Petugas melakukan perawatan sistem usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Waduk Muara Nusa Dua di Kabupaten Badung, Bali, Jumat (11/11/2022). | ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Aditya

Nusantara

Warga Desa di Jateng Rasakan Manfaat EBT

Dengan memanfaatkan gas rawa, kini kebutuhan energi gas untuk memasak semakin mudah dan murah.

SEMARANG -- Warga sejumlah desa di Jawa Tengah terus mendapatkan manfaat dari program perluasan ekosistem pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Selain dapat mengelola dan mengolah energi secara mandiri, warga bisa pula merasakan efisiensi dari pemanfaatan EBT dalam memenuhi  kebutuhan energi bagi rumah tangga mereka. "Bahkan energi ini juga bisa didapatkan dengan gratis," ungkap Kepala Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Eko Purwanto, Senin (14/11).

Manfaat bantuan instalasi pemanfaatan biogenic shallow atau gas rawa di desanya, kini telah dapat dinikmati oleh 100 kepala keluarga (KK), karena gas rawa yang sumbernya ditemukan di Desa Bantar telah disalurkan ke rumah- rumah mereka.

Bantuan ini disalurkan oleh Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara bertahap. "Sampai dengan tahun 2021 gas rawa ini telah dimanfaatkan 100 dari 600 KK yang ada di desa kami," jelasnya.

Warga Desa Bantar, Badar (42 tahun) menilai, pemanfaatan gas rawa sangat solutif dan sangat membantu warga. Alasannya EBT telah mampu menggantikan gas LPG bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Sebelumnya di wilayah Desa Bantar gas LPG bersubsidi terkadang masih sulit dibeli oleh warga karena persediaannya yang terbatas.

 

 
Bantuan ini disalurkan oleh Pemprov Jawa Tengah melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara bertahap.
 
 

Dengan memanfaatkan gas rawa, kini kebutuhan energi gas untuk memasak semakin mudah dan murah. Untuk mendapatkan satu tabung LPG bersubsidi (3 kilogram) warga harus mengeluarkan biaya Rp 23 ribu.

Dalam satu bulan kebutuhan setiap KK bisa mencapai dua hingga tiga tabung. Dengan asumsi kebutuhan tiap- tiap KK mencapai tiga tabung, maka warga harus mengeluarkan uang Rp 69 ribu per bulan.

Pemanfaatan gas rawa membuat sumber energi tersebut sekarang dapat digunakan sewaktu-waktu setiap hari, tanpa harus membeli atau mengeluarkan uang untuk membeli gas. "Sehingga warga dapat menghemat uang mereka untuk mencukupi kebutuhan lainnya," terang Badar.

Pengembangan EBT, khususnya gas rawa, juga dilakukan Pemprov Jawa Tengah di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Dengan bantuan mesin dan instalasi kini 30 KK warga desa ini telah memanfaatkan gas rawa untuk menggantikan LPG.

 
Tak jarang warga juga masih harus menambah kayu bakar jika gas tersebut masih belum mencukupi.
 
 

Salah seorang warga Desa Krendowabono, Unik (36) mengaku mesin biogenic shallow di desanya sudah berfungsi sekitar satu bulan lalu. Bantuan dari Gubernur Jawa Tengah itu kini bisa dimanfaatkan warga untuk menggantikan gas LPG secara gratis.

Ia mengatakan, bantuan mesin dan instalasi gas rawa tersebut membuat warga sangat mudah mendapatkan pengganti gasLPG. Biasanya, dalam satu bulan ia membutuhkan tiga sampai empat tabung gas LPG.

Tak jarang warga juga masih harus menambah kayu bakar jika gas tersebut masih belum mencukupi. "Sekarang lebih murah dan lebih irit Rp 100 ribu dan yang jelas semakin praktis," tambahnya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko menambahkan, pengembangan EBT di Jawa Tengah tidak hanya sebatas pada pemanfaatan gas rawa saja, namun juga biogas, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan lainnya.

"Sesuai dengan komitmen  Gubernur Jawa Tengah, kami akan terus mengembangkan pemanfaatan dan perluasan ekosistem EBT ini di Jawa Tengah," ujar dia.

Pemudik Disarankan Beli Tiket Jauh-Jauh Hari

Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tiket dan memperlancar pelayanan.

SELENGKAPNYA

Pelita Jaya Juara Indonesia Cup 2022

Pelatih SM Youbel Sondakh mengakui, timnya masih jauh dari penampilan terbaik.

SELENGKAPNYA

Gagasan Liga Golf Indonesia Terus Digodok

LGJ 2022 bisa dijadikan sebagai tolak ukur bagi klub untuk mengetahui perkembangan atletnya.

SELENGKAPNYA