Edi Yusuf/Republika)

"Jangan hanya berasumsi, tapi benar-benar melihat peluang, melihat data. Bergerak keluar mencari data. Timing juga penting. Jangan gegabah, bisa berbahaya. Bahasanya adalah wait and see. Jadi, melihat peluangnya," ujarnya.

Dia mencontohkan UMKM fashion dengan tren yang selalu berubah. Jadi, kata dia, melihat peluang tren yang sedang naik, maka mereka bisa bergerak cepat untuk mengejar peluang tersebut. Selain itu, sebaiknya UMKM juga berkolaborasi, misalnya dengan market place daring yang memiliki data. Kolaborasi bisa mendapatkan pandangan baru. "Bergeraknya berdasarkan data. Yang lagi naik, berarti ada peluang. Itu yang kita kejar." 

Dari sisi masyarakat, Sayed menambahkan, cara mendukung UMKM menghadapi resesi adalah dengan membeli produk lokal. "Karena, akhirnya kita tidak akan berhenti mengonsumsi. Mengurangi iya, tapi tak akan berhenti."

Aktris dan pelaku bisnis Zaskia Adya Mecca mengatakan, untuk mendukung UMKM, kita harus bangga pakai produk sendiri. "Kenal dengan budaya sendiri, harus lebih percaya diri pakai produk dalam negeri," ucap dia. Menurut dia, selain mengoptimalkan penjualan daring, berinovasi, melakukan terobosan pemasaran, perlu juga untuk berstrategi dalam penjualan, terutama mengangkat nilai jual yang unik dari suatu produk. 

Sementara itu, penggunaan bahan baku lokal alami dan berkualitas menjadi salah satu strategi Wardah untuk memperoleh kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk dalam negeri. EVP & Chief Of Administration PT Paragon Technology and Innovation Ana Miftahuddin Amin mengatakan, Wardah bekerja sama dengan petani lokal untuk mendukung penggunaan bahan baku lokal, seperti ekstrak aloe vera, green tea, licorice, cucumber, seaweed, honey, dan berbagai bahan lainnya dari Indonesia dengan kualitas global.

Menguatkan Kepedulian Sosial

Menghormati, memuliakan, dan saling menolong dengan tetangga adalah bagian dari kekuatan keimanan.

SELENGKAPNYA

Muktamar Muhammadiyah Harus Bermartabat

Muhammadiyah tidak mengajarkan kadernya untuk mencari jabatan.

SELENGKAPNYA